MERAUKE – Musim hujan yang disertai dengan angin kencang saat ini melanda wilayah bagian Selatan Papua khususnya Kabupaten Merauke.
Prakirawan BMKG Merauke Dita Rahmawati, saat ditemui media ini di kantornya mengatakan, untuk kondisi cuaca diawal bulan Januari ini memang ada beberapa kondisi yang menyertai terjadi berbarengan sehingga berdampak pada bencana hidrometeorologi di Papua Selatan khususnya Kabupaten Merauke.
‘’Ini ada fenomena pasang air maksimal di awal Januari dibarengi dengan fenomena verige atau bulan baru, kemudian karena ada gelombangn tinggi, sedang di wilayah Arafura Timur sampai Selatan Merauke dan dengan kondisi curah hujan yang cukup signifikan itentitasnya sedang sampai lebat khususnya di pesisir Kabupaten Merauke,’’ kata Dita Rahmawati.
Dikatakan, dengan 3 kejadian yang terjadi dalam satu waktu yang hampiur bersamaan menyababkan dampak yang signifikan khsusunya di wilayah pesisir. Pesisir yang terdampak mulai di pesisir Distrik Waan, Kimaam, Naukenjerai dan pesisir Distrik Merauke.
‘’Penyebabnya apa? karena di bulan Januari sudah masuk penghujan di Papua Selatan kemudian ada daerah tekanan udara rendah atau daerah sirkulasi tripikal di wilayah utara Australia yang menyebabkan wilayah Papua Selatan terjadi kopergensi atau penumpukan massa udara basah jadi pertumbuhan awan hujannya itu signifikan,’’ terangnya.
Kondisi ini, lanjut dia terjadi dari 5 Januari dan diperkirakan sampai 9 Januari 2026. Untuk pasang maksimumnya juga masih diperkiraka masih terjadi sampai 9 Januari 2026.
MERAUKE – Musim hujan yang disertai dengan angin kencang saat ini melanda wilayah bagian Selatan Papua khususnya Kabupaten Merauke.
Prakirawan BMKG Merauke Dita Rahmawati, saat ditemui media ini di kantornya mengatakan, untuk kondisi cuaca diawal bulan Januari ini memang ada beberapa kondisi yang menyertai terjadi berbarengan sehingga berdampak pada bencana hidrometeorologi di Papua Selatan khususnya Kabupaten Merauke.
‘’Ini ada fenomena pasang air maksimal di awal Januari dibarengi dengan fenomena verige atau bulan baru, kemudian karena ada gelombangn tinggi, sedang di wilayah Arafura Timur sampai Selatan Merauke dan dengan kondisi curah hujan yang cukup signifikan itentitasnya sedang sampai lebat khususnya di pesisir Kabupaten Merauke,’’ kata Dita Rahmawati.
Dikatakan, dengan 3 kejadian yang terjadi dalam satu waktu yang hampiur bersamaan menyababkan dampak yang signifikan khsusunya di wilayah pesisir. Pesisir yang terdampak mulai di pesisir Distrik Waan, Kimaam, Naukenjerai dan pesisir Distrik Merauke.
‘’Penyebabnya apa? karena di bulan Januari sudah masuk penghujan di Papua Selatan kemudian ada daerah tekanan udara rendah atau daerah sirkulasi tripikal di wilayah utara Australia yang menyebabkan wilayah Papua Selatan terjadi kopergensi atau penumpukan massa udara basah jadi pertumbuhan awan hujannya itu signifikan,’’ terangnya.
Kondisi ini, lanjut dia terjadi dari 5 Januari dan diperkirakan sampai 9 Januari 2026. Untuk pasang maksimumnya juga masih diperkiraka masih terjadi sampai 9 Januari 2026.