Wednesday, January 28, 2026
29.9 C
Jayapura

Festival Sekolah Adat Hugulama I Tahun 2026 Jadi Ruang Dialog Damai

WAMENA – Festival Sekolah Adat Hugulama Ke-I 2026 akan menjadi ruang dialog damai yang bermartabat bagi masyarakat adat Hugula dalam merefleksikan diri di tengah arus perubahan sosial. Bagi masyarakat adat kegiatan ini sangat positif lantas menghidupkan kembali relasi antara masyarakat adat dengan Tuhan, leluhur, alam semesta dan sesama manusia dalam pesta budaya.

Ketua Panitia Festival Sekolah Adat Hugulama I Tahun 2026 Yermias Hisage menyatakan ragam kegiatan yang dilakukan pada perayaan ini antara lain, misa/ibadah pembukaan, seminar dan lokakarya, Fokus Diskusi Group (FGD), pertunjukkan seni dan budaya, musik tradisional, tarian, cerita rakyat dan puisi rakyat, kerajinan tangan, pameran hasil bumi dan lainnya.

Baca Juga :  Masalah Air Bersih Jadi Prioritas

“Dalam serangkaian kegiatan tersebut menghimpun ide, dan gagasan, membangun kesadaran dan komitmen bersama bagi generasi muda, tokoh adat, tokoh gereja, pemerintah kampung dan kabupaten serta mitra lainnya.”ungkapnya Sabtu (24/1)

Kata Yermias, Iven ini diisiasi oleh pengurus Seoklah Adat Hugulama Sekolah Adat Santo Yohanis Pembaptis I Yogonima, Sekolah Adat Santo Yohanis Pembaptis II Itlay Hisage, Sekolah Adat Sagesalo, Sekolah Adat Sagesalo, Sekolah Adat Walelagama, Sekolah Adat Alep Meke Hanorasuok Sekan Dalam, Sekolah Adat Holal Yakuluok Sekan, dan persiapan sekolah adat lain. “Kami bekerja sama dengan tokoh adat, gereja, pemerintah kampung dan daerah serta elemen masyarakat lainnya,”katanya

WAMENA – Festival Sekolah Adat Hugulama Ke-I 2026 akan menjadi ruang dialog damai yang bermartabat bagi masyarakat adat Hugula dalam merefleksikan diri di tengah arus perubahan sosial. Bagi masyarakat adat kegiatan ini sangat positif lantas menghidupkan kembali relasi antara masyarakat adat dengan Tuhan, leluhur, alam semesta dan sesama manusia dalam pesta budaya.

Ketua Panitia Festival Sekolah Adat Hugulama I Tahun 2026 Yermias Hisage menyatakan ragam kegiatan yang dilakukan pada perayaan ini antara lain, misa/ibadah pembukaan, seminar dan lokakarya, Fokus Diskusi Group (FGD), pertunjukkan seni dan budaya, musik tradisional, tarian, cerita rakyat dan puisi rakyat, kerajinan tangan, pameran hasil bumi dan lainnya.

Baca Juga :  Pastikan Tidak Ada Penggalangan Dana untuk LE

“Dalam serangkaian kegiatan tersebut menghimpun ide, dan gagasan, membangun kesadaran dan komitmen bersama bagi generasi muda, tokoh adat, tokoh gereja, pemerintah kampung dan kabupaten serta mitra lainnya.”ungkapnya Sabtu (24/1)

Kata Yermias, Iven ini diisiasi oleh pengurus Seoklah Adat Hugulama Sekolah Adat Santo Yohanis Pembaptis I Yogonima, Sekolah Adat Santo Yohanis Pembaptis II Itlay Hisage, Sekolah Adat Sagesalo, Sekolah Adat Sagesalo, Sekolah Adat Walelagama, Sekolah Adat Alep Meke Hanorasuok Sekan Dalam, Sekolah Adat Holal Yakuluok Sekan, dan persiapan sekolah adat lain. “Kami bekerja sama dengan tokoh adat, gereja, pemerintah kampung dan daerah serta elemen masyarakat lainnya,”katanya

Berita Terbaru

Artikel Lainnya