alexametrics
31.7 C
Jayapura
Thursday, August 18, 2022

Fenomena Bulan Besar Tidak Berdampak Banjir Rob   

JAYAPURA-Potensi air pasang tinggi akibat tenomena super full moon atau bulan besar pada Selasa (14/6) malam, nampaknya tidak terlalu berdampak di wilayah pesisir Kota Jayapura. Meski ada pasang naik, namun tidak terlalu membahanyakan masyarakat yang tinggal di dekat pesisir pantai, maupun nelayan saat melaut. Karena gelombang air pasang  naiknya masih diambang batas kewajaran.

   Darwis, warga yang tinggal di belakang Eks ISMI Hamadi mengungkapkan bahwa memang beberapa hari lalu terjadi air pasang di rumahnya yang ada di atas laut, namun ini masih batas wajar karena tidak sampai masuk ke dalam rumah.  Ia mengaku tidak takut atau khawatir karena naiknya air laut, karena masih  wajar.

   Menurutnya, pengalaman gelombang tinggi yang sempat membuat panic, justru pada tahun 2009 silam, saat terjadi tsunami di Jepang. Dimana, dampaknya sampai di Kota Jayapura, air laut bahkan sampai masuk ke dalam rumah hingga satu meter. Banyak barang elektronik, perabot rumah tangga dan pakaian terendam air, ia juga sempat menyelamatkan barang elektroniknya karena langsung mengungsi ke tempat yang tinggi. Namun pasca kejadian tsunami di Jepang sampai dengan saat ini belum pernah terjadi hal yang sama.

Baca Juga :  Serahkan Mobil Dinas ke Penjabat Sekda Kota Jayapura

  Hal senada juga dikatakan Anca warga  belakang Eks ISMI Hamadi, ia mengaku, walaupun ada super full moon, yang katanya akan ada gelombang air laut naik,  namun tidak menakutkan, karena air laut tidak sampai masuk rumah.

   Semetara itu, Kepala Stasiun Meteriologi Maritim BMKG Jayapura Heri Pernomo, S.Si., menjelaskan terkait fenomena astronomi yang terjadi pada tanggal 14 Juni dan 14 Juli 2022 bernama stroberi super, bulan super besar karena jarak antara bumi dan bulan adalah 357.367 KM, diperkirakan juga akan berdampak perairan di Papua.

  Tampaknya, Fenomena Super Full Moon adalah fase bulan purnama yang terjadi bersamaan dengan fase pasang air laut tertinggi. Puncak Bulan Purnama terjadi pada tanggal 14 Juni 2022 pukul 20.51 WIT, sedangkan puncak Supermoon terjadi pada 15 Juni 2022 pukul 08.21 WIT.   

Baca Juga :  Anti Bullying dan Cegah Penyalahgunaan Narkoba

   Prakiraan cuaca tanggal 11 – 23 Juni 2022 terkait informasi potensi banjir pesisir (rob) yaitu angin berhembus konsisten dengan kecepatan cukup tinggi hingga 40 km/jam di beberapa perairan utara Papua yang mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang

utamanya di Perairan Samudera Pasifik, Perairan Biak dan Perairan Jayapura-Sarmi dengan ketinggian gelombang mencapai 2.5 meter di Perairan barat Biak dan ketinggian

gelombang mencapai 3.0 meter di Perairan Perairan Samudera Pasifik utara Biak, Samudera Pasifik utara Jayapura, Perairan utara Biak, Perairan timur Biak dan Perairan

Jayapura-Sarmi.

   Berdasarkan press realease yang dikeluarkan tanggal 14 Juni 2022, Prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan Jayapura-Sarmi hingga tanggal 16 Juni 2022 berkisar 1.25 – 2.50 meter.

” Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari

pasang Maksimum Air Laut maupun Gelombang Tinggi serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,”tandasnya.(dil/tri)

JAYAPURA-Potensi air pasang tinggi akibat tenomena super full moon atau bulan besar pada Selasa (14/6) malam, nampaknya tidak terlalu berdampak di wilayah pesisir Kota Jayapura. Meski ada pasang naik, namun tidak terlalu membahanyakan masyarakat yang tinggal di dekat pesisir pantai, maupun nelayan saat melaut. Karena gelombang air pasang  naiknya masih diambang batas kewajaran.

   Darwis, warga yang tinggal di belakang Eks ISMI Hamadi mengungkapkan bahwa memang beberapa hari lalu terjadi air pasang di rumahnya yang ada di atas laut, namun ini masih batas wajar karena tidak sampai masuk ke dalam rumah.  Ia mengaku tidak takut atau khawatir karena naiknya air laut, karena masih  wajar.

   Menurutnya, pengalaman gelombang tinggi yang sempat membuat panic, justru pada tahun 2009 silam, saat terjadi tsunami di Jepang. Dimana, dampaknya sampai di Kota Jayapura, air laut bahkan sampai masuk ke dalam rumah hingga satu meter. Banyak barang elektronik, perabot rumah tangga dan pakaian terendam air, ia juga sempat menyelamatkan barang elektroniknya karena langsung mengungsi ke tempat yang tinggi. Namun pasca kejadian tsunami di Jepang sampai dengan saat ini belum pernah terjadi hal yang sama.

Baca Juga :  Besok, CJH Papua Mulai Berangkat

  Hal senada juga dikatakan Anca warga  belakang Eks ISMI Hamadi, ia mengaku, walaupun ada super full moon, yang katanya akan ada gelombang air laut naik,  namun tidak menakutkan, karena air laut tidak sampai masuk rumah.

   Semetara itu, Kepala Stasiun Meteriologi Maritim BMKG Jayapura Heri Pernomo, S.Si., menjelaskan terkait fenomena astronomi yang terjadi pada tanggal 14 Juni dan 14 Juli 2022 bernama stroberi super, bulan super besar karena jarak antara bumi dan bulan adalah 357.367 KM, diperkirakan juga akan berdampak perairan di Papua.

  Tampaknya, Fenomena Super Full Moon adalah fase bulan purnama yang terjadi bersamaan dengan fase pasang air laut tertinggi. Puncak Bulan Purnama terjadi pada tanggal 14 Juni 2022 pukul 20.51 WIT, sedangkan puncak Supermoon terjadi pada 15 Juni 2022 pukul 08.21 WIT.   

Baca Juga :  LBH Desak Pemenuhan Kesehatan 8 Mahasiswa Pengibar BK

   Prakiraan cuaca tanggal 11 – 23 Juni 2022 terkait informasi potensi banjir pesisir (rob) yaitu angin berhembus konsisten dengan kecepatan cukup tinggi hingga 40 km/jam di beberapa perairan utara Papua yang mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang

utamanya di Perairan Samudera Pasifik, Perairan Biak dan Perairan Jayapura-Sarmi dengan ketinggian gelombang mencapai 2.5 meter di Perairan barat Biak dan ketinggian

gelombang mencapai 3.0 meter di Perairan Perairan Samudera Pasifik utara Biak, Samudera Pasifik utara Jayapura, Perairan utara Biak, Perairan timur Biak dan Perairan

Jayapura-Sarmi.

   Berdasarkan press realease yang dikeluarkan tanggal 14 Juni 2022, Prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan Jayapura-Sarmi hingga tanggal 16 Juni 2022 berkisar 1.25 – 2.50 meter.

” Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari

pasang Maksimum Air Laut maupun Gelombang Tinggi serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,”tandasnya.(dil/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/