JAYAPURA – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur mewarnai puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) ke-102 yang dipusatkan di Aula St. Ignatius Paroki Kristus Terang Dunia, Waena, Jayapura, pada Minggu (26/7).
Perayaan sejarah panjang organisasi perempuan tertua di Indonesia ini bertepatan dengan Pesta Pelindung Santa Ana, sosok religius yang menjadi pilar keteladanan bagi seluruh anggota WKRI.
Ketua WKRI Keuskupan Jayapura, Rini Sesilia Kelanit Moa, menjelaskan bahwa puncak perayaan HUT ini dirancang tidak sekadar sebagai ajang seremonial, tetapi sebagai bentuk refleksi iman dan pembaharuan semangat pelayanan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Rini menekankan keterkaitan erat antara peringatan pendirian organisasi dengan Pesta Pelindung Santa Anna. Dalam tradisi Gereja Katolik, Santa Anna adalah ibunda dari Bunda Maria sekaligus nenek dari Yesus Kristus yang melambangkan kebijaksanaan, kesabaran, dan kasih sejati dalam membina rumah tangga.
“Santa Ana adalah teladan kebijaksanaan dan kasih dalam keluarga yang harus diikuti oleh ibu-ibu WKRI di seluruh dunia, tak terkecuali di Papua. Perayaan ini bukan sekadar mengenang perjalanan usia organisasi yang telah berjalan 102 tahun, tetapi juga sebagai momentum untuk memperbarui semangat pelayanan kita,” ujar Rini.
Rini menggarisbawahi tema nasional yang diusung pada peringatan tahun ini, yaitu “Melanjutkan Langkah Harapan: Merawat Rahim Kehidupan Demi Mewujudkan Perempuan Berdaya dan Anak Terlindung”, yang diselaraskan dengan sub-tema penguatan peran wanita Katolik dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.
Menurutnya, tema ini harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang menyentuh akar rumput. Memastikan setiap anak yang dilahirkan di Papua mendapatkan kasih sayang yang utuh serta hak atas pendidikan yang layak. Membentuk karakter wanita Katolik yang tangguh, mandiri, dan bermartabat. Serta, menjadikan keluarga sebagai benteng utama lahirnya generasi penerus bangsa yang beriman, berkarakter, dan peduli sesama.
Gubernur Papua yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Papua, Selvina Y. Imbiri, SKM., MPH., memberikan penghormatan tinggi atas dedikasi berkelanjutan yang ditunjukkan WKRI selama 102 tahun.
Menurutnya, keberadaan WKRI merupakan bukti nyata bagaimana sebuah organisasi perempuan mampu bertransformasi menjadi kekuatan moral sekaligus kekuatan sosial yang berdampak signifikan bagi pembangunan nasional dan daerah.
Ketua Panitia HUT WKRI, Maria Yuvita Gobay, membeberkan serangkaian kegiatan terstruktur yang telah dilaksanakan menjelang perayaan puncak. Diantaranya, pemeriksaan kesehatan gratis, kunjungan edukatif ke sejumlah PAUD Nafri dengan membagikan perlengkapan sekolah, makanan tambahan bergizi, serta santap sehat untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Panitia juga menggelar kompetisi internal yang bertujuan mengasah potensi dan kreativitas para anggota. Jenis perlombaan yang diadakan meliputi lomba fotografi, lomba pembuatan vlog, cerdas cermat, hingga lomba pidato.
WKRI juga membuka jaringan dan membangun kemitraan yang kuat dengan berbagai organisasi di Provinsi Papua, khususnya pengembangan ekonomi kreatif lewat pameran UMKM. Khususnya dalam memanfaatkan produk daur ulang menjadi barang bernilai ekonomis serta pengembangan kuliner khas. Kegiatan yang diikuti 16 gerai UMKM ini, diharapkan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Perayaan HUT ke-102 WKRI di Keuskupan Jayapura ini menegaskan kembali peran strategis perempuan Papua sebagai garda terdepan dalam merawat kehidupan dan mencetak generasi emas masa depan. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q