JAYAPURA – Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura segera merealisasikan pembangunan rumah singgah yang layak bagi Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), anak terlantar hingga penanganan jenazah terlantar di wilayah Kota Jayapura.
Barto mengatakan, keberadaan rumah singgah menjadi kebutuhan penting yang harus mendapat perhatian serius pemerintah, mengingat masih ditemukan ODGJ yang berkeliaran di sejumlah ruas jalan dan gang di Kota Jayapura.
Menurutnya, pemerintah perlu menyediakan tempat yang layak, aman dan manusiawi agar masyarakat yang membutuhkan penanganan sosial dapat ditampung serta mendapatkan pelayanan yang semestinya.
“Wali kota harus membantu Dinas Sosial dan Dinas PUPR agar rumah singgah yang layak bisa dibangun. ODGJ yang ada di Jayapura harus bisa diamankan di rumah singgah yang layak, sehingga tidak terus berada di jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Barto ke Cepos, Jumat (28/8).
Ia menegaskan, rumah singgah bukan semata-mata tempat untuk memindahkan ODGJ dari jalanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan perlindungan dan penanganan sosial kepada warga yang membutuhkan.
Selain ODGJ, Barto juga meminta agar fasilitas tersebut dapat mengakomodasi anak-anak terlantar serta mendukung penanganan terhadap jenazah terlantar yang ditemukan di wilayah Kota Jayapura.
“Jangan hanya bicara soal pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya. Persoalan sosial seperti ini juga harus menjadi perhatian pemerintah karena menyangkut kemanusiaan,” katanya.
JAYAPURA – Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura segera merealisasikan pembangunan rumah singgah yang layak bagi Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), anak terlantar hingga penanganan jenazah terlantar di wilayah Kota Jayapura.
Barto mengatakan, keberadaan rumah singgah menjadi kebutuhan penting yang harus mendapat perhatian serius pemerintah, mengingat masih ditemukan ODGJ yang berkeliaran di sejumlah ruas jalan dan gang di Kota Jayapura.
Menurutnya, pemerintah perlu menyediakan tempat yang layak, aman dan manusiawi agar masyarakat yang membutuhkan penanganan sosial dapat ditampung serta mendapatkan pelayanan yang semestinya.
“Wali kota harus membantu Dinas Sosial dan Dinas PUPR agar rumah singgah yang layak bisa dibangun. ODGJ yang ada di Jayapura harus bisa diamankan di rumah singgah yang layak, sehingga tidak terus berada di jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Barto ke Cepos, Jumat (28/8).
Ia menegaskan, rumah singgah bukan semata-mata tempat untuk memindahkan ODGJ dari jalanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan perlindungan dan penanganan sosial kepada warga yang membutuhkan.
Selain ODGJ, Barto juga meminta agar fasilitas tersebut dapat mengakomodasi anak-anak terlantar serta mendukung penanganan terhadap jenazah terlantar yang ditemukan di wilayah Kota Jayapura.
“Jangan hanya bicara soal pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya. Persoalan sosial seperti ini juga harus menjadi perhatian pemerintah karena menyangkut kemanusiaan,” katanya.