Saturday, March 7, 2026
26.9 C
Jayapura

Stok Beras Bulog KC Timika Dipastikan Aman untuk Tiga Bulan ke Depan

MIMIKA – Kepala Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika, Dedy Wahyudi, memastikan ketahanan stok beras di gudang Bulog Timika berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.

Saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (3/3/2026), Dedy menjelaskan bahwa saat ini pihaknya menguasai stok beras Public Service Obligation (PSO) atau beras medium sebanyak 1.500 ton, serta beras premium sekitar 13 ton. “Stok yang kami kuasai saat ini sangat cukup untuk kebutuhan tiga bulan ke depan,” ujar Dedy.

Dijelaskan Dedy bahwa untuk periode Maret 2026, Bulog telah mulai menyalurkan jatah rutin bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) golongan anggaran serta personel TNI dan Polri. Selain itu, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus berjalan secara berkesinambungan.

Baca Juga :  Penerimaan PPPK di Mimika Bakal Dibuka Oktober

Dedy memaparkan bahwa untuk tahun 2026, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah memberikan penugasan penyaluran SPHP sebesar 800.000 ton untuk seluruh Indonesia.

​”Khusus untuk wilayah kami, penyaluran tahun anggaran 2026 sudah mulai dilaksanakan per Senin, 2 Maret kemarin. Seluruh stok PSO yang tersedia diperuntukkan bagi penjualan rutin ke ASN, TNI, dan Polri, serta program SPHP karena menggunakan jenis beras yang sama, yaitu beras medium,” jelasnya.

Rata-rata penyaluran beras medium di wilayah kerja KC Timika mencapai 400-450 ton per bulan, dengan rincian untuk golongan Anggaran (ASN/TNI/Polri) kurang lebih ton, dan program SPHP 100 hingga 150 ton.

MIMIKA – Kepala Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika, Dedy Wahyudi, memastikan ketahanan stok beras di gudang Bulog Timika berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.

Saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (3/3/2026), Dedy menjelaskan bahwa saat ini pihaknya menguasai stok beras Public Service Obligation (PSO) atau beras medium sebanyak 1.500 ton, serta beras premium sekitar 13 ton. “Stok yang kami kuasai saat ini sangat cukup untuk kebutuhan tiga bulan ke depan,” ujar Dedy.

Dijelaskan Dedy bahwa untuk periode Maret 2026, Bulog telah mulai menyalurkan jatah rutin bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) golongan anggaran serta personel TNI dan Polri. Selain itu, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus berjalan secara berkesinambungan.

Baca Juga :  KPK Periksa Lima Saksi Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja di Timika

Dedy memaparkan bahwa untuk tahun 2026, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah memberikan penugasan penyaluran SPHP sebesar 800.000 ton untuk seluruh Indonesia.

​”Khusus untuk wilayah kami, penyaluran tahun anggaran 2026 sudah mulai dilaksanakan per Senin, 2 Maret kemarin. Seluruh stok PSO yang tersedia diperuntukkan bagi penjualan rutin ke ASN, TNI, dan Polri, serta program SPHP karena menggunakan jenis beras yang sama, yaitu beras medium,” jelasnya.

Rata-rata penyaluran beras medium di wilayah kerja KC Timika mencapai 400-450 ton per bulan, dengan rincian untuk golongan Anggaran (ASN/TNI/Polri) kurang lebih ton, dan program SPHP 100 hingga 150 ton.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya