alexametrics
28.7 C
Jayapura
Friday, May 27, 2022

APBD Merauke Dipangkas Rp 300 M Lebih

Drs. Daniel Pauta  (FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE-Pandemi  Corona yang  terjadi saat  ini membuat   Pemerintah  Kabupaten Merauke  harus  merevisi ulang Anggaran  Pendapatan dan Belanja Daerah  (APBD) Kabupaten Merauke  tahun  2020  yang telah  ditetapkan dan sedang  berjalan   saat  ini. Pasalnya,  APBD yang   telah  ditetapkan  sebesar Rp 2,2  triliun   tersebut  akan mengalami pemangkasan  yang cukup besar dari Pemerintah  Pusat. 

  Sekretaris  Daerah Kabupaten Merauke  Drs  Daniel Pauta yang juga sebagai Ketua Tim Anggaran  Pemerintah  Daerah (TAPD)  Kabupaten Merauke menjelaskan  bahwa akan  terjadi  pemangkasan anggaran oleh Pemerintah Pusat  lebih  dari Rp 300 miliar dalam rangka   penanganan Covid-19.   

   “Kita akan mengalami pemangkasan anggaran  dari pusat yang  diperkirakan mencapai  Rp 300  miliar lebih,’’ kata  Daniel Pauta, kepada  media  ini,    seusai mengikuti Musresbang  tingkat Kabupaten  Merauke di Bappeda,  Rabu  (22/4). 

   Sekda  mengungkapkan bahwa  pemotongan  anggaran  tersebut  terdiri dari  Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan  dana bagi hasil. Untuk  dana alokasi  umum, jelas   Sekda  Pauta, awalnya    diperkirakan  hanya  sekitar  Rp 120  miliar   yang dipangkas ternyata  jumlahnya  menjadi Rp 137 miliar  lebih. Selanjutnya   untuk  DAK yang awalnya  diperkirakan Rp 101 miliar menjadi  Rp 121  miliar.   Dan dana  bagi hasil yang  diperkirakan  23 persen.  

Baca Juga :  Tahun ini, Jembatan Kali Bion Dibangun Lagi   

   “Tapi  dana bagi hasil belum jelas berapa yang akan diperoleh. Karena itu juga tergantung  dari pajak, dan retribusi.Nah, setelah  dihitung-hitung  akan terjadi pemangkasan  APBD  kita  sebesar  Rp 300 miliar lebih,”  tandasnya.

   Karena   adanya  pemangkasan anggaran  tersebut, lanjut Sekda  Daniel Pauta,  maka APBD Kabupaten Merauke yang  telah ditetapkan  sebelumnya  Rp 2,2  triliun akan   turun menjadi   Rp 1,8  triliun  lebih.    Dari   APBD  2020   sebesar   Rp 1,8 Triliun  ini,  jelas dia, masih akan   dilakukan  pergeseran  anggaran  lagi  untuk  penanganan  Covid-19  dan penanganan   jaringan  pengaman  sosial  yang  diperkirakan  antara  Rp 100-120 miliar. 

  “Untuk  penanganan   Covid-19 di Merauke serta   penanganan dampak   yang  terjadi  dibutuhkan  anggaran sekitar  Rp 100-120 miliar,’’ terangnya. 

Baca Juga :  Pendapatan Turun 70 Persen, Dikejar-kejar untuk Bayar Cicilan

  Sementara   anggaran  yang   telah  dikeluarkan   untuk penanganan  jaring   pengaman  sosial  dengan  memberikan  paket  sembako kepada masyarakat kurang  mampu ditambah  dengan  penyemprotan  disinfaktan, kata  Pauta,   diperkirakan  sudah menghabiskan  anggaran  sekitar Rp 700 juta.  

