Menurutnya, Gubernur Papua telah memahami seluruh persoalan tersebut dan dalam waktu dekat akan memanggil Rektor Universitas Cenderawasih untuk membahas langkah lanjutan sebelum proses pengembalian resmi dilakukan.
“Beliau mungkin satu-dua hari akan panggil Rektor, setelah itu baru dipindahkan kembali ke Dok II,” kata dr. Apter.
dr. Apter menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Papua atas perhatian dan langkah yang dinilai bijaksana dalam menyikapi persoalan tersebut.
Menurutnya, pendidikan kedokteran bukan sekadar proses akademik, melainkan menyangkut masa depan pelayanan kesehatan di Tanah Papua.
“Setiap mahasiswa kedokteran yang belajar hari ini adalah dokter yang kelak akan melayani di kampung-kampung terpencil, menolong ibu melahirkan, menyelamatkan anak-anak dari penyakit yang bisa dicegah, dan menghadirkan harapan di daerah yang jauh dari akses kesehatan,” tuturnya.
Ia menegaskan, hambatan dalam proses pendidikan kedokteran bukan hanya persoalan institusi, tetapi menyangkut masa depan kesehatan rakyat Papua secara keseluruhan.
“Kami berharap dengan adanya respon dari Gubernur, maka proses pendidikan profesi dokter FK Uncen dapat kembali berjalan optimal, berstandar, dan berkelanjutan di rumah sakit pendidikan utama di Papua,” pungkas dr. Apter. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Menurutnya, Gubernur Papua telah memahami seluruh persoalan tersebut dan dalam waktu dekat akan memanggil Rektor Universitas Cenderawasih untuk membahas langkah lanjutan sebelum proses pengembalian resmi dilakukan.
“Beliau mungkin satu-dua hari akan panggil Rektor, setelah itu baru dipindahkan kembali ke Dok II,” kata dr. Apter.
dr. Apter menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Papua atas perhatian dan langkah yang dinilai bijaksana dalam menyikapi persoalan tersebut.
Menurutnya, pendidikan kedokteran bukan sekadar proses akademik, melainkan menyangkut masa depan pelayanan kesehatan di Tanah Papua.
“Setiap mahasiswa kedokteran yang belajar hari ini adalah dokter yang kelak akan melayani di kampung-kampung terpencil, menolong ibu melahirkan, menyelamatkan anak-anak dari penyakit yang bisa dicegah, dan menghadirkan harapan di daerah yang jauh dari akses kesehatan,” tuturnya.
Ia menegaskan, hambatan dalam proses pendidikan kedokteran bukan hanya persoalan institusi, tetapi menyangkut masa depan kesehatan rakyat Papua secara keseluruhan.
“Kami berharap dengan adanya respon dari Gubernur, maka proses pendidikan profesi dokter FK Uncen dapat kembali berjalan optimal, berstandar, dan berkelanjutan di rumah sakit pendidikan utama di Papua,” pungkas dr. Apter. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q