Otniel menjelaskan bahwa selama ini sebagian besar masyarakat di kampung merasa kesulitan dalam menyusun laporan keuangan yang baku dan akuntabel. Kerumitan alur pencatatan manual kerap menjadi kendala utama dalam pembukuan arus kas maupun realisasi anggaran program kampung.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, peserta KKN FEB Uncen tidak hanya memberikan materi secara teoretis, tetapi juga melakukan pelatihan langsung menggunakan bantuan aplikasi digital pendukung pencatatan keuangan.
Sementara itu terkait rumor adanya peserta KKN FEB Uncen yang mengalami fenomena kesurupan saat KKN di Kabupaten Keerom, Otniel mengaku tidak mengetahui detail pasti rumor spekulatif tersebut. Namun, ia memastikan bahwa setiap kendala non-akademis di lapangan telah ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi oleh tim pendamping.
“Pada intinya, seluruh mahasiswa yang melaksanakan KKN di Kabupaten Keerom, termasuk di wilayah Distrik Arso, dalam kondisi selamat dan aman. Mereka semua telah kembali ke kampus dalam keadaan baik,” tegasnya meluruskan spekulasi yang beredar.
Selain itu, pihak fakultas juga memberikan penjelasan transparan terkait adanya berita duka mengenai seorang mahasiswa KKN yang meninggal dunia selama periode pengabdian. Otniel menegaskan bahwa wafatnya mahasiswa tersebut murni disebabkan oleh faktor sakit, dan bukan dikaitkan dengan rumor mistis atau kejadian di luar nalar. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Otniel menjelaskan bahwa selama ini sebagian besar masyarakat di kampung merasa kesulitan dalam menyusun laporan keuangan yang baku dan akuntabel. Kerumitan alur pencatatan manual kerap menjadi kendala utama dalam pembukuan arus kas maupun realisasi anggaran program kampung.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, peserta KKN FEB Uncen tidak hanya memberikan materi secara teoretis, tetapi juga melakukan pelatihan langsung menggunakan bantuan aplikasi digital pendukung pencatatan keuangan.
Sementara itu terkait rumor adanya peserta KKN FEB Uncen yang mengalami fenomena kesurupan saat KKN di Kabupaten Keerom, Otniel mengaku tidak mengetahui detail pasti rumor spekulatif tersebut. Namun, ia memastikan bahwa setiap kendala non-akademis di lapangan telah ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi oleh tim pendamping.
“Pada intinya, seluruh mahasiswa yang melaksanakan KKN di Kabupaten Keerom, termasuk di wilayah Distrik Arso, dalam kondisi selamat dan aman. Mereka semua telah kembali ke kampus dalam keadaan baik,” tegasnya meluruskan spekulasi yang beredar.
Selain itu, pihak fakultas juga memberikan penjelasan transparan terkait adanya berita duka mengenai seorang mahasiswa KKN yang meninggal dunia selama periode pengabdian. Otniel menegaskan bahwa wafatnya mahasiswa tersebut murni disebabkan oleh faktor sakit, dan bukan dikaitkan dengan rumor mistis atau kejadian di luar nalar. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q