Gubernur Apolo Dorong Kualitas Pendidikan Kejuruan Berbasis Potensi Daerah

MERAUKE – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mendorong kualitas Pendidikan kejuruan di tanah Papua berbasis potensi kejuruan.

Saat membuka koordinasi (rakor) para Kepala SMK se-tanah Papua dari 4 provinsi yakni Provinsi Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah dan Papua Selatan, Apolo Safanpo berharap rakor ini dapat merumuskan arah kebijakan tentang perkembangan dan pertumbuhan SMK di tanah Papua dimasa mendatang.

Dikatakan, hakikat pembangunan yang dilaksanakan ada dua, yakni pembangunan fisik dan non-fisik. Pembangunan fisik meliputi sarana dan prasarana, infrastruktur guna menunjang aspek non-fisik.

Sementara pembangunan non fisik, meliputi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yakni pendidikan, pelatihan dan lainnya. Sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, tujuan umum dari pendidikan ada dua.

Baca Juga :  Merauke Turun ke PPKM Level 2

Pertama memberikan ilmu dan pengetahuan serta teknologi kepada peserta didik,yang disebut knowledge education. Kedua, memberikan ketrampilan kepada peserta didik, biasa disebut skill education.

‘’Ilmu, pengetahuan, keterampilan dan teknologi itu disebut kompetensi, maka nyaris lembaga pendidikan didunia rata-rata mengejar kompetensi, kualitas, dan kualifikasi yang tinggi kepada peserta didiknya,’’ kata gubernur Apolo Safanpo.

Dahulu, menurut dia, pendidikan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan keagamaan, menempatkan ilmu pengetahuan dan teknologi diurutan dua, kemudian pendidikan skill/ketrampilan berada diurutan tiga.

MERAUKE – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mendorong kualitas Pendidikan kejuruan di tanah Papua berbasis potensi kejuruan.

Saat membuka koordinasi (rakor) para Kepala SMK se-tanah Papua dari 4 provinsi yakni Provinsi Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah dan Papua Selatan, Apolo Safanpo berharap rakor ini dapat merumuskan arah kebijakan tentang perkembangan dan pertumbuhan SMK di tanah Papua dimasa mendatang.

Dikatakan, hakikat pembangunan yang dilaksanakan ada dua, yakni pembangunan fisik dan non-fisik. Pembangunan fisik meliputi sarana dan prasarana, infrastruktur guna menunjang aspek non-fisik.

Sementara pembangunan non fisik, meliputi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yakni pendidikan, pelatihan dan lainnya. Sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, tujuan umum dari pendidikan ada dua.

Baca Juga :  Chrismas Week Festival Pemprov Papua Pegunungan Bagikan 5 Ton Ikan Dari Biak

Pertama memberikan ilmu dan pengetahuan serta teknologi kepada peserta didik,yang disebut knowledge education. Kedua, memberikan ketrampilan kepada peserta didik, biasa disebut skill education.

‘’Ilmu, pengetahuan, keterampilan dan teknologi itu disebut kompetensi, maka nyaris lembaga pendidikan didunia rata-rata mengejar kompetensi, kualitas, dan kualifikasi yang tinggi kepada peserta didiknya,’’ kata gubernur Apolo Safanpo.

Dahulu, menurut dia, pendidikan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan keagamaan, menempatkan ilmu pengetahuan dan teknologi diurutan dua, kemudian pendidikan skill/ketrampilan berada diurutan tiga.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya