SENTANI – Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan program strategis nasional yang harus disinergikan hingga ke tingkat daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, termasuk di Papua.
Ia menjelaskan, melalui revisi besar kebijakan Presiden Republik Indonesia, program swasembada pangan kemudian diturunkan ke dalam visi dan misi pemerintah daerah, khususnya di Provinsi Papua. Program tersebut diselaraskan dengan kegiatan dinas teknis seperti pertanian, perkebunan, dan peternakan dalam arti luas.
“Visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua diarahkan untuk menjabarkan program nasional ke dalam program daerah, salah satunya dengan menyiapkan dan mengembangkan komoditas tertentu seperti sawah dan jagung,” ujar Aryoko Sabtu (10/1).
Menurutnya, Kabupaten Jayapura menjadi salah satu wilayah prioritas Pemerintah Provinsi Papua dalam pengembangan komoditas pangan, baik padi sawah maupun jagung. Hal ini sejalan dengan arahan Kementerian Pertanian yang menetapkan wilayah Papua Utara memiliki komoditas unggulan berupa jagung.
“Ketika kita sudah swasembada jagung, maka produk turunannya juga harus disiapkan. Bukan hanya untuk konsumsi atau dijual, tetapi tongkol dan bagian lain dari tanaman jagung bisa diolah menjadi pakan ternak,” jelasnya.
Ia menilai, pengolahan hasil turunan jagung tersebut akan membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat, khususnya petani, sehingga tidak berhenti pada tahap tanam dan panen semata. Dampaknya, pendapatan rumah tangga akan meningkat dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, baik skala kecil, kabupaten, maupun regional Papua.
Aryoko mengakui bahwa secara umum ketersediaan lahan dan bibit di daerah sudah mencukupi. Namun, keluhan yang sering disampaikan masyarakat adalah keterbatasan pupuk dan alat pertanian.