Mantan Rektor Uncen ini juga mengajak para sarjana Katolik untuk tidak perlu mengikuti kegiatan -kegiatan yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, gereja, pemerintah, bangsa dan negara.
‘’Ikut menyebarkan berita-berita yang bohong, membully sesama kita. Itu bukan rana intelektual. Rana intelektuial adalah profesoionalisme. Karena sarjana itu saint sekaligus engenering. Saint itu ilmuan. Dia mempelajari apa yang ada di alam. Sedangakn engenering adalah inovator. Dia mengkreasikan sesuatu yang belum ada di alam,’’ jelasnya.
‘’Seorang sarjana tidak pergi kumpul-kumpul duduk membicarakan orang punya kelemahan dan kekurangan. Itu bukan rana sarjana. Karena sarjana, intelektual. Cendikia. Dia memberikan konstribusi positif dari hasil pemikirannya, ide-ide dan gagasannya,’’ lanjutnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Mantan Rektor Uncen ini juga mengajak para sarjana Katolik untuk tidak perlu mengikuti kegiatan -kegiatan yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, gereja, pemerintah, bangsa dan negara.
‘’Ikut menyebarkan berita-berita yang bohong, membully sesama kita. Itu bukan rana intelektual. Rana intelektuial adalah profesoionalisme. Karena sarjana itu saint sekaligus engenering. Saint itu ilmuan. Dia mempelajari apa yang ada di alam. Sedangakn engenering adalah inovator. Dia mengkreasikan sesuatu yang belum ada di alam,’’ jelasnya.
‘’Seorang sarjana tidak pergi kumpul-kumpul duduk membicarakan orang punya kelemahan dan kekurangan. Itu bukan rana sarjana. Karena sarjana, intelektual. Cendikia. Dia memberikan konstribusi positif dari hasil pemikirannya, ide-ide dan gagasannya,’’ lanjutnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q