“Ketika Wali Kota dan Wakil Wali Kota bertanya kepada Perindagkop, berapa jumlah lapak dan kios di pasar, itu tidak disebutkan. Akhirnya tidak berdata,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh terus terjadi. Kepala OPD seharusnya menguasai data objek yang menjadi tanggung jawabnya tanpa harus mencari-cari kembali ketika ditanya dalam rapat.
“Begitu juga parkir. Berapa titik yang ada? Itu tidak ada data. Artinya, kesiapan kita kemarin memang belum siap untuk masalah rekap,” katanya.
Ismail menegaskan, persoalan tersebut menunjukkan perlunya perubahan pola kerja OPD kolektor. Ia meminta setiap OPD yang mengikuti rapat evaluasi PAD, datang dengan data lengkap dan mampu memberikan jawaban secara langsung ketika dimintai penjelasan. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
“Ketika Wali Kota dan Wakil Wali Kota bertanya kepada Perindagkop, berapa jumlah lapak dan kios di pasar, itu tidak disebutkan. Akhirnya tidak berdata,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh terus terjadi. Kepala OPD seharusnya menguasai data objek yang menjadi tanggung jawabnya tanpa harus mencari-cari kembali ketika ditanya dalam rapat.
“Begitu juga parkir. Berapa titik yang ada? Itu tidak ada data. Artinya, kesiapan kita kemarin memang belum siap untuk masalah rekap,” katanya.
Ismail menegaskan, persoalan tersebut menunjukkan perlunya perubahan pola kerja OPD kolektor. Ia meminta setiap OPD yang mengikuti rapat evaluasi PAD, datang dengan data lengkap dan mampu memberikan jawaban secara langsung ketika dimintai penjelasan. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q