Monday, July 15, 2024
25.7 C
Jayapura

Prajurit Terlibat Judol Terancam Dipecat

Babinkum TNI Fokuskan Penyuluhan untuk Tangani Masalah Judol dan Pinjol

JAKARTA – Mabes TNI memastikan tidak pandang bulu terhadap siapa saja yang terlibat judi online (judol). Semua prajurit TNI yang bersentuhan dengan praktik ilegal itu bakal kena sanksi. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto secara konsisten menerapkan reward and punishment.

  Untuk prajurit berprestasi, Mabes TNI menyiapkan reward. Sebaliknya, prajurit yang mencoreng nama baik institusi akan diberi punishment. Termasuk diantaranya prajurit yang terlibat judol.

   Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar menegaskan hal itu saat diwawancarai oleh awak media di Jakarta. Tidak peduli tamtama, bintara, atau perwira, semua akan ditindak bila terbukti bersentuhan dengan praktik judol.

Baca Juga :  Danrem: Kita Obati Luka dan Kubur Segala Dendam

”Panglima TNI sudah menegaskan perwira atau (tamtama dan bintara) TNI yang terlibat judi online pasti akan mendapatkan hukuman,” ungkap Gumilar.

Babinkum TNI Fokuskan Penyuluhan untuk Tangani Masalah Judol dan Pinjol

JAKARTA – Mabes TNI memastikan tidak pandang bulu terhadap siapa saja yang terlibat judi online (judol). Semua prajurit TNI yang bersentuhan dengan praktik ilegal itu bakal kena sanksi. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto secara konsisten menerapkan reward and punishment.

  Untuk prajurit berprestasi, Mabes TNI menyiapkan reward. Sebaliknya, prajurit yang mencoreng nama baik institusi akan diberi punishment. Termasuk diantaranya prajurit yang terlibat judol.

   Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar menegaskan hal itu saat diwawancarai oleh awak media di Jakarta. Tidak peduli tamtama, bintara, atau perwira, semua akan ditindak bila terbukti bersentuhan dengan praktik judol.

Baca Juga :  Eks Wakil KPK Dorong Penetapan Tersangka Ketua KPK

”Panglima TNI sudah menegaskan perwira atau (tamtama dan bintara) TNI yang terlibat judi online pasti akan mendapatkan hukuman,” ungkap Gumilar.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya