Namun, sampai saat ini kata AKP Boby pihaknya belum menemukan oknum yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut. AKP Boby menyebut pihaknya akan terus menyelidiki dan melakukan upaya-upaya untuk mengungkap siapa pelakunya. “Jadi mohon untuk pihak keluarga tetap bersabar tetap berkomunikasi. Ada informasi sekecil apapun dapat dilaporkan kepada kami,” katanya.
“Mohon kasus ini dipercayakan kepada pihak kepolisian khususnya Satlantas sehingga kami juga dibantu diberikan informasi-informasi pasca sebelum kecelakaan, kemudian mungkin ada informasi dari cerita atau penyampaian apapun yang keluarga terima silahkan informasikan ke kami,” tambahnya.
AKP Boby melanjutkan, dalam penanganan kasus ini pihaknya membentuk tim dengan melibatkan Unit Reskrim Polsek Mimika Baru untuk mengungkap fakta tewasnya Anis. Sejauh ini, sudah ada sekitar 2 orang saksi yang diperiksa terkait kasus tersebut.
Pengungkapan kasus ini kata Boby juga sedikit mengalami kendala karena minimnya alat bukti yang diterima oleh penyidik.
“Karena CCTV juga tidak ada kemudian saat itu jamnya juga subuh, namun tetap masih ada saksi yang betul-betul melihat bahwa ada orang yang terjatuh. Ini masih kita dalami siapa sebenarnya orang itu,” ungkapnya.
Ia pun meminta pihak keluarga agar tidak membuat informasi yang tidak benar adanya serta tidak membuat gerakan-gerakan yang tidak diinginkan. Adapun kejadian yang menewaskan YA alias Anis terjadi pada Kamis 3 Oktober 2024. Jasad YA ditemukan tergeletak tak bernyawa di tengah Jalan Sp1, Distrik Wania, Mimika, Papua Tengah, sekitar pukul 05.00 WIT.
Setelah informasi ini sampai ke pihak Polsek Mimika Baru. Polisi pun merespons ke TKP dan mengevakuasi jasad Anis ke RSUD untuk dilakukan Visum. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Namun, sampai saat ini kata AKP Boby pihaknya belum menemukan oknum yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut. AKP Boby menyebut pihaknya akan terus menyelidiki dan melakukan upaya-upaya untuk mengungkap siapa pelakunya. “Jadi mohon untuk pihak keluarga tetap bersabar tetap berkomunikasi. Ada informasi sekecil apapun dapat dilaporkan kepada kami,” katanya.
“Mohon kasus ini dipercayakan kepada pihak kepolisian khususnya Satlantas sehingga kami juga dibantu diberikan informasi-informasi pasca sebelum kecelakaan, kemudian mungkin ada informasi dari cerita atau penyampaian apapun yang keluarga terima silahkan informasikan ke kami,” tambahnya.
AKP Boby melanjutkan, dalam penanganan kasus ini pihaknya membentuk tim dengan melibatkan Unit Reskrim Polsek Mimika Baru untuk mengungkap fakta tewasnya Anis. Sejauh ini, sudah ada sekitar 2 orang saksi yang diperiksa terkait kasus tersebut.
Pengungkapan kasus ini kata Boby juga sedikit mengalami kendala karena minimnya alat bukti yang diterima oleh penyidik.
“Karena CCTV juga tidak ada kemudian saat itu jamnya juga subuh, namun tetap masih ada saksi yang betul-betul melihat bahwa ada orang yang terjatuh. Ini masih kita dalami siapa sebenarnya orang itu,” ungkapnya.
Ia pun meminta pihak keluarga agar tidak membuat informasi yang tidak benar adanya serta tidak membuat gerakan-gerakan yang tidak diinginkan. Adapun kejadian yang menewaskan YA alias Anis terjadi pada Kamis 3 Oktober 2024. Jasad YA ditemukan tergeletak tak bernyawa di tengah Jalan Sp1, Distrik Wania, Mimika, Papua Tengah, sekitar pukul 05.00 WIT.
Setelah informasi ini sampai ke pihak Polsek Mimika Baru. Polisi pun merespons ke TKP dan mengevakuasi jasad Anis ke RSUD untuk dilakukan Visum. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos