Monday, February 9, 2026
25.6 C
Jayapura

Tekankan Disrupsi Teknologi Tak Kaburkan Nilai Akurasi terhadap Jurnalistik

JAKARTA-Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan pentingnya menjaga prinsip dasar jurnalisme di tengah derasnya disrupsi teknologi digital, khususnya dengan hadirnya Artificial Intelligence (AI). Sebab, kehadiran AI tak dipungkiri memengaruhi ekosistem media dan produksi informasi.

Pernyataan itu disampaikan Nezar Patria dalam acara rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Aston Hotel, Serang, Banten, Minggu (8/2).

“Antara lain saya sampaikan juga bahwa ada satu hal yang harus dijaga, di sini di tengah disrupsi teknologi yang sangat masif ini ya, terutama dengan teknologi baru seperti Artificial Intelligence, yaitu bagaimana jurnalisme itu tetap bisa berpegang pada prinsip-prinsip dasar, antara lain menjaga yang namanya akurasi ya,” kata Nezar Patria.

Baca Juga :  Komnas HAM Akan Lakukan Investigasi

Ia menekankan, akurasi menjadi nilai penting dalam sebuah pemberitaan yang tidak bisa ditawar, terutama di tengah maraknya disinformasi dan misinformasi yang beredar luas di ruang digital. Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk memperoleh informasi yang benar dan dapat dipercaya.

“Agar bisa mengimbangi banjir informasi yang dalam hal ini kita melihat banyaknya informasi yang terdistorsi dengan misinformasi dan disinformasi,” tegasnya.

Nezar juga menjelaskan, dalam membangun jurnalisme berkualitas diperlukan dukungan ekosistem yang kuat dan kolaboratif. Ekosistem tersebut mencakup industri media, jurnalis, serta platform digital yang menjadi sarana distribusi konten kepada publik.

“Nah, bagaimana jurnalisme berkualitas ini bisa dibangun? Dibutuhkan satu ekosistem baik dari industri media, para jurnalis tentu saja, berikut dengan platform-platform digital yang selama ini menjadi pengantar atau menjadi wadah ya di mana konten-konten itu bisa didistribusikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Tiga Jenderal Turun Pimpin 147 Prajurit Mencari Iptu Tomi S. Marbun

Ia pun memastikan, pemerintah berperab dalam mendukung terciptanya ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus mendorong praktik jurnalisme yang berpegang pada etika dan profesionalisme.

“Dalam hal ini pemerintah mendukung terbentuknya satu ekosistem media yang sehat ya dan mendukung jurnalisme yang berkualitas,” tuturnya

JAKARTA-Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan pentingnya menjaga prinsip dasar jurnalisme di tengah derasnya disrupsi teknologi digital, khususnya dengan hadirnya Artificial Intelligence (AI). Sebab, kehadiran AI tak dipungkiri memengaruhi ekosistem media dan produksi informasi.

Pernyataan itu disampaikan Nezar Patria dalam acara rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Aston Hotel, Serang, Banten, Minggu (8/2).

“Antara lain saya sampaikan juga bahwa ada satu hal yang harus dijaga, di sini di tengah disrupsi teknologi yang sangat masif ini ya, terutama dengan teknologi baru seperti Artificial Intelligence, yaitu bagaimana jurnalisme itu tetap bisa berpegang pada prinsip-prinsip dasar, antara lain menjaga yang namanya akurasi ya,” kata Nezar Patria.

Baca Juga :  Polres Merauke Selidiki Terbakarnya Rumah Warga

Ia menekankan, akurasi menjadi nilai penting dalam sebuah pemberitaan yang tidak bisa ditawar, terutama di tengah maraknya disinformasi dan misinformasi yang beredar luas di ruang digital. Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk memperoleh informasi yang benar dan dapat dipercaya.

“Agar bisa mengimbangi banjir informasi yang dalam hal ini kita melihat banyaknya informasi yang terdistorsi dengan misinformasi dan disinformasi,” tegasnya.

Nezar juga menjelaskan, dalam membangun jurnalisme berkualitas diperlukan dukungan ekosistem yang kuat dan kolaboratif. Ekosistem tersebut mencakup industri media, jurnalis, serta platform digital yang menjadi sarana distribusi konten kepada publik.

“Nah, bagaimana jurnalisme berkualitas ini bisa dibangun? Dibutuhkan satu ekosistem baik dari industri media, para jurnalis tentu saja, berikut dengan platform-platform digital yang selama ini menjadi pengantar atau menjadi wadah ya di mana konten-konten itu bisa didistribusikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Dewan Pers Larang PWI Gunakan Kantor Hingga Gelar UKW

Ia pun memastikan, pemerintah berperab dalam mendukung terciptanya ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus mendorong praktik jurnalisme yang berpegang pada etika dan profesionalisme.

“Dalam hal ini pemerintah mendukung terbentuknya satu ekosistem media yang sehat ya dan mendukung jurnalisme yang berkualitas,” tuturnya

Berita Terbaru

Artikel Lainnya