SENTANI – Direktur RSUD Yowari, drg. Maryen Braweri, M.Kes, menegaskan bahwa Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) meminta pihak rumah sakit segera melakukan pembenahan, khususnya pada ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Menurut Maryen, saat kunjungan ke rumah sakit, Wamendagri meninjau langsung sejumlah fasilitas, termasuk ruang rawat dan instalasi gawat darurat. Dari hasil peninjauan tersebut, ditemukan beberapa bagian bangunan yang dinilai belum memenuhi standar sehingga perlu segera diperbaiki.
Ia mengatakan, pihaknya diberi waktu sekitar satu bulan untuk melakukan pembenahan, terutama pada fasilitas IGD yang menjadi wajah utama pelayanan rumah sakit.
“Perbaikan terutama pada bangunan yang menurut beliau tidak sesuai standar. Kita diberi waktu sekitar satu bulan untuk melakukan pembenahan dengan memaksimalkan anggaran yang ada dan memprioritaskan perbaikan di IGD,” ujar Maryen, Senin (16/3).
Ia menambahkan, Wamendagri dijadwalkan kembali mengunjungi RSUD Yowari pada Selasa untuk melakukan kerja bakti bersama serta rapat dengan seluruh jajaran manajemen rumah sakit.
Pertemuan tersebut akan melibatkan tenaga medis, mulai dari dokter spesialis, perawat hingga tenaga kesehatan lainnya guna membahas peningkatan pelayanan di rumah sakit.
Maryen menjelaskan bahwa saat ini fokus pembenahan difokuskan pada pelayanan IGD karena merupakan pintu utama pelayanan rumah sakit kepada masyarakat.
“Kalau IGD kita sudah baik, maka kualitas pelayanan juga otomatis akan meningkat, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia,” jelasnya.
Selain pembenahan fasilitas, pihak rumah sakit juga melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan setelah adanya kasus pasien yang tidak mendapatkan pendampingan petugas saat berada di IGD.