Friday, April 4, 2025
24.7 C
Jayapura

Ada Isu Pemalangan TPU di Buper, Ini Penjelasan Kepala Suku Hengga

JAYAPURA-Isu terkait aksi pemalangan terhadap TPU Kristen dan Muslim di Buper Waena, Kota Jayapura mendapat tanggapan dari kepala suku Hengga, Joop Hengga.

Menurut Joop Hengga selaku Kepala Suku Hengga, informasi rencana pemalangan terhadap dua TPU tersebut bukan dikeluarkan secara struktur dari keluarga besar suku Kaigere selaku salah satu pemilik hak ulayat dari dua TPU tersebut.

“Yang buat surat itu hanya ulah oknum yang ingin memeras pemerintah,” kata Joop Hengga kepada Ceposonline.com di TPU Kristen, Jumat (15/9/2023).

Lebih lanjut Joop Hengga menyampaikan bahwa secara adminsitrasi, kedua TPU tersebut tidak bermasalah.

“TPU Muslim yang luasnya 10 hektar sudah lunas, dan sudah diterbitkan sertpikatnya atas nama pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Ajak Generasi Muda  Jauhi Miras

Hal yang sama menurut Joop Hengga untuk TPU Kristen yang kuasnya 4,5 hektar, secara administrasi juga tidak bermasalah. “TPU kristen juga sudah lunas, tinggal penerbitan sertipikatnya yang sedang dalam proses,” jelasnya.

Diapun mengatakan kedua TPU di Buper Waena itu bukan hanya dimiliki oleh suku Kaigere, tapi secara prinsip ada tiga suku.

“Tidak bisa hanya suku Kaigere yang bicara soal TPU Kisten dan Muslim, karena secara prinsip pemilik ulayat TPU ini ada tiga yakni Suku Kaigere, Suku Pouw, sama Suku Yanggo,” ungkapnya.

Sehingga apabila ada pihak yang ingin mengklaim terkait persolan TPU, mestinya dilakukan musyawarah antar tiga suku tersebut.

“Isu pemalangan ini hanya sepihak, suku lain tidak pernah membicarakan TPU Kristen dan Muslim, itu hanya ulah oknum dari suku Kaigere,” tegasnya.

Baca Juga :  Perjuangkan Ekonomi Kerakyatan Masyarakat Pesisir

Diapun mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu yang beredar. Pasalnya kedua TPU tersebut jelas jelas milik pemerintah Kota Jayapura. “Jangan takut kalau ada yang mau datang untuk pemakaman silakan datang,” pintanya.(*)

JAYAPURA-Isu terkait aksi pemalangan terhadap TPU Kristen dan Muslim di Buper Waena, Kota Jayapura mendapat tanggapan dari kepala suku Hengga, Joop Hengga.

Menurut Joop Hengga selaku Kepala Suku Hengga, informasi rencana pemalangan terhadap dua TPU tersebut bukan dikeluarkan secara struktur dari keluarga besar suku Kaigere selaku salah satu pemilik hak ulayat dari dua TPU tersebut.

“Yang buat surat itu hanya ulah oknum yang ingin memeras pemerintah,” kata Joop Hengga kepada Ceposonline.com di TPU Kristen, Jumat (15/9/2023).

Lebih lanjut Joop Hengga menyampaikan bahwa secara adminsitrasi, kedua TPU tersebut tidak bermasalah.

“TPU Muslim yang luasnya 10 hektar sudah lunas, dan sudah diterbitkan sertpikatnya atas nama pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga :  Kekerasan Bukan Solusi Selesaikan Masalah Papua

Hal yang sama menurut Joop Hengga untuk TPU Kristen yang kuasnya 4,5 hektar, secara administrasi juga tidak bermasalah. “TPU kristen juga sudah lunas, tinggal penerbitan sertipikatnya yang sedang dalam proses,” jelasnya.

Diapun mengatakan kedua TPU di Buper Waena itu bukan hanya dimiliki oleh suku Kaigere, tapi secara prinsip ada tiga suku.

“Tidak bisa hanya suku Kaigere yang bicara soal TPU Kisten dan Muslim, karena secara prinsip pemilik ulayat TPU ini ada tiga yakni Suku Kaigere, Suku Pouw, sama Suku Yanggo,” ungkapnya.

Sehingga apabila ada pihak yang ingin mengklaim terkait persolan TPU, mestinya dilakukan musyawarah antar tiga suku tersebut.

“Isu pemalangan ini hanya sepihak, suku lain tidak pernah membicarakan TPU Kristen dan Muslim, itu hanya ulah oknum dari suku Kaigere,” tegasnya.

Baca Juga :  Piutang PT. Air Minum Robongholo Capai Rp. 31,6 Miliar

Diapun mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu yang beredar. Pasalnya kedua TPU tersebut jelas jelas milik pemerintah Kota Jayapura. “Jangan takut kalau ada yang mau datang untuk pemakaman silakan datang,” pintanya.(*)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya