Pemprov Papua Minta Warga Terlibat Penyusunan Amdal Sekolah Rakyat

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua meminta keterlibatan aktif masyarakat dalam proses penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kampung Maribu, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Christian Sohilait di Jayapura, mengatakan pelibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan berjalan secara transparan, partisipatif, dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Konsultasi publik merupakan ruang yang sangat penting untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, menerima masukan, serta membangun kesepahaman bersama demi keberhasilan pembangunan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” katanya di sela-sela kegiatan konsultasi publik penyusunan amdal Sekolah Rakyat di Kota Jayapura, Rabu (10/6).

Dia menjelaskan pembangunan Sekolah Rakyat langkah strategis memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat Papua sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

Baca Juga :  Kunker Dewan ke Jepang Harus Berdampak bagi Perubahan Masyarakat

“Untuk itu pembangunan sektor pendidikan sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua, yakni mewujudkan transformasi Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis melalui pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh masyarakat,”ujarnya.

Dia menjelaskan setiap proses pembangunan harus dilaksanakan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta keberlangsungan kehidupan masyarakat pada masa mendatang.

Oleh karena itu, katanya, penyusunan amdal menjadi instrumen penting untuk mengidentifikasi berbagai potensi dampak lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya sehingga langkah mitigasi dan pengelolaan dapat dirancang secara baik sesuai ketentuan yang berlaku.

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua meminta keterlibatan aktif masyarakat dalam proses penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kampung Maribu, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Christian Sohilait di Jayapura, mengatakan pelibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan berjalan secara transparan, partisipatif, dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Konsultasi publik merupakan ruang yang sangat penting untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, menerima masukan, serta membangun kesepahaman bersama demi keberhasilan pembangunan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” katanya di sela-sela kegiatan konsultasi publik penyusunan amdal Sekolah Rakyat di Kota Jayapura, Rabu (10/6).

Dia menjelaskan pembangunan Sekolah Rakyat langkah strategis memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat Papua sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

Baca Juga :  Jumlah Pendonor Menurun, PMI Jemput Bola

“Untuk itu pembangunan sektor pendidikan sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua, yakni mewujudkan transformasi Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis melalui pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh masyarakat,”ujarnya.

Dia menjelaskan setiap proses pembangunan harus dilaksanakan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta keberlangsungan kehidupan masyarakat pada masa mendatang.

Oleh karena itu, katanya, penyusunan amdal menjadi instrumen penting untuk mengidentifikasi berbagai potensi dampak lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya sehingga langkah mitigasi dan pengelolaan dapat dirancang secara baik sesuai ketentuan yang berlaku.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya