Sunday, February 1, 2026
27 C
Jayapura

Cuaca Ekstrem Nelayan Diminta Waspada

JAYAPURA-Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan utara Papua yang diprediksi telah berlangsung hingga Rabu (30/1) hari ini. Masyarakat, khususnya nelayan dengan kapal tradisional, diimbau untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.

   Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, mengatakan bahwa peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin di perairan Papua dipicu oleh pertumbuhan siklon tropis yang terjadi secara bergantian, serta munculnya pusat tekanan rendah di utara Papua.

  Berdasarkan data BMKG, potensi gelombang tinggi dengan kategori sedang (1,25 hingga 2,5 meter) diprediksi akan terjadi di beberapa titik strategis, antara lain Perairan Kepulauan Mapia (sebelah Biak), Perairan utara dan selatan Serui, Perairan Jayapura dan perairan Sarmi-Mamberamo, Perairan barat, timur, utara, dan selatan Biak.

Baca Juga :  Papua masih Tergantung Daerah Produsen, Rawan Terpapar Risiko Tekanan Harga

   “Dampak dari siklon tropis ini sangat terasa, terutama pada kecepatan angin yang secara tidak langsung meningkatkan ketinggian gelombang. Kami meminta kapal-kapal nelayan waspada. Jika tidak memungkinkan, jangan memaksakan berangkat,” jelas Heri dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Kamis (29/1).

JAYAPURA-Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan utara Papua yang diprediksi telah berlangsung hingga Rabu (30/1) hari ini. Masyarakat, khususnya nelayan dengan kapal tradisional, diimbau untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.

   Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, mengatakan bahwa peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin di perairan Papua dipicu oleh pertumbuhan siklon tropis yang terjadi secara bergantian, serta munculnya pusat tekanan rendah di utara Papua.

  Berdasarkan data BMKG, potensi gelombang tinggi dengan kategori sedang (1,25 hingga 2,5 meter) diprediksi akan terjadi di beberapa titik strategis, antara lain Perairan Kepulauan Mapia (sebelah Biak), Perairan utara dan selatan Serui, Perairan Jayapura dan perairan Sarmi-Mamberamo, Perairan barat, timur, utara, dan selatan Biak.

Baca Juga :  Wujudkan Kota Beriman, Rustan Saru Minta Warga Stop Judi

   “Dampak dari siklon tropis ini sangat terasa, terutama pada kecepatan angin yang secara tidak langsung meningkatkan ketinggian gelombang. Kami meminta kapal-kapal nelayan waspada. Jika tidak memungkinkan, jangan memaksakan berangkat,” jelas Heri dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Kamis (29/1).

Berita Terbaru

Artikel Lainnya