Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta 

    Sementara itu, ​Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Dewan Adat Mamta-Tabi, Yakonias Wabrar, kemudian memaparkan latar belakang sejarah serta progres panjang konsolidasi organisasi yang telah ditempuh. Dewan Adat Mamta-Tabi pertama kali dibentuk pada tahun 1952 dan baru melaksanakan konferensi kedua pada tahun 2016.

   Setelah masa kepengurusan berakhir pada 2019 dan 2021, mandat kepemimpinan dipercayakan kepadanya untuk menjalankan fungsi konsolidasi daerah hingga tingkat bawah.

Hingga tahun 2026 ini, proses konsolidasi kepengurusan telah tuntas dilakukan di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Keerom, Sarmi, Grimenawa, dan yang terbaru adalah Mamberamo Raya.

   Sementara untuk wilayah Defenso Utara dan beberapa daerah lainnya, saat ini masih dalam tahap konsolidasi dan penyelesaian status keabsahan organisasi. Secara keseluruhan, struktur kepengurusan Dewan Adat di wilayah Tabi dipastikan sudah sangat siap, mantap, dan terkonsolidasi dengan baik.

Baca Juga :  Dibersihkan Dua Kali Sepekan, Tumpukan Sampah Terus Muncul

   ​”Tugas kami ini bagaimana membantu para Ondo. Dalam arti kami yang ada di Dewan Adat Tabi adalah di mana representasi atau penjelmaan dari para Ondoafi juga yang ada di sini untuk membantu menjaga hutan mereka, tanah mereka, kemudian kearifan-kearifan lokal mereka yang dimiliki secara adat turun-temurun,” tegas Yakonias.

    Sementara itu, ​Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Dewan Adat Mamta-Tabi, Yakonias Wabrar, kemudian memaparkan latar belakang sejarah serta progres panjang konsolidasi organisasi yang telah ditempuh. Dewan Adat Mamta-Tabi pertama kali dibentuk pada tahun 1952 dan baru melaksanakan konferensi kedua pada tahun 2016.

   Setelah masa kepengurusan berakhir pada 2019 dan 2021, mandat kepemimpinan dipercayakan kepadanya untuk menjalankan fungsi konsolidasi daerah hingga tingkat bawah.

Hingga tahun 2026 ini, proses konsolidasi kepengurusan telah tuntas dilakukan di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Keerom, Sarmi, Grimenawa, dan yang terbaru adalah Mamberamo Raya.

   Sementara untuk wilayah Defenso Utara dan beberapa daerah lainnya, saat ini masih dalam tahap konsolidasi dan penyelesaian status keabsahan organisasi. Secara keseluruhan, struktur kepengurusan Dewan Adat di wilayah Tabi dipastikan sudah sangat siap, mantap, dan terkonsolidasi dengan baik.

Baca Juga :  Pj Gubernur Baru Diharap Bisa Bersinergi dengan Pemkot

   ​”Tugas kami ini bagaimana membantu para Ondo. Dalam arti kami yang ada di Dewan Adat Tabi adalah di mana representasi atau penjelmaan dari para Ondoafi juga yang ada di sini untuk membantu menjaga hutan mereka, tanah mereka, kemudian kearifan-kearifan lokal mereka yang dimiliki secara adat turun-temurun,” tegas Yakonias.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya