Pedagang Membandel, Wali Kota Minta Police Line di Jalan Otonom

JAYAPURA -Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap aktivitas pedagang kaki lima yang berjualan di kawasan Jalan Otonom, tepatnya di depan Pasar Baru Youtefa, Sabtu (11/4).

Dalam sidak tersebut, Wali Kota masih menemukan sejumlah pedagang yang membandel dengan tetap berjualan, meskipun telah berulang kali diimbau untuk tidak menggunakan lokasi tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan berbagai jenis pedagang masih memadati area tersebut, mulai dari penjual buah musiman, pedagang bakso keliling, penjual kopi, hingga pedagang kecil lainnya.

Keberadaan mereka dinilai mengganggu ketertiban umum serta membahayakan keselamatan pengguna jalan. Setibanya di lokasi, Abisai Rollo langsung menyapa para pedagang dan dengan tegas meminta mereka untuk segera menghentikan aktivitas berjualan di area tersebut.

Baca Juga :  Pemkam Diminta Proaktif  Perhatikan Sektor Pendidikan

Ia menegaskan bahwa lokasi tersebut bukanlah kawasan pasar yang diperuntukkan bagi aktivitas jual beli, melainkan bahu jalan yang rawan terjadi kecelakaan.

“Ini sudah berkali-kali saya datang dan mengingatkan. Tempat ini bukan untuk berjualan. Ini jalan umum yang sangat berisiko, baik bagi pedagang maupun pengguna jalan,” tegasnya.

Menurutnya, upaya penertiban telah dilakukan secara persuasif sejak lama. Namun, masih adanya pedagang yang kembali berjualan di lokasi tersebut menunjukkan perlunya langkah yang lebih tegas dari pemerintah.

Sebagai bentuk tindak lanjut di lapangan, Wali Kota langsung menghubungi pihak kepolisian untuk segera memasang police line atau garis polisi di area tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya pembatasan tegas agar tidak ada lagi aktivitas jual beli di kawasan yang dinilai berbahaya tersebut.

Baca Juga :  Usai Pemeriksaan Senpi, Lima Senjata Masuk Gudang

JAYAPURA -Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap aktivitas pedagang kaki lima yang berjualan di kawasan Jalan Otonom, tepatnya di depan Pasar Baru Youtefa, Sabtu (11/4).

Dalam sidak tersebut, Wali Kota masih menemukan sejumlah pedagang yang membandel dengan tetap berjualan, meskipun telah berulang kali diimbau untuk tidak menggunakan lokasi tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan berbagai jenis pedagang masih memadati area tersebut, mulai dari penjual buah musiman, pedagang bakso keliling, penjual kopi, hingga pedagang kecil lainnya.

Keberadaan mereka dinilai mengganggu ketertiban umum serta membahayakan keselamatan pengguna jalan. Setibanya di lokasi, Abisai Rollo langsung menyapa para pedagang dan dengan tegas meminta mereka untuk segera menghentikan aktivitas berjualan di area tersebut.

Baca Juga :  Ini Daftar Juara Gerak Jalan Kota Jayapura

Ia menegaskan bahwa lokasi tersebut bukanlah kawasan pasar yang diperuntukkan bagi aktivitas jual beli, melainkan bahu jalan yang rawan terjadi kecelakaan.

“Ini sudah berkali-kali saya datang dan mengingatkan. Tempat ini bukan untuk berjualan. Ini jalan umum yang sangat berisiko, baik bagi pedagang maupun pengguna jalan,” tegasnya.

Menurutnya, upaya penertiban telah dilakukan secara persuasif sejak lama. Namun, masih adanya pedagang yang kembali berjualan di lokasi tersebut menunjukkan perlunya langkah yang lebih tegas dari pemerintah.

Sebagai bentuk tindak lanjut di lapangan, Wali Kota langsung menghubungi pihak kepolisian untuk segera memasang police line atau garis polisi di area tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya pembatasan tegas agar tidak ada lagi aktivitas jual beli di kawasan yang dinilai berbahaya tersebut.

Baca Juga :  Soal Sampah APK,  DLH Diminta Tangani

Berita Terbaru

Artikel Lainnya