alexametrics
23.7 C
Jayapura
Tuesday, May 17, 2022

Polres Merauke Selidiki Terbakarnya Rumah Warga

Rumah Mathias M seorang warga Mangga Dua, Merauke   yang rata dengan tanah   yang sudah diberi garis polisi oleh pihak Polres Merauke. ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE- Pihak  Kepolisian Resor Merauke saat ini sedang melakukan   penyelidikan  terkait  terbakarnya rumah  milik Mathias M, warga Mangga Dua, Kelurahan Kelapa Lima Merauke, pada Kamis   (30/5) sekira  pukul 23.00 WIT. 

  ‘’Sementara  ini kita masih melakukan penyelidikan  terhadap terbakarnya  rumah seorang warga di Mangga Dua  Merauke  itu,’’ kata Kapolres   Merauke AKBP Bahara Marpaung, SH, melalui   Kasubag Humas AKP Suhardi, Jumat   (31/5) . 

  Pihak Identifikasi Polres Merauke sendiri   telah melakukan  oleh Tempat Kejadian Perkara atas  terbakarnya  rumah yang terbuat dari  papan itu, Jumat (31/5), beberapa jam  setelah  kebakaran itu. Bahkan warga di   tempat ini sempat bersitegang antara dua kelompok, namun  berhasil  diredakan Polisi yang datang ke  TKP. 

   Sementara   itu,  seorang tetangga Mathias M. mengaku saat kejadian tersebut, pemilik   dari rumah  ini tidak ada di rumah karena sedang ada di Kampung Nggolar.  ‘’Tapi sudah dihubungi lewat telpon   kalau rumahnya terbakar,’’   kata  tetangga dari Mathias   ketika ditemui  media ini. 

    Dikatakan, saat kejadian   yang ada di dalam rumah tersebut adalah anak  perempuan dari Mathias M  bernama Hana dengan  bayinya yang berumur 2 tahun serta   beberapa anak  sekolah. ‘’Itu yang  kami selamatkan  dulu. Karena api  yang membakar   rumah ini sangat cepat. Untung  saat kejadian, tidak ada angin  berhembus kencang.  Kalau   ada angin, kemungkinan rumah saya jadi  sasaran,’’  katanya. 

Baca Juga :  Raisa Kantongi Izin Jokowi Gelar Konser di SUGBK

  Karena  terbakar begitu cepat,   maka isi di dalam rumah tersebut tidak ada yang bisa diselamatkan. Termasuk  ijazah  dari anak seolah yang ada di dalam rumah tersebut.   Namun warga di tempat ini enggan berkomentar  banyak   soal latar belakang  terbakarnya rumah tersebut. ‘’Nanti  polisi yang  berikan keterangan. Jangan sampai kita salah,’’ kata  seorang warga lainnya.  (ulo/tri)

KARUBAGA-Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten  Tolikara berkomitmen pada tahun 2019 ini tingkatkan promosi bahaya penyakit HIV-AIDS melalui berbagai media kepada seluruh masyarakat di Tolikara.

   Hal tersebut diungkapkan Ketua KPA Tolikara Bupati Usman G. Wanimbo,SE,MSi diwakili Sekretaris Arianto Kogoya,SE usai meninjau pelayanan VCT mobile di Karubaga, Rabu (29/5) pekan kemarin. 

   Sekretaris KPA Arianto Kogoya mengatakan usai libur   Idul Fitri 1440 Hijriah, pihaknya akan mempromosikan bahaya penyakit HIV-AIDS di tanah Papua, khususnya di daerah Tolikara. Sebab, HIV-AIDS ini sangat mematikan dan hingga kini belum ditemukan. 

  Untuk itu, sosialisasi melalui berbagai media dilakukan, selain melalui pemasangan spanduk/baliho, pamphlet dan stiker di tempat – tempat umum di seluruh Tolikara juga sosialisasi melalui Gereja – gereja dan sekolah – sekolah mulai dari SD hingga SMA di seluruh daerah Tolikara. 

Baca Juga :  Tetapkan 1.528 Warisan Budaya Takbenda

  “Promosi ini untuk  mengajak masyarakat memeriksakan diri di puskesmas yang ada di seluruh Tolikara, dan apabila ditemukan telah terjangkit penyakit HIV/AIDS selalu rajin minum obat anti retro viral (ARV),dan juga dilakukan pemutaran Film tentang bangaimana pola hidup sehat, dan bagaimana hidup takut akan Tuhan,pemutaran Film ini dilakukan di tempat – tempat umum seluruh Tolikara,”beber Arianto Kogoya.

  Kegiatan ini akan melibatkan seluruh jajaran tenaga kesehatan dari VCT Mobile di RSUD Tolikara,dan juga para pemuda,tokoh agama dan tokoh Perempuan seta pemangku kepentingan lainnya. 

  Sementara itu Kepala VCT Mobile Tolikara dr. Rifqi Hadyan mengatakan tenaga VCT mobile sudah tersebar di setiap puskesmas di seluruh Tolikara, selain dipusatkan di Karubaga yang bekerjasama dengan RSUD Tolikara. Dari data di pusat data VCT mobile Karubaga secara keseluruhan penderita penyakit HIV-AIDS di Tolikara sangat tinggi dan sangat mengkawatirkan generasi penerus papua ke depan. Karena itu upaya penyelamatan generasi muda Papua harus dilakukan secara intensif.

