Miniatur Motor, Mobil Semua Digarap Menggunakan Koran Bekas

Untuk bokoran gede Rp130 ribu, bokoran tanggung Rp55 ribu, dan bokoran kecil Rp30 ribu.Sementara miniatur menyesuaikan tingkat kesulitan dan pesanan pembeli. Tak hanya alat upacara, para napi juga piawai membuat miniatur kendaraan seperti sepeda motor dan mobil, hingga miniatur kapal pinisi. Bentuk-bentuk yang selama ini seperti tak lazim untuk dibuat jika melibah bahan bakunya yang diambil dari kertas limbah.

Tapi itulah Bali, tangan-tangan seni melekat sejak lahir dan tinggal dimulai hingga lahirlah sebuah karya yang memiliki nilai seni tinggi. Bahkan, mereka juga mampu membuat miniatur tradisi khas Jembrana seperti Makepung. Pengerjaan miniatur membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan keben atau bokor karena detailnya lebih rumit.

Baca Juga :  Padat di Sore hingga Malam, Mereka yang Cari Ikan Danau, Ulat dan Jamur Sagu

Menariknya, pembeli bisa melakukan pemesanan khusus (custom). “Pembeli juga bisa request mau dibuatkan apa. Selama ada foto referensinya, masih bisa direalisasikan menjadi miniatur,” imbuh Tulus.

Saat ini, terdapat tujuh warga binaan yang telah melalui proses seleksi untuk bergabung dalam kelompok kerja kerajinan tersebut. Dalam kondisi normal, mereka mampu menghabiskan sekitar 5 kilogram koran bekas setiap minggu.

Jumlah itu bisa meningkat jika ada pesanan dengan tingkat kesulitan tinggi. Program ini bukan sekadar aktivitas mengisi waktu. Lebih dari itu, kerajinan daur ulang ini menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.

“Harapannya nanti jika teman-teman WBP sudah selesai menjalani masa tahanan dan kembali ke masyarakat, mereka bisa meneruskan keahlian ini dan menjadikannya awal untuk membuka usaha serupa. Sehingga tetap ada pemasukan,” terang Tulus.

Baca Juga :  Ingin Peran Anak Muda Diakomodir hingga Angkat Martabat Kaum Perempuan

Dari balik jeruji, harapan itu dirajut perlahan. Koran bekas yang dulu tak bernilai, kini menjadi simbol perubahan bahwa setiap orang selalu punya kesempatan untuk memperbaiki masa depan. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Untuk bokoran gede Rp130 ribu, bokoran tanggung Rp55 ribu, dan bokoran kecil Rp30 ribu.Sementara miniatur menyesuaikan tingkat kesulitan dan pesanan pembeli. Tak hanya alat upacara, para napi juga piawai membuat miniatur kendaraan seperti sepeda motor dan mobil, hingga miniatur kapal pinisi. Bentuk-bentuk yang selama ini seperti tak lazim untuk dibuat jika melibah bahan bakunya yang diambil dari kertas limbah.

Tapi itulah Bali, tangan-tangan seni melekat sejak lahir dan tinggal dimulai hingga lahirlah sebuah karya yang memiliki nilai seni tinggi. Bahkan, mereka juga mampu membuat miniatur tradisi khas Jembrana seperti Makepung. Pengerjaan miniatur membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan keben atau bokor karena detailnya lebih rumit.

Baca Juga :  Dijadikan Pusat HUT Kota Jayapura, Jadi Momen Untuk Bangkit Kembali

Menariknya, pembeli bisa melakukan pemesanan khusus (custom). “Pembeli juga bisa request mau dibuatkan apa. Selama ada foto referensinya, masih bisa direalisasikan menjadi miniatur,” imbuh Tulus.

Saat ini, terdapat tujuh warga binaan yang telah melalui proses seleksi untuk bergabung dalam kelompok kerja kerajinan tersebut. Dalam kondisi normal, mereka mampu menghabiskan sekitar 5 kilogram koran bekas setiap minggu.

Jumlah itu bisa meningkat jika ada pesanan dengan tingkat kesulitan tinggi. Program ini bukan sekadar aktivitas mengisi waktu. Lebih dari itu, kerajinan daur ulang ini menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.

“Harapannya nanti jika teman-teman WBP sudah selesai menjalani masa tahanan dan kembali ke masyarakat, mereka bisa meneruskan keahlian ini dan menjadikannya awal untuk membuka usaha serupa. Sehingga tetap ada pemasukan,” terang Tulus.

Baca Juga :  Pantai Holtekamp Tiba-tiba Merah, DLH Langsung Turun Tangan

Dari balik jeruji, harapan itu dirajut perlahan. Koran bekas yang dulu tak bernilai, kini menjadi simbol perubahan bahwa setiap orang selalu punya kesempatan untuk memperbaiki masa depan. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya