Diduga jembatan yang menghungkan Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori patah akibat dilintasi truk yang bermuatan berat. Pasalnya, kondisi jembatan kontruksinya dinilai sudah tua dan dibangun sekitar tahun 1980-an dengan kontruksi ka
Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai. Arus lalu lintas di Kota Jayapura, termasuk di Padang Bulan juga terlihat padat pada jam berangkat maupun pulang sekolah. Untuk mengurangi kemac
Merespons tragedi terbaru yang menewaskan seorang pemancing bernama Firman (22) pada, Selasa (14/7) dini hari, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jayapura menegaskan akan segera melakukan evaluasi total terhadap aspek keselamatan di je
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M., mengusulkan sejumlah langkah untuk meningkatkan keselamatan pengunjung di kawasan Jembatan Youtefa. Mulai dari pemasangan pengeras suara, optimalisasi kamera pengawas (CCTV), hingga pe
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua-Papua Pegunungan mengeluarkan pemberitahuan kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi Ruas Jalan Nasional Arso-Waris, khususnya di Jembatan Sawitami 14 (Kali Kabur) pada KM 88+850. Pem
Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun mengatakan, Raperda tersebut merupakan hak inisiatif DPR Papua melalui Komisi IV guna mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang dinilai sangat penting bagi konektivitas antarwilayah di P
Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan sejak hari pertama kejadian, 6 Mei lalu personel Polres Jayawijaya langsung turun ke lokasi untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi korban, Dengan menyisir b
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan hari ke enam ini berhasil mendapatkan 3 korban tambahan yang sudah dalam keadaan meninggal dunia. Menurutnya, tiga jenazah ini tidak ditemukan secara bersam
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20 WIT, di mana tim gabungan bergerak dari Mako Polres Jayawijaya menuju lokasi kejadian di Sungai Wouma. Setibanya di lokasi, pe
Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam mencegah eskalasi konflik antarsuku serta memperkuat pendekatan dialog, rekonsiliasi adat, dan perlindungan terhadap masyarakat si
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus ditemukan 3 orang warga, sementara 2 korban lainnya yakni anak -anak dan balita merupakan korban terseret arus saat keduanya mandi di Jemb
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam. Namun dari sekian banyak ini tujuh diantaranya dinyatakan meninggal. Warga juga tak bisa menyelamatkan diri sebab arus air kali terseb
Perjalanan dilakukan dari Merauke menuju Kampung Tomerau melalui jalur laut dan sungai. Tujuan kunjungan dilakukan untuk meninjau secara langsung jembatan yang menghubungkan Kampung Tomerau dan Kampung Tomer yang rubuh akibat bencana alam.
‘’Tujuan pembangunan jembatan ini untuk menjamin konektivitas antara daerah sehingga roda perekonomian lancar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto dan kami dalam
Yoga menjelaskan, pembangunan jembatan itu bertujuan membuka konektivitas masyarakat yang tinggal di Kampung Mioko untuk datang ke Kota Timika memasarkan hasil pertanian, perikanan dan usaha perekonomian lain.Anggaran pe
Kapolresta menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap rencana aksi yang dapat melumpuhkan urat nadi transportasi di Kota Jayapura tersebut. Sebanyak dua peleton personel kepolisian akan diterjunkan ke l
Kondisi ini menurutnya tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan potensi tindakan kriminal di sekitar area jembatan.
Fakta tersebut terungk
Akibat pencurian tersebut, ikon kebanggaan Papua khususnya Kota Jayapura itu hingga kini tampak gelap gulita pada malam hari. Rustan Saru menilai tindakan tersebut sangat merugikan masyarakat dan pemerintah daerah.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran dan keluhan dari para pengendara serta warga sekitar yang melewati jalan tersebut, khususnya pada malam hari. Berdasarkan informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos di lokasi, Peneranga
Jembatan yang seharusnya dilindungi, dijaga dan dirawat itu, karena merupakan salah satu ikonik di Kota Jayapura dan Papua pada umumnya, kini dicederai dengan ditemukannya botol-botol minuman keras dari berbagai jenis
Pembentukan satgas ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas nasional, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur dasar. Papua menjadi salah satu daerah yang berpoten
"Saya minta TNI dan Polri untuk juga kerahkan semua batalion zeni, semua batalion teritori pembangunan, semua kompi konstruksi dan kompi-kompi lain. Semua terjun, turun ke desa-desa tersebut, cari titik-titik, saya minta
Kapolsek Demta, Ipda Ignatius Sepbiantoro, S.H., bersama Ps. Kasium Bripka Chairul Marwan langsung turun ke lokasi kejadian. Kapolsek Demta, Ipda Ignatius Sepbiantoro, S.H., menjelaskan, setiba di lokasi, pihaknya mendap
Jembatan yang memiliki panjang sekitar 500 meter dengan bentangan sekitar 450 meter dan lebar 7 meter itu telah selesai di bangun tahun 2025 ini yang peganggarannya bersumber dari APBN.
