Langkah Awal Unika Fajar Timur Menjawab Tantangan

JAYAPURA – Universitas Katolik (Unika) Fajar Timur Papua resmi melangkah ke gelanggang pendidikan tinggi di Tanah Papua. Meski berstatus sebagai kampus baru di Kota Jayapura, perguruan tinggi ini menegaskan komitmennya untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman karakter dan nilai spiritualitas yang kuat.

   Langkah awal pendirian Unika Fajar Timur ditandai dengan dibukanya sejumlah program studi baru untuk merespons kebutuhan tenaga profesional di kawasan timur Indonesia. Rektor Unika Fajar Timur Papua, Pastor Dr. Konstantinus Bahang, OFM., menyampaikan bahwa penerimaan mahasiswa di tahun pertama ini menjadi pijakan awal yang sangat krusial bagi perjalanan kampus ke depan.

Baca Juga :  Freeport Apresiasi Generasi Muda dari Suku Amungme dan Kamoro Raih Gelar Dokter

   “Kalau mahasiswa sendiri yang gabung dengan Fakultas Teologi sekarang ada 250 yang aktif. Kalau yang dari empat prodi baru itu ada sekitar 87 orang. Dari prodi baru ini yang paling banyak dari Farmasi, ada dua kelas sekitar 42 orang lebih. Lalu dari Teknik Sipil ada 12, Arsitektur ada 6, dan Akuntansi ada 12 orang,” ungkap Pr. Konstantinus, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (31/8).

   Memulai operasional di tengah menjamurnya perguruan tinggi yang telah lebih dahulu mapan di Jayapura tentu bukan perkara mudah. Manajemen Unika Fajar Timur menyadari betul ketatnya iklim kompetisi untuk menggaet minat calon mahasiswa baru, terlebih dengan keterbatasan sarana dan prasarana di masa transisi pembentukan kampus.

Baca Juga :  KNPI Harus Kerja Nyata dan Beri Manfaat Pada Masyarakat

   Di samping tantangan fasilitas pendukung yang masih terus melengkapi diri, proses sosialisasi ke masyarakat luas juga menjadi evaluasi penting. Manajemen terus membenahi alur promosi internal agar mampu menyampaikan profil serta keunggulan kampus secara menyeluruh kepada masyarakat luas di Papua.

JAYAPURA – Universitas Katolik (Unika) Fajar Timur Papua resmi melangkah ke gelanggang pendidikan tinggi di Tanah Papua. Meski berstatus sebagai kampus baru di Kota Jayapura, perguruan tinggi ini menegaskan komitmennya untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman karakter dan nilai spiritualitas yang kuat.

   Langkah awal pendirian Unika Fajar Timur ditandai dengan dibukanya sejumlah program studi baru untuk merespons kebutuhan tenaga profesional di kawasan timur Indonesia. Rektor Unika Fajar Timur Papua, Pastor Dr. Konstantinus Bahang, OFM., menyampaikan bahwa penerimaan mahasiswa di tahun pertama ini menjadi pijakan awal yang sangat krusial bagi perjalanan kampus ke depan.

Baca Juga :  Freeport Apresiasi Generasi Muda dari Suku Amungme dan Kamoro Raih Gelar Dokter

   “Kalau mahasiswa sendiri yang gabung dengan Fakultas Teologi sekarang ada 250 yang aktif. Kalau yang dari empat prodi baru itu ada sekitar 87 orang. Dari prodi baru ini yang paling banyak dari Farmasi, ada dua kelas sekitar 42 orang lebih. Lalu dari Teknik Sipil ada 12, Arsitektur ada 6, dan Akuntansi ada 12 orang,” ungkap Pr. Konstantinus, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (31/8).

   Memulai operasional di tengah menjamurnya perguruan tinggi yang telah lebih dahulu mapan di Jayapura tentu bukan perkara mudah. Manajemen Unika Fajar Timur menyadari betul ketatnya iklim kompetisi untuk menggaet minat calon mahasiswa baru, terlebih dengan keterbatasan sarana dan prasarana di masa transisi pembentukan kampus.

Baca Juga :  Operasi Ketupat Diperpanjang Seminggu

   Di samping tantangan fasilitas pendukung yang masih terus melengkapi diri, proses sosialisasi ke masyarakat luas juga menjadi evaluasi penting. Manajemen terus membenahi alur promosi internal agar mampu menyampaikan profil serta keunggulan kampus secara menyeluruh kepada masyarakat luas di Papua.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya