alexametrics
27.7 C
Jayapura
Sunday, May 22, 2022

Harga Telur Mulai Naik, Daging Sapi dan Ayam Stabil

Karyawan Hypermart Jayapura saat menunjukkan stok telur lokal yang disediakanya, Senin (13/5) kemarin.( FOTO : Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri,  yang paling dikhawatirkan masyarakat adalah melonjaknya harga kebutuhan di pasaran. Seperti yang mulai terjadi pada minggu pertama jelang puasa adalah kenaikan harga bawang putih yang mencapai Rp 100 ribu/kg.

 Namun untuk kebutuhan lainnya seperti beras, gula, minyak goreng serta telur, tepung terigu daging ayam dan daging sapi, ada yang masih stabil, ada juga yang sudah mengalami kenaikan.

 Haji Malik seorang penjual telur lokal di Pasar Youtefa mengatakan, harga telur antar pulau yang dijualnya mengalami kenaikan harga Rp 5 ribu/rak setelah sempat kosong dalam 2 minggu terakhir ini.

 “Telur yang kami jual adalah telur merek jangkar, yang mana telur ini terkenal dengan kualitasnya yang bagus dan paling banyak dicari konsumen. Harga telur yang kami sediakan ada telur ukuiran sedang Rp 60 ribu naik menjadi Rp 65 ribu/rak dan telur ukuran besar dari Rp 65 ribu naik menjadi Rp 70 ribu/rak. Khusus menyambut Idul Fitri kami menambah stok telur dari yang tadinya Rp 150 ikat atau sebanyak 27.000 butir telur,  kami tambah 50 rak lagi khusus untuk momen Idul Fitri, sehingga jumlah telur yang masuk ke kami setiap harinya 36.000 butir telur,”ungkap Haji Malik kepada Cenderawasih Pos, Senin (13/5) kemarin.

Baca Juga :  Polisi Masih Selidiki Keterlibatan Pelaku Lain

 Sementara itu Penanggung Jawab PT. Harvest Pulus Papua, penyedia Telur Mahkota Ronny mengatakan,  pe rhari ini (13/5), harga telur lokal atau Telur Mahkota mengalami kenaikan Rp 2 ribu/rak. Hal tersebut dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi banyaknya permintaan dan juga memberikan peluang kepada para konsumen agar dapat membeli telur dari para agen dengan harga masih di bawah.

 “Dengan demikian kami dapat berbagi keuntungan dengan para agen penjual Telur Mahkota, yang mana jika harga kami lebih murah, nantinya konsumen lebih banyak beli di kami dan kami tidak bisa mencover permintaan para pelanggan kami lainnya, untuk itu harga jual telur eceran di kami sedikit kami naikkan,” jelasnya.

 Dalam sehari pihaknya bisa menyediakan 53.000 butir telur yang akan disupply keberbagai pelangganya seperti halnya Saga Group dan Hypermart. Yang sebelumnya untuk kedua supermarket tersebut 1 minggu sekali pengantaran, pada momen hari raya ini pihaknya menyediakan 2 kali pengantaran dalam seminggu.

 “Karena merupakan telur lokal maka batas waktu penyimpanan telur bisa satu bulan. Untuk itu, pengiriman telur ke daerah-daerah seperti Wamena telur dikumpulkan sampai satu minggu baru kemudian dilakukan pengiriman,” terangnya.

Baca Juga :  Mengubah Kebiasaan Tidaklah Mudah, Siapkan Karton dan Kantong Belanjaan Sebagai Alternatif

  Harga telur untuk grosir dan eceran berbeda. Untuk eceran telur ukuran  sedang Rp 55 ribu naik menjadi Rp 60 ribu, telur ukuran besar Rp 70 ribu naik menjadi  Rp 72 ribu/rak,  sedangkan telur ukuran  jumbo harga stabil Rp 75 ribu.

 Selain itu untuk harga ayam potong relatif stabil  Rp 40 ribu-Rp 70 ribu/ekor. Begitu juga dengan daging sapi masih stabil, mulai dari Rp 138 ribu- Rp 140 ribu/kg.

 Menurut Ambar, harga daging sapi akan naik ketika mendekati lebaran yakni mulai H-3 jelang Lebaran. Akan tetapi kenaikannya juga tidak terlalu signifikan. Dari Rp 138 ribu-Rp 140 ribu/kg menjadi Rp 150 ribu/kg. 

Selain kebutuhan daging dan telur untuk kebutuhan beras, gula pasir, minyak goreng dan sebagainya juga tidak mengalami kenaikan harga, yang mana harga masih relatif stabil dan ketersediaan stokpun masih sangat terjaga.

 Galih salah seorang penjual sembako di Pasar Youtefa mengakui bahwa dirinya masih menjual kebutuhan bahan pokok dengan harga wajar. Untuk beras medium Bulog Rp10.000-11.000/kg, beras premium Rp13.000- Rp15.000/kg, minyak goreng curah Rp 13.000/liter, gula pasir Rp 13.000-Rp 14.000/kg dan tepung terigu Rp 10 ribu- Rp 13 ribu/kg. (ana/ary)

Karyawan Hypermart Jayapura saat menunjukkan stok telur lokal yang disediakanya, Senin (13/5) kemarin.( FOTO : Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri,  yang paling dikhawatirkan masyarakat adalah melonjaknya harga kebutuhan di pasaran. Seperti yang mulai terjadi pada minggu pertama jelang puasa adalah kenaikan harga bawang putih yang mencapai Rp 100 ribu/kg.

 Namun untuk kebutuhan lainnya seperti beras, gula, minyak goreng serta telur, tepung terigu daging ayam dan daging sapi, ada yang masih stabil, ada juga yang sudah mengalami kenaikan.

 Haji Malik seorang penjual telur lokal di Pasar Youtefa mengatakan, harga telur antar pulau yang dijualnya mengalami kenaikan harga Rp 5 ribu/rak setelah sempat kosong dalam 2 minggu terakhir ini.

 “Telur yang kami jual adalah telur merek jangkar, yang mana telur ini terkenal dengan kualitasnya yang bagus dan paling banyak dicari konsumen. Harga telur yang kami sediakan ada telur ukuiran sedang Rp 60 ribu naik menjadi Rp 65 ribu/rak dan telur ukuran besar dari Rp 65 ribu naik menjadi Rp 70 ribu/rak. Khusus menyambut Idul Fitri kami menambah stok telur dari yang tadinya Rp 150 ikat atau sebanyak 27.000 butir telur,  kami tambah 50 rak lagi khusus untuk momen Idul Fitri, sehingga jumlah telur yang masuk ke kami setiap harinya 36.000 butir telur,”ungkap Haji Malik kepada Cenderawasih Pos, Senin (13/5) kemarin.

Baca Juga :  71 Tokoh Sampaikan Sikap

 Sementara itu Penanggung Jawab PT. Harvest Pulus Papua, penyedia Telur Mahkota Ronny mengatakan,  pe rhari ini (13/5), harga telur lokal atau Telur Mahkota mengalami kenaikan Rp 2 ribu/rak. Hal tersebut dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi banyaknya permintaan dan juga memberikan peluang kepada para konsumen agar dapat membeli telur dari para agen dengan harga masih di bawah.

 “Dengan demikian kami dapat berbagi keuntungan dengan para agen penjual Telur Mahkota, yang mana jika harga kami lebih murah, nantinya konsumen lebih banyak beli di kami dan kami tidak bisa mencover permintaan para pelanggan kami lainnya, untuk itu harga jual telur eceran di kami sedikit kami naikkan,” jelasnya.

 Dalam sehari pihaknya bisa menyediakan 53.000 butir telur yang akan disupply keberbagai pelangganya seperti halnya Saga Group dan Hypermart. Yang sebelumnya untuk kedua supermarket tersebut 1 minggu sekali pengantaran, pada momen hari raya ini pihaknya menyediakan 2 kali pengantaran dalam seminggu.

 “Karena merupakan telur lokal maka batas waktu penyimpanan telur bisa satu bulan. Untuk itu, pengiriman telur ke daerah-daerah seperti Wamena telur dikumpulkan sampai satu minggu baru kemudian dilakukan pengiriman,” terangnya.

Baca Juga :  Warga Pesisir Diingatkan Adanya Potensi Banjir Rob 

  Harga telur untuk grosir dan eceran berbeda. Untuk eceran telur ukuran  sedang Rp 55 ribu naik menjadi Rp 60 ribu, telur ukuran besar Rp 70 ribu naik menjadi  Rp 72 ribu/rak,  sedangkan telur ukuran  jumbo harga stabil Rp 75 ribu.

 Selain itu untuk harga ayam potong relatif stabil  Rp 40 ribu-Rp 70 ribu/ekor. Begitu juga dengan daging sapi masih stabil, mulai dari Rp 138 ribu- Rp 140 ribu/kg.

 Menurut Ambar, harga daging sapi akan naik ketika mendekati lebaran yakni mulai H-3 jelang Lebaran. Akan tetapi kenaikannya juga tidak terlalu signifikan. Dari Rp 138 ribu-Rp 140 ribu/kg menjadi Rp 150 ribu/kg. 

Selain kebutuhan daging dan telur untuk kebutuhan beras, gula pasir, minyak goreng dan sebagainya juga tidak mengalami kenaikan harga, yang mana harga masih relatif stabil dan ketersediaan stokpun masih sangat terjaga.

 Galih salah seorang penjual sembako di Pasar Youtefa mengakui bahwa dirinya masih menjual kebutuhan bahan pokok dengan harga wajar. Untuk beras medium Bulog Rp10.000-11.000/kg, beras premium Rp13.000- Rp15.000/kg, minyak goreng curah Rp 13.000/liter, gula pasir Rp 13.000-Rp 14.000/kg dan tepung terigu Rp 10 ribu- Rp 13 ribu/kg. (ana/ary)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/