Kepala Kampung Dilarang Ambil Pinjaman

‘’Kalau pinjam uang dengan bunga tinggi begitu, uang dari mana untuk pakai bayar. Terpaksa, pakai uang dana kampung untuk bayar. Ini yang bikin tiang-tiang rumah di kampung berdiri tapi tidak ada atap. Ini bikin rumah tapi tidak ada jendela dan pintu.

Sekali lagi tidak boleh lafi ambil-ambil pinjaman. Kalau ada yang masih tetap ambil pinjaman, maka tanggung jawab sendiri, karena dana kampung tidak dipakai untuk bayar utang atau pinjaman,’’ tandasnya. (ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Aspirasi Pemekaran PPS Sudah Diperjuangkan 17 Tahun Lalu

‘’Kalau pinjam uang dengan bunga tinggi begitu, uang dari mana untuk pakai bayar. Terpaksa, pakai uang dana kampung untuk bayar. Ini yang bikin tiang-tiang rumah di kampung berdiri tapi tidak ada atap. Ini bikin rumah tapi tidak ada jendela dan pintu.

Sekali lagi tidak boleh lafi ambil-ambil pinjaman. Kalau ada yang masih tetap ambil pinjaman, maka tanggung jawab sendiri, karena dana kampung tidak dipakai untuk bayar utang atau pinjaman,’’ tandasnya. (ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Bupati Mimika Tak Larang Perpisahan Sekolah

Berita Terbaru

Artikel Lainnya