   “Apabila langkah ini tidak dilakukan tentu Orang Asli Papua OAP lambat atau cepat akan hilang di atas tanahnya sendiri. Karena itu setiap orang harus jaga diri dan hidup takut akan Tuhan,” imbaunya. (Diskominfo Tolikara)

Rumah Mathias M seorang warga Mangga Dua, Merauke   yang rata dengan tanah   yang sudah diberi garis polisi oleh pihak Polres Merauke. ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE- Pihak  Kepolisian Resor Merauke saat ini sedang melakukan   penyelidikan  terkait  terbakarnya rumah  milik Mathias M, warga Mangga Dua, Kelurahan Kelapa Lima Merauke, pada Kamis   (30/5) sekira  pukul 23.00 WIT. 

  ‘’Sementara  ini kita masih melakukan penyelidikan  terhadap terbakarnya  rumah seorang warga di Mangga Dua  Merauke  itu,’’ kata Kapolres   Merauke AKBP Bahara Marpaung, SH, melalui   Kasubag Humas AKP Suhardi, Jumat   (31/5) . 

  Pihak Identifikasi Polres Merauke sendiri   telah melakukan  oleh Tempat Kejadian Perkara atas  terbakarnya  rumah yang terbuat dari  papan itu, Jumat (31/5), beberapa jam  setelah  kebakaran itu. Bahkan warga di   tempat ini sempat bersitegang antara dua kelompok, namun  berhasil  diredakan Polisi yang datang ke  TKP. 

   Sementara   itu,  seorang tetangga Mathias M. mengaku saat kejadian tersebut, pemilik   dari rumah  ini tidak ada di rumah karena sedang ada di Kampung Nggolar.  ‘’Tapi sudah dihubungi lewat telpon   kalau rumahnya terbakar,’’   kata  tetangga dari Mathias   ketika ditemui  media ini. 

    Dikatakan, saat kejadian   yang ada di dalam rumah tersebut adalah anak  perempuan dari Mathias M  bernama Hana dengan  bayinya yang berumur 2 tahun serta   beberapa anak  sekolah. ‘’Itu yang  kami selamatkan  dulu. Karena api  yang membakar   rumah ini sangat cepat. Untung  saat kejadian, tidak ada angin  berhembus kencang.  Kalau   ada angin, kemungkinan rumah saya jadi  sasaran,’’  katanya. 

Baca Juga :  Permintaan Tiket Intra Papua Mulai Meningkat

  Karena  terbakar begitu cepat,   maka isi di dalam rumah tersebut tidak ada yang bisa diselamatkan. Termasuk  ijazah  dari anak seolah yang ada di dalam rumah tersebut.   Namun warga di tempat ini enggan berkomentar  banyak   soal latar belakang  terbakarnya rumah tersebut. ‘’Nanti  polisi yang  berikan keterangan. Jangan sampai kita salah,’’ kata  seorang warga lainnya.  (ulo/tri)

KARUBAGA-Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten  Tolikara berkomitmen pada tahun 2019 ini tingkatkan promosi bahaya penyakit HIV-AIDS melalui berbagai media kepada seluruh masyarakat di Tolikara.

   Hal tersebut diungkapkan Ketua KPA Tolikara Bupati Usman G. Wanimbo,SE,MSi diwakili Sekretaris Arianto Kogoya,SE usai meninjau pelayanan VCT mobile di Karubaga, Rabu (29/5) pekan kemarin. 

   Sekretaris KPA Arianto Kogoya mengatakan usai libur   Idul Fitri 1440 Hijriah, pihaknya akan mempromosikan bahaya penyakit HIV-AIDS di tanah Papua, khususnya di daerah Tolikara. Sebab, HIV-AIDS ini sangat mematikan dan hingga kini belum ditemukan. 

  Untuk itu, sosialisasi melalui berbagai media dilakukan, selain melalui pemasangan spanduk/baliho, pamphlet dan stiker di tempat – tempat umum di seluruh Tolikara juga sosialisasi melalui Gereja – gereja dan sekolah – sekolah mulai dari SD hingga SMA di seluruh daerah Tolikara. 

Baca Juga :  Komisi II DPR RI Akan Paripurna Pemekaran Provinsi di Papua

  “Promosi ini untuk  mengajak masyarakat memeriksakan diri di puskesmas yang ada di seluruh Tolikara, dan apabila ditemukan telah terjangkit penyakit HIV/AIDS selalu rajin minum obat anti retro viral (ARV),dan juga dilakukan pemutaran Film tentang bangaimana pola hidup sehat, dan bagaimana hidup takut akan Tuhan,pemutaran Film ini dilakukan di tempat – tempat umum seluruh Tolikara,”beber Arianto Kogoya.

  Kegiatan ini akan melibatkan seluruh jajaran tenaga kesehatan dari VCT Mobile di RSUD Tolikara,dan juga para pemuda,tokoh agama dan tokoh Perempuan seta pemangku kepentingan lainnya. 

  Sementara itu Kepala VCT Mobile Tolikara dr. Rifqi Hadyan mengatakan tenaga VCT mobile sudah tersebar di setiap puskesmas di seluruh Tolikara, selain dipusatkan di Karubaga yang bekerjasama dengan RSUD Tolikara. Dari data di pusat data VCT mobile Karubaga secara keseluruhan penderita penyakit HIV-AIDS di Tolikara sangat tinggi dan sangat mengkawatirkan generasi penerus papua ke depan. Karena itu upaya penyelamatan generasi muda Papua harus dilakukan secara intensif.

   “Apabila langkah ini tidak dilakukan tentu Orang Asli Papua OAP lambat atau cepat akan hilang di atas tanahnya sendiri. Karena itu setiap orang harus jaga diri dan hidup takut akan Tuhan,” imbaunya. (Diskominfo Tolikara)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/