Kondisi ini ternyata disebabkan oleh adanya pekerjaan perbaikan dinding tebing di ruas Jalan Ring Road, yang menghubungkan kawasan Jayapura dan Abepura yang sedang dilakukan pengikisan. Demi menjaga keselamatan pengguna
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, melalui Kasat Lantas AKP Muh. Akbar, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut berawal saat personel Satlantas tengah melaksanakan strong point pengaturan da
Setiba di lokasi, Bupati Mote menyampaikan keprihatinan atas kondisi jembatan yang ambruk dan menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten akan segera mengusulkan pembangunan jembatan baru kepada Pemerintah Provinsi Papua. Lang
Beberapa bagian tanpak alami kerusakan serius, bau tak sedap dari tumpukan sampah dan gelap saat malam hari. Sepertinya tidak mendapatkan perhatian serius dari instansi terkait. Terlihat beberapa siswa berinisiatif mempe
Kepala Dinas Perhubungan Darat Kabupaten Jayawijaya Yudha D Daby, S,Sos mengatakan proses pembangunan jembatan timbang di jalan trans Wamena - Jayapura sedang dalam tahapan perencanaan untuk dibangun pada tahun ini.
Jembatan kedua bahkan belum pernah dibangun permanen. Untuk bisa menyeberang, warga hanya mengandalkan batang kayu log dan bambu yang ditata seadanya. Diikat menggunakan kabel hitam tipis. Kondisi ini tentu berisiko ting
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sarmi, Anton Siga, mengungkapkan bahwa dirinya sempat berupaya memaksimalkan penggunaan jembatan timbang tersebut setelah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kadishub. Namun, upaya i
‘’Salah satu solusi yang bisa kita lakukan dengan membuat jembatan darurat agar masyarakat yang ada di sana tetap bisa melakukan akses baik di bidang Pendidikan, kesehatan maupun ekonomi masyarakat,’’ kata Wabup Fauzun,
Tangkapan layar video lewat media sosial facebook dari akun Hadi vs Jamer yang dibagikan pada 28 JUli 2025 memberi caption jembatan Yapsel Distrik Muting Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan putus akibat banjir. Aki
Bentrokan tersebut terjadi di jembatan gantung yang menghubungkan Distrik Wesaput dengan Kampung Minimo Distrik Maima. Kedua kelompok yang belum bisa dilerai ini saling menghujani kelompok lawan dengan panah, batu maupun
Kapolres mengatakan, hingga saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman serta penyelidikan terkait kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan penghubung dua kampung yakni Banti dan Aroanop tersebut.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman menjelaskan, tindak pidana korupsi merupakan jenis kasus yang berbeda dengan kasus pidana umum. Karenanya, proses penanganannya terdapat beberapa tahap termasuk koordina
"Terkait dengan situasi dan kondisi jembatan merah tentu akan kita sikapi bersama dengan pemerintah. Karena kita harus melihat itukan fasilitas umum, fasilitas publik sehingga nanti dengan Pemkot akan ditentukan tim terp
Conny menyebutkan bahwa pengembalian uang tersebut merupakan bentuk itikad baik. Meski begitu, proses hukum akan tetap melilit leher tersangka. “Pengembalian uang negara tidak menghapus pidana, akan tetapi menjadi bagian
Menanggapi kondisi beberapa bagian JPO yang mengalami kerusakan, Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua, Robert Lukas N. Awi yang dikonfirmasi melalui Kepala Dinas Kominfo Papua Jeri Agus Yudianto menyampaikan bahwa peme
Dari bau tak sedap ini banyak yang mengeluh membuat muntah, buang ludah dan menutup hidung dan mulut bahkan ada yang sampai pusing karena tidak tahan bau tersebut. Hal ini tentu menyebabkan pengunjung tidak menikmati m
Kondisi ini terjadi dikarenakan bagian atap dari JPO terlihat rapuh dan rusak, permukaan jalan tidak rata, beberapa bagian lantainya telah bolong. Di sudut lain, tumpukan sampah plastik, botol minuman keras mengotori s
Insiden ini melibatkan mobil Daihatsu Gran Max hitam tanpa nomor polisi dan sepeda motor Honda Scoopy PA 4249 JE. Akibat kecelakaan tersebut, dua pemotor mengalami luka serius, sementara sopir mobil telah diamankan pihak kepolisian.
Pada umumnya mahasiswa di zaman kini hanya berkutat dengan gadget menguntit informasi sana sini hingga mata lelah kemudian tertidur. Atau duduk berjam-jam membuka room untuk bermain game bersama. Namun sedikit berbeda dengan Levant Wenda (25), mahasiswa yang mengorbankan waktu bermainnya untuk menjalankan usaha fotografer.
Banyak warga atau pengendara berhenti dan memanfaatkan jembatan tersebut untuk dijadikan tempat mancing, pacaran hingga minuman keras (Miras), serta free style dan lainnya. Bahkan ada sejumlah aktifitas fotografer yang memanfaatkan lokasi di atas jembatan merah ini untuk jual jasa foto kepada pengunjung.
Ini juga bukan hal baru yang disuarakan dimana kala itu Forum Peduli Poert Numbay Green (FPPNG) melakukan analisa dan melihat bahwa dampak dari pembangunan jembatan pelan namun pasti akan memberi dampak pada wilayah sekitar. Perputaran arus air yang dulunya lurus masuk ke dalam teluk tertahan oleh tiga bantalan tiang kaki jembatan yang akhirnya merubah arah.
Warga sekitar, Ronny Merauje mengaku setiap malam, terutama malam Minggu aktivitas yang tidak diinginkan sering terjadi di tempat itu (jembatan merah) seperti Miras, free style motor dan masih banyak lainnya yang dilakukan oleh sekelompok pemuda, remaja hingga oknum tertentu juga terlibat.
Muhaimin mengatakan melihat kondisi itu pihaknya memasukan pantai tersebut kedalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (Dipa) untuk tahun 2025. Yang artinya Pantai Ciberi telah masuk dalam program kerja prioritas WBS tahun ini (2025), namun belum bisa di pastikan karena anggaran masih di tahan.
Cepat atau lambat keberadaan Pantai Ciberi di Teluk Youtefa, Kota Jayapura diprediksi akan hilang. Hal itu disebabkan karena terjadi perubahan pola arus dasar laut. Fenomena ini terjadi akibat kehadiran tiang jembatan teluk Youtefa. Hal ini diungkapkan oleh, Akademisi Uncen bidang Geomorfologi, Yehuda Hamokwarong, SPd, M.Sc, Kamis (6/2).
Pemalangan dilakukan dengan menaruh pohon bambu dan daun kelapa muda yang selama ini digunakan sebagai salah satu bahan dalam simbol adat Marind di Merauke. Namun pemalangan ini tidka berlangsung lama, karena Kapolsek Kurik dan jajarannya langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pendekatan dan negosiasi dengan masyarakat.
Demi lancarnya arus lalulintas disekitar lokasi, sejumlah anggota kepolisian dari Polsek Jayapura Selatan melakukan rekayasa jalan dengan menutupi arah jalur pembangunan jembatan dan mengunakan jalan alternatif yang mengharuskan semua kendaraan lewat satu jalur saja di samping karantina hewan.
“Pascagempa Tahun 2022, jembatan tersebut mengalami penurunan sisi hilir sekitar 28 cm. Untuk itu, dilakukan penanganan pengembalian elevasi jembatan dan menggunakan portal sebagai pengganti pier jembatan yang ada saat ini,” ucap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Provinsi Papua, Muhammad Ferdi Darwis, kepada Cenderawasih Pos
Diakui Semuel, memang ada beberapa kendala dan keluhan masyarakat di Kabupaten Jayapura semenjak ia menjabat, dimana ia telah melakukan kunjungan perjalanan dinas di beberapa Kampung dan distrik di Kabupaten Jayapura, ada banyak keluhan yang disampaikan masyarakat terkait permintaan pengaspalan jalan, pemasangan lampu penerangan jalan umum, penyediaan fasilitas sarana air bersih, permintaan bantuan pembangunan rumah layak huni, peningkatan fasilitas dan pelayanan kesehatan, pendidikan, maupun lainnya.
