Indonesia Resmi Miliki Hotel di Makkah, Jadi Kampung Haji Pertama

Pakar ekonomi syariah, Dr. Ahmad Zaki, menilai kepemilikan hotel ini akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada pihak ketiga dalam penyediaan akomodasi haji. “Ini bukan hanya soal prestise, tetapi juga efisiensi biaya. Dengan aset sendiri, Indonesia bisa mengatur standar pelayanan yang lebih baik dan transparan,” jelasnya. Untuk diketahui, jumlah jemaah haji Indonesia pada 2025 sekitar 241 ribu orang, dan merupakan terbesar di dunia.

Berdasarkan data Kementerian Agama pada 2025 biaya haji rata-rata Rp 93 juta per jemaah.Sementara rata-rata tarif akomodasi di Makkah mencapai 3.000–5.000 riyal per jemaah selama musim haji. Dengan kepemilikan hotel, Indonesia berpotensi menghemat biaya akomodasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan.

Baca Juga :  Pemprov Sidak Jelang Lebaran, Tak ada Keluhan Pedagang

Selain memperkuat pelayanan jemaah haji, langkah ini juga menandai perubahan besar dalam kebijakan Arab Saudi yang untuk pertama kalinya mengizinkan negara asing memiliki aset di wilayahnya. “Saya kira ini menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya,” tutup Prasetyo. (dtk/nur)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Pakar ekonomi syariah, Dr. Ahmad Zaki, menilai kepemilikan hotel ini akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada pihak ketiga dalam penyediaan akomodasi haji. “Ini bukan hanya soal prestise, tetapi juga efisiensi biaya. Dengan aset sendiri, Indonesia bisa mengatur standar pelayanan yang lebih baik dan transparan,” jelasnya. Untuk diketahui, jumlah jemaah haji Indonesia pada 2025 sekitar 241 ribu orang, dan merupakan terbesar di dunia.

Berdasarkan data Kementerian Agama pada 2025 biaya haji rata-rata Rp 93 juta per jemaah.Sementara rata-rata tarif akomodasi di Makkah mencapai 3.000–5.000 riyal per jemaah selama musim haji. Dengan kepemilikan hotel, Indonesia berpotensi menghemat biaya akomodasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan.

Baca Juga :  Tancap Gas Bangun Komunikasi Politik, Prabowo Ajak Semua Unsur Masuk Koalisinya

Selain memperkuat pelayanan jemaah haji, langkah ini juga menandai perubahan besar dalam kebijakan Arab Saudi yang untuk pertama kalinya mengizinkan negara asing memiliki aset di wilayahnya. “Saya kira ini menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya,” tutup Prasetyo. (dtk/nur)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya