WAMENA- Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memalui Distrik Bpiri menyerahkan bantuan alat kerja berupa sekop, parang, linggis dan beberapa peralatan lainnya kepada kelompok petani di 7 kampung seperti Tirunggu, Walakma, Dlonggoki, Iriliga, Dlingama, Ogabaga, dan Ayoma.
Kepala Distrik Bpiri, Ton Gombo, mengaku jika bantuan alat kerja ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perekonomian masyarakat, khususnya kelompok tani atau warga di pedesaan guna membuka lahan baru atau kembali memanfaatkan lahan tidur yang ada di sekitarnya, sebab saat ini pemerintah daerah ingin masyarakat bisa kembali mengangkat sektor pertanian dan potensi yang ada.
“Bantuan ini merupakan salah satu upaya pemerintah kabupaten untuk mendukung kegiatan gotong royong dan pembangunan infrastruktur desa sekaligus membuka lahan pertanian di wilaayah Distrik Bpiri,” ungkapnya Kamis (2/4)
Ton Gombo juga menyatakan pengembangan sektor pertanian yang yang sedang didorong oleh pemerintah Kabupaten Jayawijaya harus berjalan di 40 Distrik termasuk dalam satunya distrik Bpiri, selain itu pemerintah juga menginginkan agar potensi wisata yang ada di wilayah ini juga perlu untuk dikembangkan untuk kesejahtrahan masyarakat.
“Pengembangan sektor pertanian ini sekaligus mendukung pengembangan potensi alam air terjun yang ada di Distrik Bpiri, oleh karena itu, kami terus mendorong masyarakat maupun kelompok tani yang ada untuk kembali membuka kebun,” Kata Gombo
Kepala Distrik Bpiri, juga menghimbau kepada masyarakat dan pemuda untuk kembali ke kampung halaman dan bekerja di lahan masing-masing, sehingga bisa meningkatkan ekonomi dari keluarga serta juga menjaga bahan pangan untuk masyarakat selalu tersedia dari hasil- hasil pertanian.
WAMENA- Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memalui Distrik Bpiri menyerahkan bantuan alat kerja berupa sekop, parang, linggis dan beberapa peralatan lainnya kepada kelompok petani di 7 kampung seperti Tirunggu, Walakma, Dlonggoki, Iriliga, Dlingama, Ogabaga, dan Ayoma.
Kepala Distrik Bpiri, Ton Gombo, mengaku jika bantuan alat kerja ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perekonomian masyarakat, khususnya kelompok tani atau warga di pedesaan guna membuka lahan baru atau kembali memanfaatkan lahan tidur yang ada di sekitarnya, sebab saat ini pemerintah daerah ingin masyarakat bisa kembali mengangkat sektor pertanian dan potensi yang ada.
“Bantuan ini merupakan salah satu upaya pemerintah kabupaten untuk mendukung kegiatan gotong royong dan pembangunan infrastruktur desa sekaligus membuka lahan pertanian di wilaayah Distrik Bpiri,” ungkapnya Kamis (2/4)
Ton Gombo juga menyatakan pengembangan sektor pertanian yang yang sedang didorong oleh pemerintah Kabupaten Jayawijaya harus berjalan di 40 Distrik termasuk dalam satunya distrik Bpiri, selain itu pemerintah juga menginginkan agar potensi wisata yang ada di wilayah ini juga perlu untuk dikembangkan untuk kesejahtrahan masyarakat.
“Pengembangan sektor pertanian ini sekaligus mendukung pengembangan potensi alam air terjun yang ada di Distrik Bpiri, oleh karena itu, kami terus mendorong masyarakat maupun kelompok tani yang ada untuk kembali membuka kebun,” Kata Gombo
Kepala Distrik Bpiri, juga menghimbau kepada masyarakat dan pemuda untuk kembali ke kampung halaman dan bekerja di lahan masing-masing, sehingga bisa meningkatkan ekonomi dari keluarga serta juga menjaga bahan pangan untuk masyarakat selalu tersedia dari hasil- hasil pertanian.