alexametrics
28.7 C
Jayapura
Saturday, May 21, 2022

Dusun Sagu untuk Ketahanan Pangan, Bukan untuk Dijual

SENTANI- Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si meminta kepada masyarakat di Kabupaten Jayapura supaya tidak menjual Dusun Sagu. Karena Dusun Sagu ini merupakan satu-satunya pangan lokal yang bisa diandalkan untuk  ketahanan pangan masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Mathius pada saat peletakan batu pertama pembangunan Rumah Pengolahan Tepung Sagu dan Beras Sagu Helee Wabhouw di Kampung Sereh,Senin (20/7).

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si  saat meresmikan Rumah Pengolahan Tepung Sagu dan Beras Sagu Helee Wabhouw di Kampung Sereh, Senin (20/7). ( foto: Robert Cepos)

Hal serupa juga disampaikan oleh Ondofolo  Kampung Sereh, Yanto Eluay.  Dia meminta, dengan adanya pembangunan Rumah Pengelolaan Tepung Sagu di Kampung Sereh ini bisa memberi manfaat tersendiri bagi perekonomian masyarakat setempat.

Baca Juga :  Ribuan Jemaah Padati Masjid Al Aqsa, Akui Berbeda dari Tahun Sebelumnya

“Di tengah masa pandemi Covid-19 ini, berbagai hal yang perlu dilakukan selain mengikuti protokol kesehatan, ketersediaan pangan yang cukup juga sangat penting,” ungkapnya.

Lanjut dia, dengan adanya Rumah Pengolahan Tepung Sagu dan Beras Sagu Helle Wabhouw ke depan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, selain di Kampung Sereh dan umumnya Kabupaten Jayapura.

Dikatakan, saat ini ketersediaan sagu juga harus terintegrasi dengan program budidaya dan penanaman serta penataan Dusun Sagu yang ada di Kabupaten Jayapura.

“Sehingga sagu kedepan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan berkualitas,” ujarnya.

Pihaknya juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura yang selalu mendukung program peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan dan juga memberikan motivasi bagi masyarakat adat untuk memberdayakan potensi sumber daya alam yang ada di masing-masing wilayah adat untuk peningkatan perekonomian masyarakat.

Baca Juga :  Warga Hanya Boleh Buang Sampah Malam Hari

“Harapan kami, Dusun Sagu jangan lagi dijual, tapi dikelola menjadi sumber pangan untuk kita dan generasi selanjutnya,”tambahnya. (roy/tho)

SENTANI- Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si meminta kepada masyarakat di Kabupaten Jayapura supaya tidak menjual Dusun Sagu. Karena Dusun Sagu ini merupakan satu-satunya pangan lokal yang bisa diandalkan untuk  ketahanan pangan masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Mathius pada saat peletakan batu pertama pembangunan Rumah Pengolahan Tepung Sagu dan Beras Sagu Helee Wabhouw di Kampung Sereh,Senin (20/7).

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si  saat meresmikan Rumah Pengolahan Tepung Sagu dan Beras Sagu Helee Wabhouw di Kampung Sereh, Senin (20/7). ( foto: Robert Cepos)

Hal serupa juga disampaikan oleh Ondofolo  Kampung Sereh, Yanto Eluay.  Dia meminta, dengan adanya pembangunan Rumah Pengelolaan Tepung Sagu di Kampung Sereh ini bisa memberi manfaat tersendiri bagi perekonomian masyarakat setempat.

Baca Juga :  Anggaran Penanganan Covid-19  Tunggu Arahan Pusat

“Di tengah masa pandemi Covid-19 ini, berbagai hal yang perlu dilakukan selain mengikuti protokol kesehatan, ketersediaan pangan yang cukup juga sangat penting,” ungkapnya.

Lanjut dia, dengan adanya Rumah Pengolahan Tepung Sagu dan Beras Sagu Helle Wabhouw ke depan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, selain di Kampung Sereh dan umumnya Kabupaten Jayapura.

Dikatakan, saat ini ketersediaan sagu juga harus terintegrasi dengan program budidaya dan penanaman serta penataan Dusun Sagu yang ada di Kabupaten Jayapura.

“Sehingga sagu kedepan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan berkualitas,” ujarnya.

Pihaknya juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura yang selalu mendukung program peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan dan juga memberikan motivasi bagi masyarakat adat untuk memberdayakan potensi sumber daya alam yang ada di masing-masing wilayah adat untuk peningkatan perekonomian masyarakat.

Baca Juga :  Ribuan Jemaah Padati Masjid Al Aqsa, Akui Berbeda dari Tahun Sebelumnya

“Harapan kami, Dusun Sagu jangan lagi dijual, tapi dikelola menjadi sumber pangan untuk kita dan generasi selanjutnya,”tambahnya. (roy/tho)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/