Diakui Semuel, memang ada beberapa kendala dan keluhan masyarakat di Kabupaten Jayapura semenjak ia menjabat, dimana ia telah melakukan kunjungan perjalanan dinas di beberapa Kampung dan distrik di Kabupaten Jayapura, ada banyak keluhan yang disampaikan masyarakat terkait permintaan pengaspalan jalan, pemasangan lampu penerangan jalan umum, penyediaan fasilitas sarana air bersih, permintaan bantuan pembangunan rumah layak huni, peningkatan fasilitas dan pelayanan kesehatan, pendidikan, maupun lainnya.
Salah satu warga Sentani yang mengaku bernama Acok merasa heran dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura kenapa jembatan Komba yang landasan dibawahnya masih saja kayu, padahal ini berada di tengah-tengah kota dan dilalui banyak kendaraan setia hari.
“Rambu-rambu peringatan terkait dengan ruas jalan yang mengalami penurunan di Jembatan Youtefa sudah kami pasang di dua arah, baik itu dari arah Hamadi maupun dari arah Holtekamp,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Jayapura, Muhammad Ferdi Darwis saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot kepada media ini, mengungkapkan, bahwa meskipun jembatan tersebut menjadi kewenangan dari provinsi namun atas hasil pertemuan antara bupati Merauke dengan Kementrian PUPR sehingga Kementerian PUPR yang akan menangani langsung. ‘’Diharapkan tahun anggaran berikut ini sudah terealisasi,’’ katanya.
Pasalnya, badan jalan di bagian ujung jembatan ini kini mengalami penurunan yang semakin dalam. Bila melaju kencang, dipastikan akan terasa melonjak dari tempat duduk. Namun hingga kini, di lokasi ini belum ada tanda atau rambu peringatan terkait kondisi jalan ini.
Tak sedikit laporan masyarakat terkait tindakan kriminal berupa penjambretan, begal dan percobaan bunuh diri di Jembatan Merah oleh kalangan remaja hingga orang tua pun terus terjadi. Polresta Jayapura Kota, terus meningkatkan kegiatan patroli di tempat wisata. Kegiatan itu, dilakukan guna menjaga keamanan dan ketertiban di tempat wisata yang kerap dikunjungi masyarakat.
Kepala Kantor SAR Jayapura, Anton Sucipto, ST membenarkan informasi tersebut, bahwa korban bernama, Yulius Wakum (47) berhasil ditemukan oleh tim SAR. Selanjutnya korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Papua menggunakan mobil jenasah Baznas Papua untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan akan diserahkan ke pihak keluarga.
Kasat Polairud Polresta Jayapura Kota, AKP Laurentius kordiali, SH., mengatakan bahwa pihaknya mendapat laporan dari salah seorang warga bernama John Sanadi warga Abepura pada, pukul 14.30 WIT di Kantor Polairud Jembatan Youtefa Enggros Distrik Abepura, Kota Jayapura.
Hanya saja kata Derek, skalanya juga harus ditetapkan apakah menjadi skala kabupaten atau skala provinsi. “Skalanya perlu ditetapkan, dan perhatian pemerinta provinsi pasti ada. Hanya saja perlu status kebencanaannya apakah tingkat kabupaten atau tingkat provinsi dan itu perlu dilaporkan ke kita,” kata Derek.
Beberapa wilayah yang terdampak banjir antara lain Kampung Sewan, Distrik Sarmi Timur, Kampung Vietnam, Kampung Serwar Baru, Kampung Kasukwe, dan Kampung Waskey di Distrik Sarmi Timur.
Informasi yang diterima koran ini sejumlah titik di Sarmi dan sekitarnya tergenang, seperti di Kampung Sewan Distrik Sarmi Timur, Kampung Vietnam, Kampung Serwar Baru, Kampung Kasukwe dan di Kampung Waskey Distrik Sarmi Timur. Terputusnya jalan Trans Jayapura-Sarmi itu membuat kemacetan parah.
Kamera CCTV ini sendiri sangat dibutuhkan mengingat banyak kejadian yang berhubungan dengan pelanggaran ataupun tindak pidana yang membutuhkan rekaman untuk proses pengungkapan.
Kapendam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Candra Kurniawan menyampaikan bahwa tidak mungkin TNI merusak fasilitas umum apalagi menjadi jalur penghubung bagi warga. Pasalnya jembatan tersebut digunakan oleh ratusan orang termasuk oleh TNI sendiri.
Korban, kata Anisa, hanya dilakukan vizum luar. Dari hasil visum tampak jenazah sudah mengalami proses pembusukan. "Kalau penyebab kematian tidak bisa dipastikan karena tidak dilakukan bedah (Otopsi)," jelasnya.
Oleh karena itu, pihaknya bergerak cepat dengan mengerahkan 2 unit alat berat berupa Excavator, 4 unit Articulate Dump Truck, 1 unit Wheel Loader dan 1 unit alat Grader beserta kru untuk melakukan perbaikan jalan, tanggul, normalisasi sungai serta perbaikan tanggul penahan jembatan Agawagom yang mulai tergerus air sungai.
Kapolsek Abepura melalui Kanit Reskrim Ipda Arman, SH., mengungkapkan, penemuan mayat itu berawal dari laporan seorang saksi kepada warga sekitar yang melihat ada sesosok mayat dalam posisi telentang dengan muka dan dan tubuhnya ditutupi kain sarung di bawah kolong jembatan Kali Acai.
Seorang warga bernama Ismi yang melintas di kawasan itu mengatakan, pemalangan ini berlangsung mulai pukul 9.40 WIT karena pemukiman warga yang terendam banjir buntut kali Piuga di Jembatan Kembar meluap setelah diguyur hujan sejak Senin, 10 Juni 2024 sore hingga Selasa dini hari dan menggenangi kawasan itu.
Setelah mendengar kabar tersebut, personel Sat Polair Polresta Jayapura Kota langsung menyambangi lokasi dan melompat mengamankan ibu yang tinggal di Koya Timur tersebut. Upaya penyelamatan ini dipimpin langsung Kasatpol Air, AKP Laurentius Kordiali bersama tiga personelnya.
Pada video tersebut menunjukkan seseorang berinisial IR dan teman-temannya yang tergabung dalam salah satu Komunitas Mobil di Jayapura memarkirkan kendaraannya secara sembarangan dan IR sendiri membuat konten yang dianggap tidak pantas di media sosial.
Pj. Gubernur Papua pegunungan Dr. Velix Vernando Wanggai,S.IP. M.P.A mengaku bahwa ia turut merasa perhatin dan sedih atas musibah longsor dan banjir yang di alami oleh masyarakat dari distrik Welesi dan distrik Walaik termasuk distrik Nango Trikora.
Nathan mengatakan pembangunan jembatan untuk masyarakat Banti ini merupakan bagian dari MoU Program 3 Desa dengan masyarakat Banti. Spesifikasi jembatan meliputi panjang 36 meter, lebar 4,7 meter, dan kapasitas maksimum 35 ton. Pembangunan direncanakan tuntas pada awal 2025.
Tidak hanya memberikan peluang bisnis bagi pedagang kaki lima dan rumah makan hingga restauran, yang mulai marak di seputaran Jembatan Merah Youtefa, tetapi juga membangkitkan, peluang fotografer yang mendaoatkan rupiah guna menyambung hidup, serta menambah biaya kuliah.
Untuk ranahnya malah lebih tepat ditangani oleh pemerintah provinsi karena menjadi asset Pemprov. Namun berhubung lokasinya masuk wilayah kota sehingga seharusnya pihak Pemprov lebih mengambil peran untuk penanganannya dan sifat Satlantas hanyalah membackup yang berkaitan dengan lalu lintas.
Lokasi ini masih dijadikan sebagai arena balap khususnya diakhir pekan. Meski demikian upata untuk menekan terjadinya gangguan kamtibmas masih dilakukan dengan patroli. Salah satu yang disasar adalah bagian bawah Jembatan Youtefa.
Jalur Jembatan Yotefa nampaknya benar-benar menarik perhatian bagi anak – anak remaja untuk mengeskplor kebiasaan balapan liar. Ini terbukti meski berada di bulan Ramadhan ternyata tidak menyurutkan niat untuk tetap berkumpul dan melakukan balapan liar.
upati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT, menjelaskan bahwa status jalan dan jembatan menuju Distrik Naukenjerai merupakan provinsi sehingga jalan dan jembatan tersebut menjadi tanggungjawab provinsi.
Kapolsek Onggaya Iptu Simson J Sitanggang saat dihubungi media ini membenarkan kejadian tersebut. Menurut Simson Sitanggang bahwa jembatan tersebut sebenarnya sudah lama rusak akibat terkikis dengan abrasi. Selama ini, jembatan sudah miring. Tahun lalu dengan kerja sama dari distrik, masyarakat, Polsek dan TNI memperbaiki jembatan tersebut motor bisa lewat.
