Pemkot Tarik 24 Mahasiswa UGM dari Lokasi KKN di Muara Tami

JAYAPURA — Pemerintah Kota Jayapura menarik 24 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung Skow Mabo dan Kampung Skow Yambe, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

   Penarikan mahasiswa KKN tersebut dilakukan Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, MM., dalam apel gabungan di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura, Senin (10/8).

Rustan Saru memberikan apresiasi kepada para mahasiswa UGM yang telah melaksanakan berbagai program pengabdian kepada masyarakat selama lebih dari 50 hari di dua kampung tersebut.

  Sebanyak 24 mahasiswa ditempatkan di dua kampung, masing-masing 12 orang di Kampung Skow Mabo dan 12 orang di Kampung Skow Yambe.

Baca Juga :  KPL Jayapura Perketat Pengawasan 

  Selama berada di lokasi KKN, para mahasiswa menjalankan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelolaan lingkungan, pembuatan alat insinerator untuk membantu pengelolaan sampah, hingga pengembangan hidroponik.

   Rustan meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta para kepala kampung untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis mahasiswa.

  “Program yang telah dilakukan mahasiswa jangan berhenti setelah masa KKN berakhir. Saya meminta DPMK dan OPD terkait, termasuk kepala kampung, untuk meneruskan apa yang telah dilakukan mahasiswa dengan program-program yang sudah mereka jalankan di kampung tempat mereka KKN,” ujar Rustan.

Baca Juga :  Warga Aspirasikan Rumah Layak Huni dan Kualitas Pendidikan

JAYAPURA — Pemerintah Kota Jayapura menarik 24 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung Skow Mabo dan Kampung Skow Yambe, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

   Penarikan mahasiswa KKN tersebut dilakukan Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, MM., dalam apel gabungan di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura, Senin (10/8).

Rustan Saru memberikan apresiasi kepada para mahasiswa UGM yang telah melaksanakan berbagai program pengabdian kepada masyarakat selama lebih dari 50 hari di dua kampung tersebut.

  Sebanyak 24 mahasiswa ditempatkan di dua kampung, masing-masing 12 orang di Kampung Skow Mabo dan 12 orang di Kampung Skow Yambe.

Baca Juga :  Dihuni 85 Santri, Sempat Bertahan Dua Minggu Tanpa Beras

  Selama berada di lokasi KKN, para mahasiswa menjalankan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelolaan lingkungan, pembuatan alat insinerator untuk membantu pengelolaan sampah, hingga pengembangan hidroponik.

   Rustan meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta para kepala kampung untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis mahasiswa.

  “Program yang telah dilakukan mahasiswa jangan berhenti setelah masa KKN berakhir. Saya meminta DPMK dan OPD terkait, termasuk kepala kampung, untuk meneruskan apa yang telah dilakukan mahasiswa dengan program-program yang sudah mereka jalankan di kampung tempat mereka KKN,” ujar Rustan.

Baca Juga :  Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Cenderung Meningkat 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya