alexametrics
27.6 C
Jayapura
Saturday, May 21, 2022

Aplikasikan Ilmu Untuk Membangun Papua

107 Mahasiswa FISIP Uncen Ikuti Yudisium Secara Virtual

JAYAPURA_ Fakultas Ilmu Sosial  dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih   menggelar yudisium periode I lulusan program strata dua (S2) dan Strata satu (S1) FISIP tahun akademik 2021/2022. Yudisium ini diikuti 107 mahasiswa Uncen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang dilakukan secara virtual, dimana S1 sebanyak 103 orang dan S2 sebanyak 4 orang, Kamis (24/2)

  Dekan FISIP Uncen Marlina Flassy S. SOS MHum PhD berharap mereka yang diyudisium  ini bisa bekerja membantu meningkatkan peningkatan SDM. Namun lebih dari itu, membantu pemerintah maupun masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat Papua dengan pengetahuan yang dimiliki bisa disumbangkan. Artinya, ilmu tersebut bisa diapilkasikan untuk membangun Papua.

  “Ilmu yang mereka dapatkan sekian lama di kampus lewat bangku kuliah bisa digunakan untuk membangun daerah mereka, terutama peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat Papua itu sendiri,” kata Marlina kepada Cenderawasih Pos.

  Menurut Marlina, banyak anak anak dari FISIP yang membantu orang orang disabilitas ataupun dengan pengetahuan dari bidang yang lain bekerja sebagai Diploma, Keimigrasian dan bidang mana saja.

Baca Juga :  Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilakukan dengan Dua Shift

   Ia berharap, ilmu yang mereka dapatkan bisa digunakan untuk membantu pemerintah. Selain itu, ketika kembali ke daerah masing masing bisa membangun daerahnya. Sehingga daerahnya lebih maju dari saat ini.

   “Kesuksesan mereka saat ini bisa memotivasi adik adik mereka yang ada di daerah untuk bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Point lainnya membuat suatu kebanggaan untuk Pemerintah Daerah bahwa ada anak anak dari daerah itu yang mencapai gelar sarjana,” tuturnya.

  FISIP, menurut Marlina, lahir bersama berdirinya Kampus Universitas Cenderawasih pada 10 November 1962 tepatnya 59 tahun silam sudah melahirkan para sarjana yang luar biasa dan sukses di tanah ini.

  “Jumlah lulusan kita sudah tidak bisa kita hitung, ada puluhan ribu. Rata rata dalam setahun hampir seribu orang yang kita luluskan, jumlah lulusan FISIP itu sama banyaknya dengan lulusan Uncen. Sebab, FISIP Fakultas terbesar kedua di Uncen dan merupakan Fakultas tertua di Uncen,” bebernya.

Baca Juga :  Pemuda Maluku  Diharapkan Jadi Agen Perubahan di Tanah Papua

   Ia berharap kedepan FISIP tidak hanya terus meningkatkan lulusan, tetapi juga menambah jumlah tenaga pengajar. Karena saat ini adanya keterbatasan tenaga pengajar, dimana tidak seimbang dengan jumlah mahasiswa. Terdapat 79 dosen dengan jumlah mahasiswa FISIP sebanyak 4000.

   Sementara itu Pembantu  Dekan I FISIP  Uncen  Dr. Melyana R.Pugu, SIP.,MSi berharap mahasiswa yang sudah yudisium hari ini bisa mempersiapkan diri untuk ikut wisuda Maret mendatang. “Mereka juga harus mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia kerja, supaya tanah Papua sekarang dengan segala dinamikanya mereka bisa menyesuaikan dan bisa memberikan sumbangsih bagi tanah ini,” ucapnya.

