Usulkan Pengeras Suara, CCTV hingga Jaring Pengaman

Untuk Tingkatkan Keselamatan Pengunjung Kawasan Jembatan Youtefa

JAYAPURA – Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M., mengusulkan sejumlah langkah untuk meningkatkan keselamatan pengunjung di kawasan Jembatan Youtefa. Mulai dari pemasangan pengeras suara, optimalisasi kamera pengawas (CCTV), hingga pemasangan jaring pengaman di bawah jembatan dinilai perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan.

   Hal itu disampaikan Rustan Saru menyusul masih adanya insiden pengunjung yang terjatuh maupun aktivitas yang membahayakan keselamatan di kawasan ikon wisata Kota Jayapura tersebut.

   Menurut Rustan, Jembatan Youtefa merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

“Orang datang ke Jayapura salah satu tujuan utamanya adalah melihat dan berfoto di Jembatan Youtefa. Ini merupakan ikon wisata yang unik dan menjadi kebanggaan kita,” ujarnya saat ditemui  Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Rabu (15/7).

  Namun, ia mengingatkan bahwa jembatan tersebut berada di atas Teluk Youtefa sehingga setiap pengunjung harus lebih berhati-hati saat menikmati pemandangan.

Baca Juga :  Uncen Akan Kuliah Full Online Mulai 18 Agustus

“Masyarakat harus memahami bahwa jembatan ini berada di atas laut. Jangan naik ke pagar pembatas atau terlalu berisiko saat berswafoto. Kalau lengah karena terlalu asyik berfoto, bisa saja terjatuh,” katanya.

  Untuk meningkatkan keselamatan, Pemerintah Kota Jayapura berencana memasang pengeras suara di beberapa titik jembatan sebagai media penyampaian imbauan kepada para pengunjung.

  “Nantinya akan ada pengumuman melalui pengeras suara yang terus mengingatkan pengunjung agar berhati-hati, tidak memanjat pagar pembatas, dan selalu mengutamakan keselamatan,” jelasnya.

   Selain itu, Rustan mengatakan sistem CCTV yang sudah terpasang perlu dioptimalkan agar pengawasan terhadap aktivitas di kawasan jembatan semakin efektif. Saat ini, pengelolaan jembatan masih berada di bawah kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

  Ia juga mengusulkan pemasangan jaring pengaman di bagian bawah jembatan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kecelakaan. “Di beberapa daerah sudah ada jaring pengaman di bawah jembatan. Kalau ada orang yang terpeleset atau jatuh, masih bisa tertahan sehingga peluang untuk menyelamatkannya lebih besar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sampai 30 Juni, Realisasi PBB Capai 80% lebih

   Menurut Rustan, pelaksanaan berbagai langkah tersebut membutuhkan koordinasi lintas instansi, mulai dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Pemerintah Kota Jayapura, Basarnas, Kepolisian, hingga instansi terkait lainnya.

  “Kita perlu duduk bersama menentukan siapa mengerjakan apa. Dengan begitu penanganannya jelas dan upaya pencegahan bisa dilakukan secara maksimal,” ujarnya.

Selain persoalan keselamatan pengunjung, Rustan juga menyoroti masih adanya aksi balap liar, atraksi berbahaya, serta kendaraan yang parkir di atas jembatan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.

   Ia menegaskan kendaraan roda dua maupun roda empat seharusnya menggunakan area parkir yang telah disediakan di luar kawasan jembatan. “Parkir di atas jembatan mempersempit badan jalan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. Karena itu kendaraan harus diparkir di lokasi yang telah disediakan,” tegasnya.(kim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Untuk Tingkatkan Keselamatan Pengunjung Kawasan Jembatan Youtefa

JAYAPURA – Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M., mengusulkan sejumlah langkah untuk meningkatkan keselamatan pengunjung di kawasan Jembatan Youtefa. Mulai dari pemasangan pengeras suara, optimalisasi kamera pengawas (CCTV), hingga pemasangan jaring pengaman di bawah jembatan dinilai perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan.

   Hal itu disampaikan Rustan Saru menyusul masih adanya insiden pengunjung yang terjatuh maupun aktivitas yang membahayakan keselamatan di kawasan ikon wisata Kota Jayapura tersebut.

   Menurut Rustan, Jembatan Youtefa merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

“Orang datang ke Jayapura salah satu tujuan utamanya adalah melihat dan berfoto di Jembatan Youtefa. Ini merupakan ikon wisata yang unik dan menjadi kebanggaan kita,” ujarnya saat ditemui  Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Rabu (15/7).

  Namun, ia mengingatkan bahwa jembatan tersebut berada di atas Teluk Youtefa sehingga setiap pengunjung harus lebih berhati-hati saat menikmati pemandangan.

Baca Juga :  Tiga Jenazah Korban Jembatan Putus Ditemukan

“Masyarakat harus memahami bahwa jembatan ini berada di atas laut. Jangan naik ke pagar pembatas atau terlalu berisiko saat berswafoto. Kalau lengah karena terlalu asyik berfoto, bisa saja terjatuh,” katanya.

  Untuk meningkatkan keselamatan, Pemerintah Kota Jayapura berencana memasang pengeras suara di beberapa titik jembatan sebagai media penyampaian imbauan kepada para pengunjung.

  “Nantinya akan ada pengumuman melalui pengeras suara yang terus mengingatkan pengunjung agar berhati-hati, tidak memanjat pagar pembatas, dan selalu mengutamakan keselamatan,” jelasnya.

   Selain itu, Rustan mengatakan sistem CCTV yang sudah terpasang perlu dioptimalkan agar pengawasan terhadap aktivitas di kawasan jembatan semakin efektif. Saat ini, pengelolaan jembatan masih berada di bawah kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

  Ia juga mengusulkan pemasangan jaring pengaman di bagian bawah jembatan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kecelakaan. “Di beberapa daerah sudah ada jaring pengaman di bawah jembatan. Kalau ada orang yang terpeleset atau jatuh, masih bisa tertahan sehingga peluang untuk menyelamatkannya lebih besar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Diambil dari Nama Suku yang Punah Karena Kebakaran Hebat, Kini Menyimpan Banyak Cerita Legenda

   Menurut Rustan, pelaksanaan berbagai langkah tersebut membutuhkan koordinasi lintas instansi, mulai dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Pemerintah Kota Jayapura, Basarnas, Kepolisian, hingga instansi terkait lainnya.

  “Kita perlu duduk bersama menentukan siapa mengerjakan apa. Dengan begitu penanganannya jelas dan upaya pencegahan bisa dilakukan secara maksimal,” ujarnya.

Selain persoalan keselamatan pengunjung, Rustan juga menyoroti masih adanya aksi balap liar, atraksi berbahaya, serta kendaraan yang parkir di atas jembatan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.

   Ia menegaskan kendaraan roda dua maupun roda empat seharusnya menggunakan area parkir yang telah disediakan di luar kawasan jembatan. “Parkir di atas jembatan mempersempit badan jalan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. Karena itu kendaraan harus diparkir di lokasi yang telah disediakan,” tegasnya.(kim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya