Wednesday, February 28, 2024
26.7 C
Jayapura

PKS Sebut Perubahan Harus dari Timur

Rekomendasikan Befa Jigibalom Sebagai Gubernur Papua Pegunungan dan Dinus Wanimbo Sebagai Bupati Tolikara

JAYAPURA – Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe BakarAlhabsy mengaku kagum melihat karakter dan komitmen masyarakat di Tolikara untuk ikut terlibat dalam pesta demokrasi tahun 2024. Moment yang tersisa sepekan ini dianggap sebagai waktu yang tepat untuk menunjukkan  siapa sosok yang dianggal layak untuk memimpin daerah.

PKS mengingatkan bahwa penting untuk mencari pemimpin yang betul – betul paham isu akar rumput dan memiliki komitmen teguh untuk mendorong perubahan. Itu seperti yang dicita – citakan PKS selama ini dimana pemimpin hadir dan mendengarkan kemudian mewujudkan apa yang menjadi mimpi masyarakatnya.

Dan pilihan PKS untuk Provinsi Papua Pegunungan ternyata jatuh pada sosok Befa Jigobalom. Sosok yang sudah lama berkecimpung  di dunia politik dan pemerintahan serta dianggap sebagai sosok yang sangat tepat untuk memimpin provinsi.

Baca Juga :  Terdapat 3 Kasus Aktif Covid-19 di Asmat

Sedangkan untuk bupati disebutkan bahwa PKS memberikan rekomendasi kepada Dinus Wanimbo untuk bertarung pada Pibub mendatang. PKS sangat yakin dengan dua sosok ini bisa memenangkan pertarungan dan menjadi pemimpin yang diidam – idamkan masyarakat.

“Kami memilih keduanya, Befa dan Dinus karena keduanya bisa diajak diskusi. Sosok yang mau mendengarkan masukan dan berdialog tanpa canggung,” kata Aboe Bakar  usai menyerahkan rekomendasi kepada keduanya di lapangan upacara Tolikara, Senin (5/2).

Selain bisa diajak ngobrol, PKS dan melihat daya dukung dari rakyatnya juga luar biasa. Selain itu keduanya merupakan sosok yang supel plus fleksibel. “Mungkin karena karakternya begini sehingga dikatakan ia (Befa) sebagai sosok koboy,” imbuhnya.

Baca Juga :  Peningkatan Kualitas SDM Papua Harus Diseriusi

Aboe Bakar dan rombongan juga melihat langsung proses demokrasi yang ditunjukkan masyarakat Tolikara dimana ribuan orang berkumpul dari dapil masing – masing dan masuk secara bergantian sambil menggendong calegnya kemudian dibawa ke depan panggung.

Aboe Bakar mengaku kagum dan terkesima mengingat cara – cara tersebut terlihat sekali sikap yang tulus dan mendorong berjalannya demokrasi. “Saya sangat mengapresiasi apa yang ditunjukkan masyarakat di Tolikara. Mereka  datang berondong – bondong ke lapangan untuk menunjukkan calegnya masing – masing. Itu luar biasa sekali,” bebernya.

Rekomendasikan Befa Jigibalom Sebagai Gubernur Papua Pegunungan dan Dinus Wanimbo Sebagai Bupati Tolikara

JAYAPURA – Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe BakarAlhabsy mengaku kagum melihat karakter dan komitmen masyarakat di Tolikara untuk ikut terlibat dalam pesta demokrasi tahun 2024. Moment yang tersisa sepekan ini dianggap sebagai waktu yang tepat untuk menunjukkan  siapa sosok yang dianggal layak untuk memimpin daerah.

PKS mengingatkan bahwa penting untuk mencari pemimpin yang betul – betul paham isu akar rumput dan memiliki komitmen teguh untuk mendorong perubahan. Itu seperti yang dicita – citakan PKS selama ini dimana pemimpin hadir dan mendengarkan kemudian mewujudkan apa yang menjadi mimpi masyarakatnya.

Dan pilihan PKS untuk Provinsi Papua Pegunungan ternyata jatuh pada sosok Befa Jigobalom. Sosok yang sudah lama berkecimpung  di dunia politik dan pemerintahan serta dianggap sebagai sosok yang sangat tepat untuk memimpin provinsi.

Baca Juga :  Bank Papua dan STIE Port Numbay Jayapura Tingkatkan Sinergi

Sedangkan untuk bupati disebutkan bahwa PKS memberikan rekomendasi kepada Dinus Wanimbo untuk bertarung pada Pibub mendatang. PKS sangat yakin dengan dua sosok ini bisa memenangkan pertarungan dan menjadi pemimpin yang diidam – idamkan masyarakat.

“Kami memilih keduanya, Befa dan Dinus karena keduanya bisa diajak diskusi. Sosok yang mau mendengarkan masukan dan berdialog tanpa canggung,” kata Aboe Bakar  usai menyerahkan rekomendasi kepada keduanya di lapangan upacara Tolikara, Senin (5/2).

Selain bisa diajak ngobrol, PKS dan melihat daya dukung dari rakyatnya juga luar biasa. Selain itu keduanya merupakan sosok yang supel plus fleksibel. “Mungkin karena karakternya begini sehingga dikatakan ia (Befa) sebagai sosok koboy,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dukung Program Sosialisasi dan Pemberian Bantuan Sembako

Aboe Bakar dan rombongan juga melihat langsung proses demokrasi yang ditunjukkan masyarakat Tolikara dimana ribuan orang berkumpul dari dapil masing – masing dan masuk secara bergantian sambil menggendong calegnya kemudian dibawa ke depan panggung.

Aboe Bakar mengaku kagum dan terkesima mengingat cara – cara tersebut terlihat sekali sikap yang tulus dan mendorong berjalannya demokrasi. “Saya sangat mengapresiasi apa yang ditunjukkan masyarakat di Tolikara. Mereka  datang berondong – bondong ke lapangan untuk menunjukkan calegnya masing – masing. Itu luar biasa sekali,” bebernya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya