Penjual komoditas Pertanian dan kios sembako di Pasar Pharaa Sentani, Sumarni, mengaku jika harga tomat sudah kembali normal dari seminggu lalu. “saat ini tomat Rp 20 ribu/kg, turun dari Rp 50 ribu/kg, sementara bawang merah yang tadinya R
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Keerom AKP Jetny Sohilait, bersama personel Unit Tipidter Polres Keerom dengan menyasar sejumlah titik penjualan bahan pokok di Kampung Yuwanain, Distrik Arso, Kabupaten Keerom.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, pergerakan harga sejumlah barang pokok dan komoditas sayuran di Pasar Sentral Timika, Kabupaten Mimika, mulai merangkak naik. Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Mimika disinyalir menjadi pemicu
Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit kian "pedas" dan menyentuh angka Rp 100.000 per kilogram. Tidak hanya itu, komoditas bawang juga ikut merangk
Seorang pedagang di Pasar Youtefa, Sulastri (53) menyebut, harga cabai rawit kini berangsur turun dari sebelumnya Rp 180 ribu per kilogram menjadi Rp 140 ribu per kilogram. Kemudian cabe hijau dan merah panjang masih sta
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Hypermart Mall Jayapura. Sidak ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok serta stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 H
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri mengingatkan para kepala daerah di wilayah Papua untuk memantau langsung ketersediaan bahan pokok serta menjaga stabilitas harga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Masing-masing paket berisikan beras lima kilogram, gula pasir satu kilogram, minyak goreng satu liter, dan tepung terigu satu kilogram dengan harga Rp90 ribu per paket," katanya di sela upacara peringatan HUT ke-116 Kot
Kepala Bidang Pangan, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Papua Selatan Frederick Hendrik Endeboy ditemui mengungkapkan, gerakan pangan murah ini akan berlangsung selama 2 hari. ‘’GPM ini akan berlangsung selama 2 ha
“Kami berharap para pengusaha, pedagang, distributor, termasuk pasar-pasar modern, dapat menjaga harga agar tidak terjadi lonjakan dari harga yang ada saat ini. Ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.
Sidak tersebut dilakukan bersama Kapolresta Jayapura Kota, Ketua Pengadilan Negeri Jayapura, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, didampingi Asisten II Setda Kota Jayapura, Abdul Majid. Pertemuan ini dihadiri para distributor, instansi teknis, unsur Forkopimda, serta seju
Menurutnya, menjelang Idulfitri pola konsumsi masyarakat cenderung meningkat sehingga pemerintah perlu memastikan keseimbangan antara ketersediaan barang dan daya beli masyarakat.
Ketua Satgas Saber Pangan PapuaKetua Satgas Saber Pangan Papua yang juga sebagai Direktur Reskrimsus Polda Papua Kombes Pol Rama Samtama Putra, S,IK, M.Si, MH menyatakan usai tiba di Wamena tim melaksanakan supervisi dan
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Alamsyah Ali menjelaskan, berdasarkan hasil kesepakatan bersama, pengecekan difokuskan pada dua titik utama, yakni retail modern Toko Saga Kemiri d
Kanit 2 Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Papua, AKP Fredy Nixon J. Simatauw, mengatakan Satgas Pangan Polda Papua secara rutin melakukan pemantauan harga dan distribusi bahan pokok di pasar maupun tingkat distribu
Pemantauan diawali di Pasar Sentral Hamadi. Dari hasil pengecekan di sejumlah kios, harga beras SPHP tercatat Rp13.500 per kilogram, minyak goreng Minyak Kita Rp16.700 per liter, bawang merah dan bawang putih masing-m
Selain stok, Disperindag Papua juga memastikan harga bahan pokok relatif stabil. Menurut Imbenai, jika terjadi kenaikan harga, hal tersebut masih dalam batas wajar dan disebabkan oleh mekanisme pasar.
Sidak yang dilakukan Pemerintah Kota Jayapura ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman serta harga tetap stabil, sehingga warga dapat menyambut Natal dan Tahun Baru dengan tenang
Menurut Mutmainah, pihaknya secara rutin melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar tradisional, toko, serta distributor guna memastikan tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang dapat merugikan masyarakat.
Gubernur mengatakan, dinamika ekonomi global dan nasional masih penuh ketidakpastian. Berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi harga komoditas global, hingga gangguan rantai pasokan, secara langsung maupun tidak langsung
Makanuay mengakui, siapa saja penerima paket bantuan Pemprov Papua diserahkan sepenuhnya kepada pemda melalui dinas sosial setempat. Ia menyebut, untuk paket sembako warga di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori diserahkan
Gerakan Pangan Murah ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob. Pantauan media ini, sejak pukul 08.30 WIT masyarakat sudah mulai berdatangan dan memadati setiap stan-stan distributor meski kegi
Ketersediaan bahan pokok di Papua, termasuk Minyakita tercukupi pasca Lebaran. Meski stoknya tercukupi, namun khusus Minyakita ada sebagian yang dijual tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET) di pasar. Hal ini disebabk
Seperti halnya, cabai rawit Rp 70 ribu/kg, cabai keriting Rp 60 ribu/kg, tomat Rp 10 ribu/kg, bawang merah Rp 60 ribu/kg, bawang putih Rp 50 ribu/kg.
Sayuran seperti kol Rp 20 ribu/kg, kentang Rp 22 ribu/kg, wortel Rp 2
Ambri menambahkan terkhusus untuk Tomat mengalami penurunan harga dari harga sebelumnya Rp 12.000/ kilogram kini kembali dengan harga Rp 7.000 per kilogram. Sementara itu untuk harga berbagai jenis cabai telah kembali
Kepala Dinas Pewindakop Papua Selatan Laurensius Waimu, S.Sos, yang memimpin langsung pemantauan ketersediaan Bapok di sejumlha distributor tersebut mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini dalam rangka memantau bahan pokok khususnya di Kabupaten Merauke, Papua selatan, lebih fokus pada Minyakita.
Tidak seperti tahun lalu, bahkan para pedagang turut mempertanyakan penyebab daya beli masyarakat menurun apakah dikarenakan pemotongan anggaran, atau karena perputaran ekonomi sedang melambat.
Menurutnya, harga Bapok selama bulan Ramadan, biasanya terjadi kenaikan harga disebabkan semakin membludaknya tingkat permintaan dan kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan ini agar harga tetap stabil.
Pj. Bupati Jayapura, Samuel Siriwa menjelaskan, biasanya Pemda akan memberikan surat edaran ketempat -tempat penjualan miras, maupun tempat-tempat pijat, untuk menaati aturan selama puasa -hari raya.
Andi (38) salah satunya pedagang di pasar Otonom menyebut harga Bapok di pasar itu masih terpantau normal. Menurutnya, beberapa harga komoditas jualannya itu bervariasi, misalnya harga Tomat Rp 12.000/kg dari harga sebelumnya Rp 8.000/kg, Cabai Rawit Rp 70.000/Kg dari sebelumnya Rp 100.000-120.000/Kg.
“Terkait dengan kesiapan menjelang hari besar keagamaan, BPN sudah menganjurkan kepada kami untuk menggelar pasar murah. Baik menjelang Ramadan maupun Idulfitri,” ungkap Lunanka.
"Jadi untuk ketahanan stok beras kita mencukupi masih bisa bertahan empat sampai lima bulan ke depan, sehingga dalam menghadapi puasa dan Hari Raya Idul Fitri stok bahan pokok termasuk beras di Perum Bulog Kanwil Papua tidak ada masalah," ungkap Jusri Pakke saat ditemui awak media di Kantor Perum Bulog Kanwil Papua, di Kota Jayapura
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan Linda CH Wellikin di Wamena, Rabu mengatakan kerja sama tersebut menghubungan dua daerah yakni Timika, Kabupaten Mimika dan Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Kepala Dinas Disprindakop Kota Jayapura, Robert L.N Awi menyampaikan, menjelang Bulan Ramadan, pihaknya sudah membuatkan jadwal untuk melakukan peninjauan lapangan.
