Gedung SD Mapia Rusak Berat, Dinas Dikbud Diharap Segera Memperbaiki

SUPIORI – Gedung SD Negeri Kecil Kampung Mapia, Distrik Supiori Barat, Kabupaten Supiori mengalami kerusakan berat sejak beberapa tahun lalu. Kerusakan itu terjadi pada dinding, lantai, jendela kaca, plafon dan atap sekolah yang bocor. Hingga kini kerusakan pada gedung sekolah tersebut belum di perbaiki oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Supiori.

Kepada Dinas Pendidikan dan Kebuyaan Kabupaten Supiori Yustinus Kiambo, S.Pd yang dikonfirmasi terkait sekolah tersebut mengatakan, akibat dari kerusakan tersebut beberapa ruang kelas tidak bisa difungsikan lagi sebagai ruang belajar anak-anak.

Akhirnya saat belajar pihaknya menggabungkan dua kelas dalam satu ruang kelas. Kelas satu dan dua, tiga dan empat, lima dan enam dalam satu- satu ruang kelas.

Baca Juga :  Tertinggi Angka Stunting, Supiori Mulai Petakan Masalah

Gedung sekolah yang saat ini digunakan, kata dia, salah satu sisi gedungnya agak miring, goyang sehingga pada saat belajar lalu angin meniup dengan kencang biasanya guru-guru mengkhiri kegiatan belajar mengajar memulangkan anak-anak karena takut gedung sekolahnya roboh dan menimpah anak-anak.

“WC guru tidak ada jadi kami pakai WC dari gedung perpustakaan, sedangkan WC murid tidak ada, gedung perpustakaan juga ada teman guru yang tinggal di dalam, jadi meskipun ada buku-buku tapi tidak di fungsikan,”ujarnya saat ditemui Cenderawasih Pos,Senin,(18/9).

Dirinya ia berharap segera memperbaiki beberapa ruang kelas yang mengalami kerusakan agar bisa difungsikan sebagai ruang belajar dan juga membangun WC guru dan murid dan rumah dinas guru bagi guru-guru. (ren)

Baca Juga :  Diskominfo Rencana Bangun  Fasilitas Internet di Pulau Liki

SUPIORI – Gedung SD Negeri Kecil Kampung Mapia, Distrik Supiori Barat, Kabupaten Supiori mengalami kerusakan berat sejak beberapa tahun lalu. Kerusakan itu terjadi pada dinding, lantai, jendela kaca, plafon dan atap sekolah yang bocor. Hingga kini kerusakan pada gedung sekolah tersebut belum di perbaiki oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Supiori.

Kepada Dinas Pendidikan dan Kebuyaan Kabupaten Supiori Yustinus Kiambo, S.Pd yang dikonfirmasi terkait sekolah tersebut mengatakan, akibat dari kerusakan tersebut beberapa ruang kelas tidak bisa difungsikan lagi sebagai ruang belajar anak-anak.

Akhirnya saat belajar pihaknya menggabungkan dua kelas dalam satu ruang kelas. Kelas satu dan dua, tiga dan empat, lima dan enam dalam satu- satu ruang kelas.

Baca Juga :  Dandim 1712 Sarmi Pamit, Titip Jaga Silaturahmi

Gedung sekolah yang saat ini digunakan, kata dia, salah satu sisi gedungnya agak miring, goyang sehingga pada saat belajar lalu angin meniup dengan kencang biasanya guru-guru mengkhiri kegiatan belajar mengajar memulangkan anak-anak karena takut gedung sekolahnya roboh dan menimpah anak-anak.

“WC guru tidak ada jadi kami pakai WC dari gedung perpustakaan, sedangkan WC murid tidak ada, gedung perpustakaan juga ada teman guru yang tinggal di dalam, jadi meskipun ada buku-buku tapi tidak di fungsikan,”ujarnya saat ditemui Cenderawasih Pos,Senin,(18/9).

Dirinya ia berharap segera memperbaiki beberapa ruang kelas yang mengalami kerusakan agar bisa difungsikan sebagai ruang belajar dan juga membangun WC guru dan murid dan rumah dinas guru bagi guru-guru. (ren)

Baca Juga :  Senat Uncen Buka Pendaftaran Calon Rektor, ini Tahapannya

Berita Terbaru

Artikel Lainnya