Friday, April 4, 2025
31.7 C
Jayapura

Banyak Peserta Gerak Jalan yang Tumbang

   Usulan lain disampaikan orang tua murid lainnya bernama Jonan, yang menyebut bahwa sebaiknya rute untuk anak SD tidak disamakan. “Mengapa tidak menggunakan jalur Holtekamp yang datar dan bisa terkontrol secara baik. Satu jalur ditutup khusus untuk gerak jalan ketimbang banyak yang pingsan seperti ini,” sarannya.

   Tak hanya itu, Pantauan Cenderawasih Pos  rute gerak jalan ini berdampingan dengan kendaraan yang hilir mudik, akhirnya nampak tak rapi. Di depan Hotel Yasmin para peserta akhirnya menggunakan jalur trotoar lantaran badan jalan penuh dengan mobil.

  “Harusnya ini bisa diatur baik. Aneh tiba – tiba semua naik di trotoar. Lalu ketika ambulance mau bergerak ke rumah sakit mengantar mereka yang pingsan harus antre karena  terhalang penonton maupun peserta gerak jalan itu sendiri. Harusnya  untuk medis diberi akses  khusus,” bebernya.

Baca Juga :  Para Tutur PAUD dan Kesetaran Ikut IHT Kurikulum Merdeka Bermain Lanjutan

  Ini belum lagi sampah banyak sekali di dalam Taman Imbi, yang artinya pihak sekolah juga tidak mengingatkan muridnya untuk bertanggungjawab atas sampah yang dihasilkan. (ade/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

   Usulan lain disampaikan orang tua murid lainnya bernama Jonan, yang menyebut bahwa sebaiknya rute untuk anak SD tidak disamakan. “Mengapa tidak menggunakan jalur Holtekamp yang datar dan bisa terkontrol secara baik. Satu jalur ditutup khusus untuk gerak jalan ketimbang banyak yang pingsan seperti ini,” sarannya.

   Tak hanya itu, Pantauan Cenderawasih Pos  rute gerak jalan ini berdampingan dengan kendaraan yang hilir mudik, akhirnya nampak tak rapi. Di depan Hotel Yasmin para peserta akhirnya menggunakan jalur trotoar lantaran badan jalan penuh dengan mobil.

  “Harusnya ini bisa diatur baik. Aneh tiba – tiba semua naik di trotoar. Lalu ketika ambulance mau bergerak ke rumah sakit mengantar mereka yang pingsan harus antre karena  terhalang penonton maupun peserta gerak jalan itu sendiri. Harusnya  untuk medis diberi akses  khusus,” bebernya.

Baca Juga :  Wujudkan Birokrasi yang Sehat, BKN IX Jayapura Dorong Pemetaan Kompetensi

  Ini belum lagi sampah banyak sekali di dalam Taman Imbi, yang artinya pihak sekolah juga tidak mengingatkan muridnya untuk bertanggungjawab atas sampah yang dihasilkan. (ade/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya