Dinas Perikanan Latih Pemuda di 10 Kampung Adat

JAYAPURA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, melalui Dinas Perikanan memberikan pelatihan pengolahan, khususnya komoditas ikan bagi pemuda di 10 kampung adat di daerah itu.

“Program ini sementara kami kembangkan di 10 kampung adat. Jadi kami memberikan pelatihan pengolahan komoditas ikan yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomis menjadi produk yang bernilai kepada pemuda untuk mendorong wirausaha muda di sektor perikanan,” kata Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura Matheys Sibi di Jayapura, Senin (20/4).

Menurut Sibi, komoditas ikan yang tidak memiliki nilai ekonomis seperti ikan gete-gete dan ikan kepala batu serta ikan louhan dari Danau Sentani masih bisa diolah menjadi abon dan juga bakso ikan. “Ini merupakan upaya kami untuk mengangkat komoditas lokal melalui inovasi pengolahan sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar dia.

Baca Juga :  MBG Jadi Rp8.000/Porsi, Wali Kota Khawatirkan Kualitas Gizi Anak

Dinas berharap program tersebut dapat terus berjalan, sehingga dukungan anggaran seperti dari dana kampung sangat diperlukan agar kaum muda di 10 kampung adat mampu berwirausaha, lanjutnya. “Pengembangan potensi diri terutama bagi pemuda sangat penting guna menciptakan generasi berdaya saing,” katanya lagi.

JAYAPURA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, melalui Dinas Perikanan memberikan pelatihan pengolahan, khususnya komoditas ikan bagi pemuda di 10 kampung adat di daerah itu.

“Program ini sementara kami kembangkan di 10 kampung adat. Jadi kami memberikan pelatihan pengolahan komoditas ikan yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomis menjadi produk yang bernilai kepada pemuda untuk mendorong wirausaha muda di sektor perikanan,” kata Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura Matheys Sibi di Jayapura, Senin (20/4).

Menurut Sibi, komoditas ikan yang tidak memiliki nilai ekonomis seperti ikan gete-gete dan ikan kepala batu serta ikan louhan dari Danau Sentani masih bisa diolah menjadi abon dan juga bakso ikan. “Ini merupakan upaya kami untuk mengangkat komoditas lokal melalui inovasi pengolahan sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar dia.

Baca Juga :  MBG Jadi Rp8.000/Porsi, Wali Kota Khawatirkan Kualitas Gizi Anak

Dinas berharap program tersebut dapat terus berjalan, sehingga dukungan anggaran seperti dari dana kampung sangat diperlukan agar kaum muda di 10 kampung adat mampu berwirausaha, lanjutnya. “Pengembangan potensi diri terutama bagi pemuda sangat penting guna menciptakan generasi berdaya saing,” katanya lagi.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya