JAYAPURA- Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, bersama Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi dan Kota Jayapura, melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok makanan di sejumlah ritel modern di Kota Jayapura, Selasa (17/3) siang.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Hypermart Mall Jayapura. Sidak ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok serta stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah, sekaligus sebagai langkah pengendalian inflasi di daerah.
Gubernur Matius Fakhiri mengatakan, pasar modern memiliki peran strategis dalam menjamin ketersediaan kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri. “Dari hasil pemantauan, kami melihat ada beberapa harga bahan pokok yang cenderung turun. Ini tentu menjadi kabar baik dan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang hari raya,” ujarnya.
Ia berharap kondisi harga yang relatif stabil, bahkan menurun tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat, tidak hanya bagi umat Muslim yang akan merayakan Idul Fitri, tetapi juga masyarakat umum dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Jayapura. “Kami harap masyarakat bisa memanfaatkan kondisi ini untuk berbelanja, baik di pasar tradisional maupun pasar modern,” tambahnya.
Lebih lanjut, Matius menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan bahan pokok tidak hanya saat hari raya, tetapi juga hingga dua pekan setelah Idul Fitri. Ia meminta para distributor dan pelaku usaha memastikan pasokan tetap tersedia di gudang maupun toko.
“Ketersediaan bahan pokok ini tidak hanya sampai hari raya, tetapi minimal dua minggu setelahnya harus tetap tersedia. Ini penting agar masyarakat merasa
aman dan nyaman,” tegasnya.
Gubernur juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menginstruksikan seluruh kepala daerah di Papua, baik bupati maupun wali kota, untuk melakukan sidak serupa di wilayah masing-masing. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan harga akibat kelangkaan barang.
“Saya sudah minta semua kepala daerah turun langsung ke lapangan melakukan sidak pasar, sehingga kondisi stok dan harga bisa terpantau dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah distribusi barang dari Pulau Jawa ke Papua yang membutuhkan waktu cukup lama. Matius menyebutkan, proses pengiriman melalui jalur laut bisa memakan waktu hingga dua minggu untuk perjalanan pulang-pergi.
“Distribusi dari Jawa ke Papua ini perlu diperhitungkan dengan baik. Semua pihak, baik pengelola pasar, hotel, maupun pelaku usaha, harus memastikan pasokan tidak terhambat,” pungkasnya.
Sidak yang dipimpin langsung Gubernur Papua, Matius D. Fakiri, digelar Selasa (17/3) dengan titik awal di halaman Kantor Gubernur Papua, Dok II Jayapura. Tim kemudian bergerak ke sejumlah lokasi strategis, mulai dari pusat perbelanjaan, distributor bahan pokok, hingga kantor Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku di Dok VII.