Para Guru Wajib Ikuti Perkembangan Teknologi

JAYAPURA – Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., membuka secara resmi Workshop Transformasi Digital Organisasi kerjasama PGRI-EI Consortium Project, di Hotel Green Abe Jayapura, Kamis (22/8)

  Acara ini merupakan bentuk penguatan program mandatori melalui optimalisasi tugas dan fungsi APKS PGRI, SLCC PGRI, LKBH PGRI dan DKGI PGRI serta pengelolaan keanggotaan dan keuangan organisasi (KTA Digital).

   Workshop Transformasi Digital Organisasi dihadiri oleh 61 orang perwakilan guru dan pengurus PGRI Kab/Kota dari empat (4) Daerah Otonom Baru (DOB) Papua. Salah satu agenda dalam workshop terkait dengan KTA Digital yang telah diupgrade untuk melayani system informasi keanggotaan PGRI dengan fitur yang baru seperti karya guru, aspirasi guru dan juga lindungi guru.

Baca Juga :  DPRD Desak Dinkes Segera Ungkap Penyebab Kasus Muntaber

   “Workshop ini dilakukan di semua provinsi Indonesia. Ini merupakan bagian utama dari mandatori PGRI untuk melakukan transformasi PGRI sesuai dengan kebutuhan. Jadi berbagai hal yang terkait dengan masalah internal, penataan keanggotaan kemudian memberikan perlindungan, mengadvokasi guru, kemudian isu-isu tentang kepemimpinan perempuan dan berbagai isu-isu yang akan dimasukan kedalam transformasi digital, dan bagaimana organisasi dikelola secara digital,” jelas Prof Unifah kepada Cenderawasih Pos, Kamis (23/8) malam.

   Prof. Dr. Unifah menambahkan bahwa para guru harus siap menghadapi perubahan digitalisasi dalam proses pembelajaran. Pengurus Besar (PB) PGRI sangat menyadari hal ini, dan sebagai langkah untuk memperkuat transformasi digital dalam organisasi, PB PGRI mengadakan Workshop Transformasi Digital PGRI. Ia mengatakan dalam era yang semakin digital, penguasaan kemampuan digital menjadi hal yang sangat penting, terutama dalam pengelolaan organisasi.

Baca Juga :  Kebijakan Pemerintah Terhadap Lingkungan Masih Lemah

JAYAPURA – Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., membuka secara resmi Workshop Transformasi Digital Organisasi kerjasama PGRI-EI Consortium Project, di Hotel Green Abe Jayapura, Kamis (22/8)

  Acara ini merupakan bentuk penguatan program mandatori melalui optimalisasi tugas dan fungsi APKS PGRI, SLCC PGRI, LKBH PGRI dan DKGI PGRI serta pengelolaan keanggotaan dan keuangan organisasi (KTA Digital).

   Workshop Transformasi Digital Organisasi dihadiri oleh 61 orang perwakilan guru dan pengurus PGRI Kab/Kota dari empat (4) Daerah Otonom Baru (DOB) Papua. Salah satu agenda dalam workshop terkait dengan KTA Digital yang telah diupgrade untuk melayani system informasi keanggotaan PGRI dengan fitur yang baru seperti karya guru, aspirasi guru dan juga lindungi guru.

Baca Juga :  Atasi Masalah PPDB, Pemkot Harus Tambah SMA Negeri di Japsel

   “Workshop ini dilakukan di semua provinsi Indonesia. Ini merupakan bagian utama dari mandatori PGRI untuk melakukan transformasi PGRI sesuai dengan kebutuhan. Jadi berbagai hal yang terkait dengan masalah internal, penataan keanggotaan kemudian memberikan perlindungan, mengadvokasi guru, kemudian isu-isu tentang kepemimpinan perempuan dan berbagai isu-isu yang akan dimasukan kedalam transformasi digital, dan bagaimana organisasi dikelola secara digital,” jelas Prof Unifah kepada Cenderawasih Pos, Kamis (23/8) malam.

   Prof. Dr. Unifah menambahkan bahwa para guru harus siap menghadapi perubahan digitalisasi dalam proses pembelajaran. Pengurus Besar (PB) PGRI sangat menyadari hal ini, dan sebagai langkah untuk memperkuat transformasi digital dalam organisasi, PB PGRI mengadakan Workshop Transformasi Digital PGRI. Ia mengatakan dalam era yang semakin digital, penguasaan kemampuan digital menjadi hal yang sangat penting, terutama dalam pengelolaan organisasi.

Baca Juga :  Triwulan Pertama, Nilai Investasi Didominasi Sektor  Perumahan 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya