Qodari juga mengklaim, program MBG telah membantu memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan, termasuk anak-anak sekolah yang kini lebih rutin mendapatkan sarapan dan makanan bergizi. Pemerintah, lanjutnya, saat ini sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek pelaksanaan program. Evaluasi tersebut mencakup penerima manfaat, kondisi operasional SPPG, kualitas gizi makanan, tata kelola program, hingga pelibatan vendor lokal dalam distribusi makanan.
“Nah yang operasional ini akan dievaluasi. Dievaluasi dari penerimanya, dievaluasi dari kondisi SPPG-nya, dievaluasi dari segi gizinya, dievaluasi dari segi tata kelola bagaimana melibatkan vendor lokal. Itu semua dievaluasi,” imbuhnya. Diketahui, penghentian program MBG menjadi salah satu tuntutan utama dalam aksi demonstrasi yang digelar BEM Universitas Indonesia (UI) bersama sejumlah mahasiswa lainnya di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6).
Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah, di antaranya menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak. (*/JawaPos.com)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Qodari juga mengklaim, program MBG telah membantu memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan, termasuk anak-anak sekolah yang kini lebih rutin mendapatkan sarapan dan makanan bergizi. Pemerintah, lanjutnya, saat ini sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek pelaksanaan program. Evaluasi tersebut mencakup penerima manfaat, kondisi operasional SPPG, kualitas gizi makanan, tata kelola program, hingga pelibatan vendor lokal dalam distribusi makanan.
“Nah yang operasional ini akan dievaluasi. Dievaluasi dari penerimanya, dievaluasi dari kondisi SPPG-nya, dievaluasi dari segi gizinya, dievaluasi dari segi tata kelola bagaimana melibatkan vendor lokal. Itu semua dievaluasi,” imbuhnya. Diketahui, penghentian program MBG menjadi salah satu tuntutan utama dalam aksi demonstrasi yang digelar BEM Universitas Indonesia (UI) bersama sejumlah mahasiswa lainnya di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6).
Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah, di antaranya menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak. (*/JawaPos.com)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q