Pasca Malam Tahun Baru, Volume Sampah di Mimika Naik 100 Ton

MIMIKA – Baru-baru ini Kepolisian Resort (Polres) Mimika telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menyampaikan imbauan dalam rangka melarang adanya pesta kembang api di malam pergantian tahun di Timika.

Imbauan ini pun telah disampaikan baik melalui Kepala Kepolisian Resort Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman maupun melalui Bupati Mimika Johannes Rettob.
Larang ini disampaikan dengan tujuan sebagai bentuk empati Kabupaten Mimika terhadap duka yang dialami oleh rakyat Indonesia di pulau Sumatera yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor.

Namun nyatanya, imbauan ini tidaklah diindahkan oleh masyarakat. Pesta kembang api pun pecah. Euforia yang meledak dan mengema di langit Timika pada malam tahun baru itu pun menyisakan 100 ton sampah di Kabupaten Mimika dalam dua hari berturut-turut.

Baca Juga :  Pasar Malam di Lapangan Eks Pasar Lama Timika Dipastikan Ilegal

Pantauan media ini, di sepanjang jalan di dalam kota Timika, banyak sampah yang berserakan. Bahkan, tumpukan sampah di beberapa titik seperti di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara di Jalan Yos Soedarso, dekat lapangan Jayanti dipadati sampah.

Kondisi serupa juga dapat ditemukan pada beberappa titik lainnya di dalam kota TImika pada pagi hari. Hal ini pun dibenarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika, Jeffri Deda menyampaikan, dari hasil laporan petugas sampah dan pengawas sampah hampir di sebagian jalan penuh sampah petasan dan kembang api yang di biarkan begitu saja.

Kondisi ini juga disebabkan oleh berakhirnya kontrak petugas penyapu jalan dan babat rumput pada 31 Desember 2025 lalu.

Baca Juga :  Sambut Fajar Paskah, Ribuan Umat Kristiani di Timika   Ikut Pawai Obor

MIMIKA – Baru-baru ini Kepolisian Resort (Polres) Mimika telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menyampaikan imbauan dalam rangka melarang adanya pesta kembang api di malam pergantian tahun di Timika.

Imbauan ini pun telah disampaikan baik melalui Kepala Kepolisian Resort Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman maupun melalui Bupati Mimika Johannes Rettob.
Larang ini disampaikan dengan tujuan sebagai bentuk empati Kabupaten Mimika terhadap duka yang dialami oleh rakyat Indonesia di pulau Sumatera yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor.

Namun nyatanya, imbauan ini tidaklah diindahkan oleh masyarakat. Pesta kembang api pun pecah. Euforia yang meledak dan mengema di langit Timika pada malam tahun baru itu pun menyisakan 100 ton sampah di Kabupaten Mimika dalam dua hari berturut-turut.

Baca Juga :  Pangkalan PSDKP Tual Gelar FKP dan Evaluasi Standar Pelayanan di Mimika 

Pantauan media ini, di sepanjang jalan di dalam kota Timika, banyak sampah yang berserakan. Bahkan, tumpukan sampah di beberapa titik seperti di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara di Jalan Yos Soedarso, dekat lapangan Jayanti dipadati sampah.

Kondisi serupa juga dapat ditemukan pada beberappa titik lainnya di dalam kota TImika pada pagi hari. Hal ini pun dibenarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika, Jeffri Deda menyampaikan, dari hasil laporan petugas sampah dan pengawas sampah hampir di sebagian jalan penuh sampah petasan dan kembang api yang di biarkan begitu saja.

Kondisi ini juga disebabkan oleh berakhirnya kontrak petugas penyapu jalan dan babat rumput pada 31 Desember 2025 lalu.

Baca Juga :  Jelang Pilkada dan Nataru, Jaga Stok Pangan di Papua 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya