Thursday, March 5, 2026
25.9 C
Jayapura

Program PPPK Jadi  Kendala Ketersediaan Guru di YPPK

JAYAPURA-Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) Provinsi Papua Veronika Urip Indiastuti mengatakan di usia 50 Tahun, YPPK telah memiliki 134 sekolah, masing masing tersebar di Kota Jayapura,2 Kabupaten Jayapura, Keerom, Pegunungan Bintang dan Jayawijaya.

   “Kalau di tahun 2024 ini, kami baru buka dua sekolah baru yaitu SMP YPPK Juru Selamat Jayapura di Koya Timur, dan SMK St. Fransiskus Asisi Kimbim, di Jayawijaya,” jelas Veronika pada acara jalan sehat memeriahkan HUT YPPK Ke-50 di SMA Katada, Kamis (22/8) kemarin.

  Perkembangan dari waktu ke waktu cukup signifikan, salah satunya peserta didik. Sekolah yang dirintis oleh para misionaris ini, kata dia, cukup diminati masyarakat di tanah Papua.

Baca Juga :  Enam ASN Nyaleg, Satu Batal Mundur

  Perkembangan ini tidak terlepas daripada visi dan misi, dimana salah satu yang menjadi prioritas menyeleksi tenaga guru yang punya kualitas dan kuantitas yang tinggi. “Setiap 6 bulan tenaga guru di YPPK direvisi, bagi yang hasilnya baik akan dilanjutkan, demikian yang tidak akan dipertimbangkan, ini salah satu langkah untuk mendorong kualitas pendidikan di YPPK,” jelasnya.

  Khusus di Kota Jayapura, dan Kabupaten Jayapuea, hampir semua sekolah berakreditasi baik. Sementara itu untuk sekolah di daerah terluar, masih berupaya untuk meningkatkan kualitas baik tenaga guru maupun fasilitas pendukung.

   “Dalam hal penerapan kurikulum merdeka, kalau Kota Jayapura dan Jayapura sudah diterapkan, tapi Kerom dan di daerah Pegunungan masih kita dorong,” ujarnya.

Baca Juga :  Amankan Pendaftaran Pilkada, Polresta Siagakan 400 Personel 

JAYAPURA-Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) Provinsi Papua Veronika Urip Indiastuti mengatakan di usia 50 Tahun, YPPK telah memiliki 134 sekolah, masing masing tersebar di Kota Jayapura,2 Kabupaten Jayapura, Keerom, Pegunungan Bintang dan Jayawijaya.

   “Kalau di tahun 2024 ini, kami baru buka dua sekolah baru yaitu SMP YPPK Juru Selamat Jayapura di Koya Timur, dan SMK St. Fransiskus Asisi Kimbim, di Jayawijaya,” jelas Veronika pada acara jalan sehat memeriahkan HUT YPPK Ke-50 di SMA Katada, Kamis (22/8) kemarin.

  Perkembangan dari waktu ke waktu cukup signifikan, salah satunya peserta didik. Sekolah yang dirintis oleh para misionaris ini, kata dia, cukup diminati masyarakat di tanah Papua.

Baca Juga :  Terpilih Menjadi Rektor, Mabui Akan Jadikan Uniyap Unggul di Kawasan Timur

  Perkembangan ini tidak terlepas daripada visi dan misi, dimana salah satu yang menjadi prioritas menyeleksi tenaga guru yang punya kualitas dan kuantitas yang tinggi. “Setiap 6 bulan tenaga guru di YPPK direvisi, bagi yang hasilnya baik akan dilanjutkan, demikian yang tidak akan dipertimbangkan, ini salah satu langkah untuk mendorong kualitas pendidikan di YPPK,” jelasnya.

  Khusus di Kota Jayapura, dan Kabupaten Jayapuea, hampir semua sekolah berakreditasi baik. Sementara itu untuk sekolah di daerah terluar, masih berupaya untuk meningkatkan kualitas baik tenaga guru maupun fasilitas pendukung.

   “Dalam hal penerapan kurikulum merdeka, kalau Kota Jayapura dan Jayapura sudah diterapkan, tapi Kerom dan di daerah Pegunungan masih kita dorong,” ujarnya.

Baca Juga :  Aparatur Kampung Harus Kerjasama Layani Masyarakat

Berita Terbaru

Artikel Lainnya