  Sekda   menambahkan dengan   pemangkasan anggaran  oleh pusat tersebut, serta   adanya pergeseran  anggaran untuk penanganan Covid-19  di Kabupaten Merauke membuat banyak  kegiatan dan program tidak bisa dilaksanakan tahun   ini. “Kita berharap pandemi Corona ini  bisa  cepat  berlalu, sehingga   ekonomi  masyarakat  tidak jadi lumpuh,” harapnya.  (ulo/tri)     

Drs. Daniel Pauta  (FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE-Pandemi  Corona yang  terjadi saat  ini membuat   Pemerintah  Kabupaten Merauke  harus  merevisi ulang Anggaran  Pendapatan dan Belanja Daerah  (APBD) Kabupaten Merauke  tahun  2020  yang telah  ditetapkan dan sedang  berjalan   saat  ini. Pasalnya,  APBD yang   telah  ditetapkan  sebesar Rp 2,2  triliun   tersebut  akan mengalami pemangkasan  yang cukup besar dari Pemerintah  Pusat. 

  Sekretaris  Daerah Kabupaten Merauke  Drs  Daniel Pauta yang juga sebagai Ketua Tim Anggaran  Pemerintah  Daerah (TAPD)  Kabupaten Merauke menjelaskan  bahwa akan  terjadi  pemangkasan anggaran oleh Pemerintah Pusat  lebih  dari Rp 300 miliar dalam rangka   penanganan Covid-19.   

   “Kita akan mengalami pemangkasan anggaran  dari pusat yang  diperkirakan mencapai  Rp 300  miliar lebih,’’ kata  Daniel Pauta, kepada  media  ini,    seusai mengikuti Musresbang  tingkat Kabupaten  Merauke di Bappeda,  Rabu  (22/4). 

   Sekda  mengungkapkan bahwa  pemotongan  anggaran  tersebut  terdiri dari  Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan  dana bagi hasil. Untuk  dana alokasi  umum, jelas   Sekda  Pauta, awalnya    diperkirakan  hanya  sekitar  Rp 120  miliar   yang dipangkas ternyata  jumlahnya  menjadi Rp 137 miliar  lebih. Selanjutnya   untuk  DAK yang awalnya  diperkirakan Rp 101 miliar menjadi  Rp 121  miliar.   Dan dana  bagi hasil yang  diperkirakan  23 persen.  

Baca Juga :  Tiga Motor dan Puluhan Botol Sopi Diamankan

   “Tapi  dana bagi hasil belum jelas berapa yang akan diperoleh. Karena itu juga tergantung  dari pajak, dan retribusi.Nah, setelah  dihitung-hitung  akan terjadi pemangkasan  APBD  kita  sebesar  Rp 300 miliar lebih,”  tandasnya.

   Karena   adanya  pemangkasan anggaran  tersebut, lanjut Sekda  Daniel Pauta,  maka APBD Kabupaten Merauke yang  telah ditetapkan  sebelumnya  Rp 2,2  triliun akan   turun menjadi   Rp 1,8  triliun  lebih.    Dari   APBD  2020   sebesar   Rp 1,8 Triliun  ini,  jelas dia, masih akan   dilakukan  pergeseran  anggaran  lagi  untuk  penanganan  Covid-19  dan penanganan   jaringan  pengaman  sosial  yang  diperkirakan  antara  Rp 100-120 miliar. 

  “Untuk  penanganan   Covid-19 di Merauke serta   penanganan dampak   yang  terjadi  dibutuhkan  anggaran sekitar  Rp 100-120 miliar,’’ terangnya. 

Baca Juga :  Jatuh dari Dermaga, ABK KM Sapurasa Hilang di Kali Maro

  Sementara   anggaran  yang   telah  dikeluarkan   untuk penanganan  jaring   pengaman  sosial  dengan  memberikan  paket  sembako kepada masyarakat kurang  mampu ditambah  dengan  penyemprotan  disinfaktan, kata  Pauta,   diperkirakan  sudah menghabiskan  anggaran  sekitar Rp 700 juta.  

  Sekda   menambahkan dengan   pemangkasan anggaran  oleh pusat tersebut, serta   adanya pergeseran  anggaran untuk penanganan Covid-19  di Kabupaten Merauke membuat banyak  kegiatan dan program tidak bisa dilaksanakan tahun   ini. “Kita berharap pandemi Corona ini  bisa  cepat  berlalu, sehingga   ekonomi  masyarakat  tidak jadi lumpuh,” harapnya.  (ulo/tri)     

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/