JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memperketat pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok (bapok) menjelang Hari Raya Idulfitri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas inflasi daerah tetap terjaga serta kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Plt Kepala Disperindag Provinsi Papua, A.Y. Imbenai mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama para distributor guna memastikan kecukupan stok menjelang hari besar keagamaan tersebut.
Menurutnya, menjelang Idulfitri pola konsumsi masyarakat cenderung meningkat sehingga pemerintah perlu memastikan keseimbangan antara ketersediaan barang dan daya beli masyarakat.
“Menjelang hari raya, tingkat konsumsi masyarakat meningkat. Karena itu kami memastikan stok barang tersedia dan harga tetap terkendali agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang,” ucapnya, kepada wartawan, Selasa (24/2).
Sambungnya, dalam rapat koordinasi tersebut, para distributor menyampaikan bahwa stok bahan pokok dalam kondisi aman, bahkan diproyeksikan mencukupi hingga dua bulan setelah Lebaran. “Selain stok fisik yang tersedia di gudang, pasokan tambahan juga masih dalam proses pengiriman ke Jayapura,” katanya.
Imbenai menegaskan, pemerintah tidak hanya menerima laporan secara administratif, tetapi juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) gabungan ke pasar modern, pasar tradisional, serta gudang distributor untuk memastikan ketersediaan barang secara langsung di lapangan.
“Kami akan turun ke pasar dan gudang untuk memastikan barang yang dilaporkan benar-benar tersedia secara fisik,” tegasnya.
JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memperketat pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok (bapok) menjelang Hari Raya Idulfitri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas inflasi daerah tetap terjaga serta kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Plt Kepala Disperindag Provinsi Papua, A.Y. Imbenai mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama para distributor guna memastikan kecukupan stok menjelang hari besar keagamaan tersebut.
Menurutnya, menjelang Idulfitri pola konsumsi masyarakat cenderung meningkat sehingga pemerintah perlu memastikan keseimbangan antara ketersediaan barang dan daya beli masyarakat.
“Menjelang hari raya, tingkat konsumsi masyarakat meningkat. Karena itu kami memastikan stok barang tersedia dan harga tetap terkendali agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang,” ucapnya, kepada wartawan, Selasa (24/2).
Sambungnya, dalam rapat koordinasi tersebut, para distributor menyampaikan bahwa stok bahan pokok dalam kondisi aman, bahkan diproyeksikan mencukupi hingga dua bulan setelah Lebaran. “Selain stok fisik yang tersedia di gudang, pasokan tambahan juga masih dalam proses pengiriman ke Jayapura,” katanya.
Imbenai menegaskan, pemerintah tidak hanya menerima laporan secara administratif, tetapi juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) gabungan ke pasar modern, pasar tradisional, serta gudang distributor untuk memastikan ketersediaan barang secara langsung di lapangan.
“Kami akan turun ke pasar dan gudang untuk memastikan barang yang dilaporkan benar-benar tersedia secara fisik,” tegasnya.