JAYAPURA–Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long, menegaskan bahwa pembangunan di Provinsi Papua ke depan seharusnya dapat melaju lebih cepat dan maju dibandingkan provinsi lain di Tanah Papua. Hal tersebut bukan semata karena Papua merupakan provinsi induk, melainkan karena kondisi keamanan yang dinilai sudah jauh lebih kondusif.
Menurut Tan Wie Long, saat ini Papua tidak lagi menghadapi persoalan keamanan serius seperti yang masih dialami sejumlah daerah lain yang rentan terhadap gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kondisi ini, kata dia, seharusnya menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
“Sudah saatnya kita fokus menatap pertumbuhan ekonomi. Kita tidak lagi berhadapan dengan masalah keamanan seperti daerah lain yang masih rawan konflik atau gangguan KKB,” ujar Tan Wie Long saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (23/1).
Ia menilai, stabilitas keamanan yang terjaga memberikan ruang yang lebih luas bagi pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota untuk bekerja secara maksimal. Dengan situasi tersebut, tidak ada lagi alasan bagi Papua untuk tertinggal dalam hal pembangunan ekonomi.
“Baik di ibu kota provinsi maupun di tingkat kabupaten, kita bisa bekerja secara maksimal tanpa harus memikirkan gangguan keamanan. Maka secara logika, ekonomi kita mestinya akan jauh lebih baik,” tegasnya.
Tan Wie Long juga mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua agar benar-benar serius dan optimal dalam mengelola potensi yang dimiliki. Ia menyoroti masih banyaknya sumber daya alam yang belum digarap secara maksimal, serta aset-aset daerah yang hingga kini belum dikelola dengan baik.
“Pemerintah daerah harus betul-betul bekerja maksimal, mengelola sumber daya alam yang masih tidur termasuk aset-aset daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ini penting agar potensi Papua benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
JAYAPURA–Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long, menegaskan bahwa pembangunan di Provinsi Papua ke depan seharusnya dapat melaju lebih cepat dan maju dibandingkan provinsi lain di Tanah Papua. Hal tersebut bukan semata karena Papua merupakan provinsi induk, melainkan karena kondisi keamanan yang dinilai sudah jauh lebih kondusif.
Menurut Tan Wie Long, saat ini Papua tidak lagi menghadapi persoalan keamanan serius seperti yang masih dialami sejumlah daerah lain yang rentan terhadap gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kondisi ini, kata dia, seharusnya menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
“Sudah saatnya kita fokus menatap pertumbuhan ekonomi. Kita tidak lagi berhadapan dengan masalah keamanan seperti daerah lain yang masih rawan konflik atau gangguan KKB,” ujar Tan Wie Long saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (23/1).
Ia menilai, stabilitas keamanan yang terjaga memberikan ruang yang lebih luas bagi pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota untuk bekerja secara maksimal. Dengan situasi tersebut, tidak ada lagi alasan bagi Papua untuk tertinggal dalam hal pembangunan ekonomi.
“Baik di ibu kota provinsi maupun di tingkat kabupaten, kita bisa bekerja secara maksimal tanpa harus memikirkan gangguan keamanan. Maka secara logika, ekonomi kita mestinya akan jauh lebih baik,” tegasnya.
Tan Wie Long juga mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua agar benar-benar serius dan optimal dalam mengelola potensi yang dimiliki. Ia menyoroti masih banyaknya sumber daya alam yang belum digarap secara maksimal, serta aset-aset daerah yang hingga kini belum dikelola dengan baik.
“Pemerintah daerah harus betul-betul bekerja maksimal, mengelola sumber daya alam yang masih tidur termasuk aset-aset daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ini penting agar potensi Papua benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.