SURABAYA – Pemerintah Indonesia mencatat sejarah baru dengan resmi memiliki hotel di Makkah yang akan difungsikan sebagai Kampung Haji. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan kabar ini sebagai hasil kemenangan bidding yang dilakukan pemerintah, sekaligus menjadi tonggak penting bagi pelayanan jemaah haji Indonesia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, melaporkan keberhasilan diplomasi yang memungkinkan Indonesia memiliki aset di Arab Saudi untuk pertama kalinya.
“Tadi sudah sempat disampaikan juga keberhasilan pemerintah Republik Indonesia untuk pertama kalinya kita bisa memiliki Kampung Haji di Arab,” ujar Prasetyo dalam retret kabinet di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).
Rosan Roeslani menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari diplomasi Presiden Joko Widodo yang mendorong pemerintah Arab Saudi mengubah aturan kepemilikan aset. Sebelumnya, negara asing tidak diperkenankan memiliki properti di wilayah Arab Saudi. “Bapak Rosan melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding dan kita sekarang memiliki hotel sendiri di Makkah. Ini atas diplomasi luar biasa dari Bapak Presiden,” kata Prasetyo.
Langkah ini dipandang sebagai “kado” besar bagi bangsa Indonesia dan umat Islam, mengingat hotel tersebut akan menjadi pusat pelayanan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. Dengan adanya hotel milik Indonesia di Makkah, jemaah haji akan mendapatkan fasilitas akomodasi yang lebih terjamin, baik dari sisi kualitas maupun harga.Kampung Haji juga diharapkan menjadi pusat komunitas jemaah, tempat koordinasi, serta pusat layanan kesehatan dan logistik.
SURABAYA – Pemerintah Indonesia mencatat sejarah baru dengan resmi memiliki hotel di Makkah yang akan difungsikan sebagai Kampung Haji. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan kabar ini sebagai hasil kemenangan bidding yang dilakukan pemerintah, sekaligus menjadi tonggak penting bagi pelayanan jemaah haji Indonesia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, melaporkan keberhasilan diplomasi yang memungkinkan Indonesia memiliki aset di Arab Saudi untuk pertama kalinya.
“Tadi sudah sempat disampaikan juga keberhasilan pemerintah Republik Indonesia untuk pertama kalinya kita bisa memiliki Kampung Haji di Arab,” ujar Prasetyo dalam retret kabinet di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).
Rosan Roeslani menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari diplomasi Presiden Joko Widodo yang mendorong pemerintah Arab Saudi mengubah aturan kepemilikan aset. Sebelumnya, negara asing tidak diperkenankan memiliki properti di wilayah Arab Saudi. “Bapak Rosan melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding dan kita sekarang memiliki hotel sendiri di Makkah. Ini atas diplomasi luar biasa dari Bapak Presiden,” kata Prasetyo.
Langkah ini dipandang sebagai “kado” besar bagi bangsa Indonesia dan umat Islam, mengingat hotel tersebut akan menjadi pusat pelayanan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. Dengan adanya hotel milik Indonesia di Makkah, jemaah haji akan mendapatkan fasilitas akomodasi yang lebih terjamin, baik dari sisi kualitas maupun harga.Kampung Haji juga diharapkan menjadi pusat komunitas jemaah, tempat koordinasi, serta pusat layanan kesehatan dan logistik.