Bandara Frans Seda Tutup, Gunung Lewotobi Laki laki Keluarkan Erupsi

JAKARTA-Operasional Bandara Frans Seda Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditutup sementara.

Hal ini dikarenakan, penerbangan menuju maupun dari Maumere terhambat akibat aktivitas Gunung Lewotobi Laki laki.

Mengutip dari Antara, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Bandara Frans Seda Maumere, Partahian Panjaitan, menuturkan, berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ruang udara yang menjadi jalur pesawat masih terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Artinya masih ada abu vulkanik di atas. Oleh karena itu hari ini pun masih kami lakukan penutupan sementara,” katanya, Selasa (2/1)

Penutupan Bandara Frans Seda Maumere yang dilakukan sejak Senin (1/1) berdasarkan paper test yang menghasilkan adanya abu vulkanik di landasan. Pemberlakuan ini dilakukan untuk keselamatan penerbangan.

Baca Juga :  Posko Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Ditutup

Ia juga mengatakan adanya indikasi abu vulkanik telah dilaporkan kepada Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali. Selain itu, paper test terus dilakukan setiap jam untuk mengetahui kondisi landasan.

“Kalau sudah tidak terdampak lagi, kami akan buka lagi,” ujarnya

Sebelumnya, berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selama Bulan Desember 2023 aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami peningkatan signifikan.

Peningkatan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki tersebut teramati secara visual dan instrumental yang menunjukkan aktivitas visual, kegempaan vulkanik dalam dan dangkal, dan peluang awan panas muncul dari rekahan kawah.

Status gunung yang memiliki tinggi 1.584 mdpl tersebut pun dinaikkan dari Level II atau waspada. menjadi Level III atau Siaga. (*)

Baca Juga :  Tak Diizinkan Berangkat Apabila Identitas di Tiket dan KTP Penumpang Berbeda

Sumber: ANTARA

JAKARTA-Operasional Bandara Frans Seda Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditutup sementara.

Hal ini dikarenakan, penerbangan menuju maupun dari Maumere terhambat akibat aktivitas Gunung Lewotobi Laki laki.

Mengutip dari Antara, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Bandara Frans Seda Maumere, Partahian Panjaitan, menuturkan, berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ruang udara yang menjadi jalur pesawat masih terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Artinya masih ada abu vulkanik di atas. Oleh karena itu hari ini pun masih kami lakukan penutupan sementara,” katanya, Selasa (2/1)

Penutupan Bandara Frans Seda Maumere yang dilakukan sejak Senin (1/1) berdasarkan paper test yang menghasilkan adanya abu vulkanik di landasan. Pemberlakuan ini dilakukan untuk keselamatan penerbangan.

Baca Juga :  Pos Kesehatan di Arafah Layani Jamaah yang Kelelahan dan Dehidrasi

Ia juga mengatakan adanya indikasi abu vulkanik telah dilaporkan kepada Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali. Selain itu, paper test terus dilakukan setiap jam untuk mengetahui kondisi landasan.

“Kalau sudah tidak terdampak lagi, kami akan buka lagi,” ujarnya

Sebelumnya, berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selama Bulan Desember 2023 aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami peningkatan signifikan.

Peningkatan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki tersebut teramati secara visual dan instrumental yang menunjukkan aktivitas visual, kegempaan vulkanik dalam dan dangkal, dan peluang awan panas muncul dari rekahan kawah.

Status gunung yang memiliki tinggi 1.584 mdpl tersebut pun dinaikkan dari Level II atau waspada. menjadi Level III atau Siaga. (*)

Baca Juga :  Tutup Kebocoran, Bandara Mopah Kini Gunakan Portal Parkir Elektronik

Sumber: ANTARA

Berita Terbaru

Artikel Lainnya