Frence mengatakan, gerakan pangan murah atau pasar murah ini merupakan inisiatif terakhir tahun ini untuk mendukung stabilitas pangan menjelang Nataru. "Kita membuat Gerakan Pangan Murah dalam rangka ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat. Ini juga merupakan upaya pengendalian inflasi, terutama di Kabupaten Nabire dan Mimika," kata dia.
"Jadi ada petugas kami yang turun ke lapangan untuk langsung melakukan pengecekan harga barang sipasar setiap hari dan dari hasil pantauwan itu belum ada barang yang mengalami kenaikan yang memberatkan daya beli masyarakat,"kata Sammy
Ramses menyebut harga barang di Pasar Hamadi fluktuatif, tidak terjadi gejolak harga yang signifikan. “Harga ayam kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu, saya rasa masih terjangkau. Pemprov melalui Dinas Perdagangan rutin melakukan pemantauan, sehingga tidak terjadi kenaikan yang signifikan, jika naiknya Rp 1000 hingga Rp 2000 itu masih wajar,” ungkapnya.
Dia mengatakan sidak ini biasanya dilakukan oleh pemerintah menjelang Natal dan tahun baru atau hari raya keagamaan lainnya. Itu hanya untuk memastikan ketersediaan barang dan harga barang di pasaran.
Hal itu disampaikan Ketua Aprindo Papua, Harris Manuputhy. Pihaknya memastikan Bahan Pokok (Bapok) dalam keadaan stabil. "Bahkan kami anggota Aprindo telah menyiapkan kebutuhan stok untuk menyambut Nataru, jadi bisa dipastikan stok Bapok aman dan harganya tetap stabil, " katanya
Harga Bahan pokok (Bapok) di Pasar tradisional Youtefa, Distrik Abepura, Kota Jayapura terpantau naik. Para pedagang mengaku harga beras dan kebutuhan pokok lainnya di pasar tersebut mengalami kenaikan.
Ia menyampaikan kemungkinan rencana pengecekan itu akan dilakukan pada awal April mendatang, sementara saat ini Dinas Perindakop sedang melakukan sidak di Pasar tradisional seperti Pasar Youtefa, Entrop, Hamadi, Numbay, dan Koya timur.
Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri dan Sarana Perdagangan Dinas Perindag Provinsi Papua, Baji Idrus menjelaskan, untuk harga komoditi pertanian masih stabil, bahkan harga cabai rawit yang sering naik dan turun, kini terpantau normal.
Dalam pengawasan tersebut, pihaknya memang tidak menemukan produk yang dijual yang tidak sesuai standar BPOM, namun menemukan produk yang direturn, atau ditarik kembali oleh distributor.
Menurut Jeri, Pemerintah melalui organisasi perangkat daerah pengampu urusan ekonomi, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan kabupaten/kota, Bulog dan stakeholder lainnya terus melakukan monitoring pergerakan stok, harga dan rantai distribusi.
“Yang pertama cabai naiknya cukup tinggi, itu Rp 150.000 sampai Rap 160 ribu per kg, cabai keriting 100 ribu per kilo biasanya naiknya itu 60 sampai 70.000. Jadi melonjaknya sangat tinggi,"
Plt. Asisten II Setda Papua, Suzana Wanggai mengatakan, dari sidak tersebut dipastikan ketersediaan BBM cukup. Begitu pun dengan stok LPG dan minyak tanah dalam kondisi aman selama Nataru.
‘’Kita kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke. Jadi kami bekerja sama untuk memastikan pertama keamanan pangan menjelang Natal dan tahun baru. Ini kami sudah jalan di Kota dan beberapa distrik seperti Ulilin, Jagebob.Kami minta kerja sama dengan stakeholder, ada Dinas Kesehatan, Perindakop dan pelaku sendiri,’’ jelasnya.
“Dinas Disperandagkop akan melakukan pengawasan kepada distributor ataupun ritel agar mereka tidak melakukan penimbunan atau menaikkan harga barang sesuai dengan kemauan mereka,” ucap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua, Jeri Agus Yudianto, kepada Cenderawasih Pos, Senin (11/12).