MERAUKE – Para mahasiswa keperawatan diminta tidak hanya mengejar profesi, tetapi juga memiliki semangat pengabdian dan kesiapan untuk melayani masyarakat, termasuk di daerah-daerah yang jauh dari akses perkotaan. Para calon perawat diingatkan bahwa profesi keperawatan merupakan pekerjaan kemanusiaan yang membutuhkan ketulusan dan kepedulian.
“Jangan bertanya di mana saya bekerja, tetapi bertanyalah di mana tempat yang sangat membutuhkan saya. Itu yang harus menjadi prinsip mahasiswa keperawatan,” kata Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah pada wisuda 44 mahasiswa Diploma III Keperawatan Merauke, Selasa (6/10).
Menurut Wabup Fauzun Nihayaj, kehadiran tenaga perawat di daerah yang jauh dari pusat kota sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu, setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan diharapkan tidak mudah menyerah ketika ditempatkan di wilayah yang memiliki keterbatasan akses maupun fasilitas.
“Bagaimana di tempat-tempat yang jauh dari akses kota, kehadiran perawat untuk membantu itu sungguh dibutuhkan. Tidak hanya itu, tetapi bagaimana perawat juga berpikir untuk memberikan pelayanan yang maksimal,” ujarnya.
Ia menegaskan, perawat pada dasarnya merupakan profesi yang berhadapan langsung dengan manusia. Karena itu, pelayanan tidak cukup hanya mengandalkan ilmu dan keterampilan, tetapi harus disertai hati dan kepedulian.
Dirinya mengaku, pihak kesehatan masih sering menemukan tenaga perawat maupun bidan yang tidak mampu bertahan ketika ditempatkan di wilayah yang jauh dari perkotaan. Karena itu, sejak masih menjadi mahasiswa, semangat pengabdian harus ditanamkan.
MERAUKE – Para mahasiswa keperawatan diminta tidak hanya mengejar profesi, tetapi juga memiliki semangat pengabdian dan kesiapan untuk melayani masyarakat, termasuk di daerah-daerah yang jauh dari akses perkotaan. Para calon perawat diingatkan bahwa profesi keperawatan merupakan pekerjaan kemanusiaan yang membutuhkan ketulusan dan kepedulian.
“Jangan bertanya di mana saya bekerja, tetapi bertanyalah di mana tempat yang sangat membutuhkan saya. Itu yang harus menjadi prinsip mahasiswa keperawatan,” kata Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah pada wisuda 44 mahasiswa Diploma III Keperawatan Merauke, Selasa (6/10).
Menurut Wabup Fauzun Nihayaj, kehadiran tenaga perawat di daerah yang jauh dari pusat kota sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu, setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan diharapkan tidak mudah menyerah ketika ditempatkan di wilayah yang memiliki keterbatasan akses maupun fasilitas.
“Bagaimana di tempat-tempat yang jauh dari akses kota, kehadiran perawat untuk membantu itu sungguh dibutuhkan. Tidak hanya itu, tetapi bagaimana perawat juga berpikir untuk memberikan pelayanan yang maksimal,” ujarnya.
Ia menegaskan, perawat pada dasarnya merupakan profesi yang berhadapan langsung dengan manusia. Karena itu, pelayanan tidak cukup hanya mengandalkan ilmu dan keterampilan, tetapi harus disertai hati dan kepedulian.
Dirinya mengaku, pihak kesehatan masih sering menemukan tenaga perawat maupun bidan yang tidak mampu bertahan ketika ditempatkan di wilayah yang jauh dari perkotaan. Karena itu, sejak masih menjadi mahasiswa, semangat pengabdian harus ditanamkan.