Jika selama ini wilayah bibir pantai yang menjadi sasaran utama menumpuknya sampah, ternyata lokasi di bawah Jembatan Youtefa juga mengalami hal serupa. Masih banyak warga meninggalkan sampahnya di titik ini.
“Posisi jembatan yang sudah sempit karena banyak kendaraan parkir eh sekarang dipakai untuk balapan dan angkat – angkat ban. Nanti kalau kecelakaan atau tabrakan siapa yang mau disalahkan,” jelas Nurul, salah satu warga saat melintas di jembatan akhir pekan kemarin.
Kehadiran Jembatan Youtefa atau yang sering dikenal dengan nama Jembatan Merah menjadi salah satu ikon baru di Kota Jayapura terutama dari sektor pariwisata. Jembatan yang terbentang di atas teluk Youtefa, menghubungkan Hamadi dan Holtekamp itu, cukup terkenal dengan keindahannya.
Reno salah satu pengendara yang melintasi Jembatan Yobeh mengatakan, seharusnya Pemkab Jayapura bisa menganggarkan untuk perbaikan Jembatan Yobeh supaya diaspal, tidak seperti saat ini jika dilewati bunyinya berisik dan perlu kehati- hatian karena takut papan lepas
Selama ini, untuk membuat jalan yang dapat menghubungkan antara rumah yang satu dengan rumah lainnya, Pemerintah Daerah maupun melalui swadaya masyarakat membangun jalan jembatan tersebut dari kayu dan papan. Tak tangung-tanggung, kayu dan papan yang digunakan adalah kayu besi.
Artinya kendaraan yang kedapatan parkir di badan jalan jembatan akan langsung ditindak. Kegiatan awal dilakukan Ahad (2/9) dini hari dengan melakukan kegiatan patroli rutin Unit Kecil Lengkap (UKL) Regu I Polresta Jayapura Kota. Pelanggar langsung diberikan sangsi tegas.
Thobias mengatakan, musibah tersebut terjadi pada Jumat (25/8/2023) sekitar pukul 10.00 WIT. Banjir disebabkan meluapnya Sungai Aroanogoung. Hal ini menyebabkan kerusakan empat jembatan yang menjadi penghubung antar kampung.
Tetapi ada juga penyerahan pohon bambu untuk perlindungan Cagar Alam Cycloop, lalu penyerahan bendara merah putih sebagai bagian dari gerakan pembagian 10 juta bendera merah putih secara nasional dan juga hiburan ringan," terang Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua, Jeri A. Yudianto.
Warga yang merasa tidak puas lantaran sampai dengan saat ini lokasi pembangunan kantor Gubernur Papua Pegunungan antara distrik Wouma dan Welesi di lahan seluas 108 hektar hingga saat ini masih terjadi Pro dan Kontra dan belum di selesaikan Pemprov hingga saat ini sehingga melakukan pemalangan dengan menumpahkan material pasir dan batu menutupi jembatan Wouma yang menghubungkan wilayah Wamena dengan Distrik Kurima Kabupaten Yahukimo
"Karena itu, saya minta petugas yang ada di Satpol PP untuk melakukan pengawasan. Jadi betul-betul optimalkan, petugas kita yang ada di sana baik dari Satpol PP dan juga Kepolisian, langsung melakukan pengawasan dan penindakan terhadap oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan hal-hal yang negatif di Jembatan Merah Youtefa," kata Frans Pekey, Rabu (14/6).
Dengan kondisi jalan yang rata dan diaspal hot mix, jalan Hamadi-Holtekamp nampak sangat memanjakan untuk dilewati. Mulus dan nyaman baik untuk kecepatan rendah maupun kecepatan tinggi.
Lalu bagian sisi kiri dan kanan atau bagian bawah jembatan hampir setiap malam ada kelompok kelompok tertentu yang berpesta minuman keras. Ciri – cirinya adalah memarkir motor dan mobil di pinggir jembatan kemudian botol minuman mulai diputar.
Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi menyatakan, jembatan tersebut merupakan salah satu akses yang sering dilalui oleh masyarakat, sebab lebih mudah dan dekat, dan saat ini memang jembatannya rusak, oleh karena itu, pihaknya telah anggarkan tahun ini untuk membuat jembatan permanen.