Thursday, March 12, 2026
26.7 C
Jayapura

Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 Berlanjut, Tim SAR Sisir Beberapa Titik

JAKARTA-Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Rabu (21/1). Hari ini, operasi SAR dimulai dengan evakuasi jenazah korban dari Kampung Lampeso menggunakan helikopter milik Basarnas. Sementara tim lain di bagi untuk menyisir beberapa titik.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Makassar Andi Sultan menyampaikan bahwa pihaknya kembali membagi tim menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Termasuk SRU yang melaksanakan evakuasi jenazah korban berjenis kelamin laki-laki dari Kampung Lampeso menuju Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

“Tim yang berjumlah 37 personil dan telah melakukan evakuasi akan terus melanjutkan pencarian di lokasi penemuan korban pertama di daerah Lampeso,” terang dia kepada awak media.

Baca Juga :  Kepribadiannya Tertutup, Tak Suka Kumpul-umpul dengan Tetangga

Khusus SRU 1 yang diperkuat 50 personel Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di lokasi kecelakaan pesawat. Demikian pula SRU 2 yang ditugasi menyisir area ditemukannya ekor pesawat tersebut.

Total ada 28 personel tergabung dalam SRU 2. Kemudian SRU 3 yang bergerak dari posko menuju Puncak Gunung Bulusaraung membawa peralatan vertikal dengan kekuatan 75 orang personel.

“SRU 4 menyisir di area air terjun patahan 4 dan 5 dimana ditemukan bagian mesin pesawat dengan 40 orang personil,” jelas dia.

Sebelumnya, Andi menyampaikan bahwa jenazah korban berjenis kelamin laki-laki yang berhasil dievakuasi pagi ini ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Minggu (1/18). Setelah dievakuasi dari lokasi temuan ke Kampung Lampeso pada Selasa (20/1), Tim SAR Gabungan memutuskan mengambil jenazah korban menggunakan helikopter.

Baca Juga :  Tak Kunjung Ditemukan, Tim Gabungan Perluas Pencarian

JAKARTA-Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Rabu (21/1). Hari ini, operasi SAR dimulai dengan evakuasi jenazah korban dari Kampung Lampeso menggunakan helikopter milik Basarnas. Sementara tim lain di bagi untuk menyisir beberapa titik.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Makassar Andi Sultan menyampaikan bahwa pihaknya kembali membagi tim menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Termasuk SRU yang melaksanakan evakuasi jenazah korban berjenis kelamin laki-laki dari Kampung Lampeso menuju Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

“Tim yang berjumlah 37 personil dan telah melakukan evakuasi akan terus melanjutkan pencarian di lokasi penemuan korban pertama di daerah Lampeso,” terang dia kepada awak media.

Baca Juga :  Komisi V DPR RI-Basarnas Bekali Pengetahuan Pertolongan Pertama Hadapi Banjir

Khusus SRU 1 yang diperkuat 50 personel Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di lokasi kecelakaan pesawat. Demikian pula SRU 2 yang ditugasi menyisir area ditemukannya ekor pesawat tersebut.

Total ada 28 personel tergabung dalam SRU 2. Kemudian SRU 3 yang bergerak dari posko menuju Puncak Gunung Bulusaraung membawa peralatan vertikal dengan kekuatan 75 orang personel.

“SRU 4 menyisir di area air terjun patahan 4 dan 5 dimana ditemukan bagian mesin pesawat dengan 40 orang personil,” jelas dia.

Sebelumnya, Andi menyampaikan bahwa jenazah korban berjenis kelamin laki-laki yang berhasil dievakuasi pagi ini ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Minggu (1/18). Setelah dievakuasi dari lokasi temuan ke Kampung Lampeso pada Selasa (20/1), Tim SAR Gabungan memutuskan mengambil jenazah korban menggunakan helikopter.

Baca Juga :  Kepribadiannya Tertutup, Tak Suka Kumpul-umpul dengan Tetangga

Berita Terbaru

Artikel Lainnya