  Ia juga mengatakan Yudisium dilakukan secara virtual karena pandemi, membatasi interaksi. Dimana peserta Yudisium ada di rumah masing masing dan yang hadir saat pembacaan nama nama yang yudisium adalah Dekan, Kaprodi, dosen dan Ketua Jurusan. (fia/tri)

107 Mahasiswa FISIP Uncen Ikuti Yudisium Secara Virtual

JAYAPURA_ Fakultas Ilmu Sosial  dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih   menggelar yudisium periode I lulusan program strata dua (S2) dan Strata satu (S1) FISIP tahun akademik 2021/2022. Yudisium ini diikuti 107 mahasiswa Uncen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang dilakukan secara virtual, dimana S1 sebanyak 103 orang dan S2 sebanyak 4 orang, Kamis (24/2)

  Dekan FISIP Uncen Marlina Flassy S. SOS MHum PhD berharap mereka yang diyudisium  ini bisa bekerja membantu meningkatkan peningkatan SDM. Namun lebih dari itu, membantu pemerintah maupun masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat Papua dengan pengetahuan yang dimiliki bisa disumbangkan. Artinya, ilmu tersebut bisa diapilkasikan untuk membangun Papua.

  “Ilmu yang mereka dapatkan sekian lama di kampus lewat bangku kuliah bisa digunakan untuk membangun daerah mereka, terutama peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat Papua itu sendiri,” kata Marlina kepada Cenderawasih Pos.

  Menurut Marlina, banyak anak anak dari FISIP yang membantu orang orang disabilitas ataupun dengan pengetahuan dari bidang yang lain bekerja sebagai Diploma, Keimigrasian dan bidang mana saja.

Baca Juga :  Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilakukan dengan Dua Shift

   Ia berharap, ilmu yang mereka dapatkan bisa digunakan untuk membantu pemerintah. Selain itu, ketika kembali ke daerah masing masing bisa membangun daerahnya. Sehingga daerahnya lebih maju dari saat ini.

   “Kesuksesan mereka saat ini bisa memotivasi adik adik mereka yang ada di daerah untuk bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Point lainnya membuat suatu kebanggaan untuk Pemerintah Daerah bahwa ada anak anak dari daerah itu yang mencapai gelar sarjana,” tuturnya.

  FISIP, menurut Marlina, lahir bersama berdirinya Kampus Universitas Cenderawasih pada 10 November 1962 tepatnya 59 tahun silam sudah melahirkan para sarjana yang luar biasa dan sukses di tanah ini.

  “Jumlah lulusan kita sudah tidak bisa kita hitung, ada puluhan ribu. Rata rata dalam setahun hampir seribu orang yang kita luluskan, jumlah lulusan FISIP itu sama banyaknya dengan lulusan Uncen. Sebab, FISIP Fakultas terbesar kedua di Uncen dan merupakan Fakultas tertua di Uncen,” bebernya.

Baca Juga :  Selesai Walikota, Bantu Kemensos, Menuju Papua 1

   Ia berharap kedepan FISIP tidak hanya terus meningkatkan lulusan, tetapi juga menambah jumlah tenaga pengajar. Karena saat ini adanya keterbatasan tenaga pengajar, dimana tidak seimbang dengan jumlah mahasiswa. Terdapat 79 dosen dengan jumlah mahasiswa FISIP sebanyak 4000.

   Sementara itu Pembantu  Dekan I FISIP  Uncen  Dr. Melyana R.Pugu, SIP.,MSi berharap mahasiswa yang sudah yudisium hari ini bisa mempersiapkan diri untuk ikut wisuda Maret mendatang. “Mereka juga harus mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia kerja, supaya tanah Papua sekarang dengan segala dinamikanya mereka bisa menyesuaikan dan bisa memberikan sumbangsih bagi tanah ini,” ucapnya.

  Ia juga mengatakan Yudisium dilakukan secara virtual karena pandemi, membatasi interaksi. Dimana peserta Yudisium ada di rumah masing masing dan yang hadir saat pembacaan nama nama yang yudisium adalah Dekan, Kaprodi, dosen dan Ketua Jurusan. (fia/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/